Home / Game / Suram tapi Bisa Diatasi, Mantan Bos PlayStation Shawn Layden Punya Ide untuk Masa Depan Konsol Tanpa Disko

Suram tapi Bisa Diatasi, Mantan Bos PlayStation Shawn Layden Punya Ide untuk Masa Depan Konsol Tanpa Disko

former playstation boss shawn layden comment disc licensing gamerant

Mantan CEO Sony Interactive Entertainment America, Shawn Layden, akhirnya memberikan pandangan resminya terkait langkah PlayStation yang berencana meninggalkan kepingan fisik atau disc. Ia mengisyaratkan bahwa kebijakan tersebut sebenarnya bisa dihindari apabila perusahaan mau mengikuti strategi yang diterapkan oleh rival abadi mereka, Xbox.

Sebelumnya, Layden dikenal kerap melontarkan komentar yang cenderung netral mengenai isu peralihan industri game. Namun, pernyataan terbarunya menyiratkan ketidaksetujuannya terhadap masa depan PlayStation yang sepenuhnya berbasis digital.

Sony Seharusnya Meniru Xbox, Saran Mantan Pimpinan PlayStation

Shawn Layden on stage at PlayStation Event Image via Getty Images

Dalam wawancaranya dengan Game newsletter, Layden menilai situasi yang sedang dihadapi oleh PlayStation saat ini terasa mengecewakan, tetapi sebenarnya masih bisa diselesaikan. Ia berpendapat bahwa satu-satunya cara bagi Sony untuk mengatasi berbagai kendala dalam produksi disc adalah dengan memanfaatkan jasa pabrikan pihak ketiga yang terpercaya.

Selama ini, Sony memegang kendali penuh atas hampir seluruh proses produksi kepingan fisik untuk rilisan PlayStation. Di sisi lain, perusahaan seperti Xbox memilih untuk bekerja sama dengan mitra bersertifikasi yang mampu membantu proses manufaktur secara lebih hemat biaya. Layden meyakini bahwa Sony sebenarnya masih bisa terus merilis game fisik melampaui tahun 2028 asalkan mereka tidak bersikeras mempertahankan seluruh proses produksi dengan teknologi milik sendiri secara eksklusif.

Lebih lanjut, Layden juga menyoroti masalah hak kepemilikan pemain di era digital. Ia mempertanyakan esensi dari pembelian game digital dengan melontarkan pertanyaan retoris mengenai hak pemain untuk menjual kembali game yang telah mereka beli. Selain itu, ia mengingatkan bahwa tidak semua keputusan korporasi harus diambil hanya berdasarkan pertimbangan angka statistik semata. Menurutnya, ada kalanya sebuah perusahaan mengambil keputusan yang secara objektif mendatangkan keuntungan finansial, tetapi justru mengorbankan nilai merek hingga merosot drastis.

Kendati menuai banyak kritik, dalam beberapa bulan terakhir pihak PlayStation justru semakin mempertegas komitmen mereka untuk meninggalkan media fisik. Kepala Keuangan Sony, Lin Tao, menyatakan bahwa kepingan fisik bukanlah faktor utama yang mendorong angka penjualan konsol mereka. Ia mengklaim pertumbuhan merek ke depan akan bertumpu pada tiga pilar utama: konten kurasi, lingkungan bermain yang stabil, serta penawaran yang lebih terjangkau dibandingkan PC gaming kelas atas. Oleh karena itu, kecil kemungkinannya bagi raksasa gim asal Jepang tersebut untuk mengubah pendirian dan memilih mengalihdayakan produksi disc demi mempertahankan media fisik.

Walaupun Sony tetap teguh dengan pendiriannya, gelombang protes dari para penggemar di ranah daring sama sekali belum mereda. Ajang siaran langsung PlayStation State of Play belakangan ini bahkan sempat diwarnai oleh aksi protes penonton yang membanjiri kolom komentar dengan frasa “No Disco, No Buy”—sebuah slogan yang kini menjadi simbol perlawanan para pembela gim fisik. Hingga kini, publik masih memantau bagaimana Sony akan merespons kritik yang terus mengalir serta apakah mereka menyiapkan solusi alternatif untuk para pemain setia format fisik di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *