Selama sekitar satu dekade, Sega Genesis dikenal sebagai konsol alternatif yang keren selain Nintendo, serta menawarkan jauh lebih banyak hal menarik di luar seri Sonic the Hedgehog. Si landak biru memang menjadi daya tarik utama, tetapi kesuksesannya didukung oleh perpustakaan permainan berlimpah yang kini banyak dilupakan orang. Mari kita segarkan kembali ingatan tersebut dengan mengulas beberapa judul Sega Genesis kurang populer yang sebenarnya layak mendapatkan lebih banyak apresiasi di masa kini.
Seiring berjalannya waktu, sejarah konsol ini kerap mengerucut pada segelintir karya mahakarya saja, sementara judul lainnya terlupakan sebagai catatan kaki. Permainan era 16-bit umumnya menua jauh lebih baik ketimbang pendahulunya yang 8-bit maupun penerusnya yang 32-bit, dan ada ratusan judul bagus di Sega Genesis yang masih terasa sangat menyenangkan saat dimainkan sekarang.
Crusader of Centy Adalah Zelda Versi Sega Genesis
Sebuah Petualangan 16-Bit yang Layak Dicoba
Konsol SNES memiliki sebuah judul klasik berjudul The Legend of Zelda: A Link to the Past yang bayangannya mendominasi seluruh permainan aksi-petualangan pada masanya. Meskipun tidak memiliki satu judul raksasa tunggal yang benar-benar bisa menyaingi perjalanan Link, Sega Genesis hampir berhasil mencapai kemustahilan tersebut melalui Crusader of Centy, sebuah permainan yang mungkin akan meraih kesuksesan lebih besar seandainya dirilis lebih awal dari tahun 1995.
Mengusung perspektif dari atas ke bawah, serangan pedang, serta teka-teki, Crusader of Centy jelas terinspirasi dari karya Nintendo tersebut, namun tidak berhenti sekadar meniru mentah-mentah. Nextech memperkenalkan beberapa gagasan brilian, termasuk mengganti sistem inventaris tradisional dengan pendamping hewan yang memiliki kemampuan khusus. Pemain dapat melengkapi dua hewan secara bersamaan untuk mendapatkan kemampuan seru seperti berlari cepat secara terus-menerus atau serangan berelemen.
Selain mekanik permainan yang solid, narasi dalam Crusader of Centy tergolong sangat ambisius untuk ukuran permainan pertengahan dekade 90-an. Ceritanya mengangkat kisah perang yang kompleks dan tidak serta-merta mengecap para monster sebagai makhluk jahat tanpa otak. Sang karakter utama mampu berbicara dengan hewan dan monster, sehingga pemain dapat memahami kehidupan serta kepribadian mereka secara lebih mendalam. Kampanye permainan ini bahkan memasukkan elemen perjalanan waktu yang dieksekusi dengan sangat baik.
True Lies Jauh Lebih Baik dari yang Anda Bayangkan
Salah Satu Permainan Adaptasi Film Terbaik di Genesis
Mungkin fakta ini terdengar mengejutkan, tetapi permainan hasil adaptasi film pada era 90-an umumnya memiliki kualitas yang kurang memuaskan.
Kendati demikian, selalu ada pengecualian dalam setiap aturan, dan True Lies secara tak terduga adalah salah satunya. Kolaborasi antara James Cameron dan Arnold Schwarzenegger di luar waralaba Terminator 2 ini mendapatkan adaptasi permainan video yang ternyata sangat mengagumkan. Alih-alih menjadi permainan platform biasa dengan senjata api, True Lies terasa seperti prototipe permainan tembak-menembak bersudut pandang ganda, di mana Arnold dapat bergerak menyamping dan berputar menghadapi musuh di dalam level yang tidak linear.
Permainan ini tidak mengusung sistem yang rumit; pemain menghabiskan seluruh kampanyenya hanya untuk berguling, menembak, serta mengganti senjata. Meskipun variasi inti permainannya terbatas pada penggunaan senjata sekunder, dasar-dasar permainannya dieksekusi dengan sangat tepat. Yang terpenting, rancangan panggungnya memiliki keragaman estetika dan struktur yang berhasil menciptakan sensasi petualangan blockbuster yang sesungguhnya.
Selain itu, True Lies memiliki mekanik guling menghindar yang terasa sangat memuaskan berkat animasi gerakannya yang begitu halus.








