Home / Travel / Panduan Wisata Prefektur Akita: Jelajahi Keindahan Negeri Salju Ini

Panduan Wisata Prefektur Akita: Jelajahi Keindahan Negeri Salju Ini

Akita Inu

Menjelajahi Prefektur Akita berarti membuka lembaran sejarah dan budaya Jepang yang jarang terjamah oleh wisatawan mancanegara. Terletak di wilayah Tohoku yang berada di bagian utara Pulau Honshu, Akita menawarkan pengalaman autentik yang jauh dari keramaian kota besar seperti Tokyo atau Kyoto. Prefektur ini kaya akan tradisi unik, lanskap alam yang memesona, serta warisan samurai yang masih terjaga dengan baik hingga hari ini.

Secara historis, wilayah ini mulai tercatat dalam sejarah Jepang pada pertengahan abad ke-6. Selama periode Edo, kekuasaan di Akita berganti-ganti hingga akhirnya jatuh ke tangan Satake clan. Di bawah kepemimpinan mereka, sektor pertanian dan pertambangan berkembang pesat, meninggalkan jejak feodal yang masih dapat disaksikan oleh para pelancong saat ini.

Mengingat wilayahnya yang luas dan didominasi oleh pegunungan, menjelajahi Akita memerlukan tempo yang santai. Disarankan untuk meluangkan waktu setidaknya dua hingga tiga hari penuh agar Anda dapat menikmati setiap sudut keindahannya secara maksimal.

Cara Menuju ke Sana

A bullet train bound for Akita Prefecture on the Akita Shinkansen Line

Untuk mencapai Akita dari Tokyo, cara paling praktis adalah dengan menaiki kereta Shinkansen menuju Stasiun Akita. Kereta peluru merah Komachi biasanya bergandengan dengan kereta Hayabusa yang menuju Aomori, jadi pastikan Anda naik di gerbong yang benar.

Transportasi publik di dalam prefektur ini cukup terbatas karena kontur wilayahnya yang bergunung-gunung. Bagi wisatawan yang tidak menyetir sendiri, Anda harus mengandalkan kombinasi kereta lokal dan bus umum. Menyewa mobil tentu menjadi opsi terbaik untuk mobilitas yang lebih fleksibel, namun menggunakan transportasi umum tetap sangat memungkinkan dengan sedikit persiapan jadwal.

Kota Utama Akita

Lanterns are hoisted high into the sky for Akita City’s annual Kanto Festival

Pusat perkotaan utama di prefektur ini juga bernama Kota Akita. Kota ini terkenal secara nasional sebagai tuan rumah Kanto Festival yang diselenggarakan setiap awal bulan Agustus. Dalam festival ini, para peserta beradu kemahiran menyeimbangkan tiang bambu panjang yang dipasangi puluhan lampion kertas.

Selain festival tersebut, terdapat beberapa lokasi menarik di pusat kota yang patut dikunjungi. Senshu Park, yang terletak di bekas situs benteng kastil, menyimpan kuil-kuil serta museum sejarah yang memamerkan artefak samurai dari Satake clan. Tepat di kaki bukit taman ini, berdiri Akita Museum of Art yang menampilkan karya-karya seniman terkemuka Fujita Tsuguharu.

Keindahan Danau Tazawa

Snow-capped mountains set against Akita Prefecture’s Lake Tazawa

Terletak di sebelah selatan Towada-Hachimantai National Park, Danau Tazawa merupakan danau terdalam di Jepang dengan kedalaman mencapai lebih dari 400 meter. Danau kawah ini terkenal dengan airnya yang berwarna biru kobalt jernih.

Di sekitar tepian danau, pengunjung dapat menemukan Goza-no-Ishi Shrine dengan gerbang torii berwarna merah cerah yang kontras dengan lanskap alam sekitar. Di sisi barat danau, terdapat pula patung perunggu Putri Tatsuko, yang lekat dengan legenda rakyat setempat.

Bersantai di Nyuto Onsen

Akita Prefecture’s Tsuruyu Onsen, a historic ryokan that is part of the larger Nyuto Onsen complex.

Kawasan pemandian air panas Nyuto Onsen menawarkan pengalaman berendam yang sangat tradisional di tengah pegunungan Hachimantai. Dari sekian banyak penginapan ryokan di area ini, Tsuru-no-yu adalah yang paling terkenal karena sebagian besar bangunannya masih mempertahankan arsitektur asli dari periode Edo.

Mata air panas di sini memiliki karakteristik air berwarna putih susu yang kaya akan mineral. Penginapan ini juga membuka fasilitas pemandiannya untuk pengunjung harian yang ingin menikmati pemandian air panas terbuka tanpa harus menginap.

Kawasan Bersejarah Kakunodate

The samurai district of Akita Prefecture’s Kakunodate area during autumn

Kakunodate adalah bekas kota kastil yang mempertahankan tata ruang dari masa lalu. Dahulu, distrik ini menjadi tempat tinggal bagi puluhan keluarga samurai. Saat ini, beberapa kediaman samurai seperti Aoyagi house dan Ishiguro house dibuka untuk umum agar pengunjung dapat melihat langsung interior bangunan bersejarah tersebut.

Selain distrik samurai, terdapat pula distrik pedagang yang mempertahankan gudang bata era Meiji, seperti toko miso Ando Jozo. Kakunodate juga sangat populer pada musim semi berkat pohon-pohon sakura menangis yang bermekaran di sepanjang jalurnya.

Tradisi Namahage di Semenanjung Oga

Akita Prefecture’s infamous Namahage on the Oga Peninsula

Salah satu daya tarik budaya paling ikonik di Akita adalah Namahage dari Semenanjung Oga, yang telah diakui sebagai UNESCO World Heritage. Tradisi ini melibatkan warga lokal yang mengenakan topeng dan kostum demit untuk memperingatkan orang-orang agar tidak menjadi pemalas.

Bagi wisatawan yang ingin mendalami tradisi ini, disarankan untuk mengunjungi Namahage Museum dan Oga Shinzan Folklore Museum. Di sana, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan tiruan ritual Namahage serta pameran topeng tradisional yang digunakan dalam perayaan tahunan tersebut.

Festival Salju Yokote Kamakura

Hundreds of small snow huts are lit up for Akita Prefecture’s Kamakura Festival

Jika berkunjung pada musim dingin, tepatnya pada tanggal 15 dan 16 Februari, Yokote Kamakura Festival wajib masuk ke dalam daftar kunjungan Anda. Festival ini menampilkan ratusan rumah salju berbentuk igloo yang disebut kamakura.

Di dalam setiap kamakura terdapat altar kecil untuk pemujaan dewa air. Pada malam hari, penduduk setempat biasanya mengundang pengunjung ke dalam kamakura yang lebih besar untuk menikmati kue beras dan amazake hangat, menciptakan suasana musim dingin yang magis di Prefektur Akita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *