Home / Travel / Sisi Lain Jepang: Alasan Harus Keluar dari Jalur Mainstream

Sisi Lain Jepang: Alasan Harus Keluar dari Jalur Mainstream

Crowded Ninen zaka 1

Bukan rahasia lagi bahwa isu overtourism atau pariwisata berlebih di Jepang telah menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Seiring dengan target pemerintah untuk mendatangkan hingga 60 juta wisatawan, infrastruktur di berbagai destinasi utama kini berada di bawah tekanan berat. Kota-kota seperti Kyoto, yang dulunya dikenal tenang dan dipenuhi kuil-kuil menawan, kini berubah drastis menjadi lautan manusia yang padat di sepanjang jalan menuju situs-situs populer seperti Kiyomizu-dera.

Pengalaman perjalanan yang autentik pada dasarnya merupakan gabungan dari daya tarik yang memukau, pemahaman konteks sejarah yang baik, dan yang paling penting: kebebasan dari kerumunan. Sangat sulit untuk merasa terhanyut dalam suasana budaya ketika Anda harus berdesakan dengan ribuan wisatawan lain yang berebut mengambil foto yang sama. Akibatnya, beberapa lokasi populer kini terasa tidak jauh berbeda dengan taman hiburan.

Selain itu, nilai tukar yen yang sedang lemah turut menarik gelombang wisatawan yang kurang memerhatikan aspek budaya lokal. Fenomena ini membuat destinasi di Jepang terasa sangat padat dengan penurunan kualitas kunjungan yang cukup terasa di berbagai tempat populer, termasuk Asakusa’s Senso-ji.

Perluasan Destinasi Utama

The Old Town of Hida-Takayama

Di masa lalu, mengunjungi alternatif seperti Kanazawa atau Hida-Takayama sudah cukup untuk menghindari kepadatan yang terpusat di “Golden Route”. Namun, seiring berjalannya waktu, wilayah-wilayah ini pun kini mulai masuk dalam kategori arus utama karena semakin banyak pelancong yang mencari suasana baru. Ketika sebuah tempat mulai terlalu dikomersialkan, esensi dan daya tarik aslinya perlahan-lahan memudar.

Mencari keaslian adalah kunci utama untuk mendapatkan pengalaman yang mendalam di Jepang. Ini adalah perbedaan antara mengikuti kelas memasak standar di Tokyo atau meracik ramen langsung di Kitakata, Prefektur Fukushima, bersama tokoh kuliner lokal. Sayangnya, pengalaman yang erat kaitannya dengan identitas regional ini sulit didapat jika suatu wilayah sudah disesaki oleh terlalu banyak pengunjung.

Kitakata Ramen

Oleh karena itu, keluar dari jalur pariwisata konvensional atau off the beaten path kini menjadi sebuah keharusan bagi siapa saja yang ingin menikmati kebudayaan Jepang secara khidmat. Suasana tenang di sebuah Shinto shrine tentu akan terganggu jika di sekitarnya terdapat kerumunan wisatawan yang berisik.

Cara Menjelajahi Sisi Lain Jepang

Shodoshima’s Olive Park

Menemukan destinasi alternatif di Jepang sebenarnya tidak begitu sulit. Bahkan di sekitar Golden Route yang membentang dari Tokyo hingga Hiroshima, terdapat banyak kesempatan untuk menyisipkan tempat-tempat unik ke dalam rencana perjalanan Anda. Sebagai contoh, Shodoshima yang terletak di Laut Pedalaman Seto menawarkan kebun zaitun dan pabrik kecap bersejarah, serta sangat mudah dijangkau dari Himeji atau Takamatsu.

Selain memilih lokasi yang jarang dikunjungi, Anda juga bisa menghindari keramaian dengan datang pada waktu-waktu tertentu, misalnya saat musim sepi pengunjung atau di luar jam sibuk. Bulan September sering kali menjadi periode yang lebih tenang sebelum musim gugur tiba, di mana Anda bisa menikmati pemandangan bunga lili laba-laba merah di Kinchakuda Manjushage Park.

Higanbana & Kinchakuda Manjushage Park

Pilihan lainnya adalah melangkah jauh ke wilayah seperti Kochi Prefecture di Shikoku. Dengan kekayaan alam, sejarah samurai, serta kuliner hidangan laut yang luar biasa, Kochi menawarkan pengalaman wisata yang luar biasa tanpa harus berdesakan dengan rombongan wisatawan massal.

Menemukan Permata Tersembunyi

A Tourist at Kyoto’s Fushimi Inari Taisha

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan saat ini membuat riset perjalanan menjadi jauh lebih mudah. Kendala bahasa dan minimnya informasi mengenai destinasi tersembunyi dapat diatasi dengan memanfaatkan perangkat pintar layaknya asisten virtual pribadi untuk merancang liburan sesuai dengan preferensi Anda.

Sebagai kesimpulan, menjelajahi sisi lain Jepang yang belum banyak dijamah orang kini jauh lebih penting dari sebelumnya. Langkah ini tidak hanya menghindarkan Anda dari kerumunan di destinasi populer, tetapi juga mengembalikan esensi autentik ke dalam perjalanan Anda di negeri sakura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *