Home / Game / Fable Akhirnya Hadirkan Fitur Immersive yang Masih Dihindari Sebagian Besar RPG Open-World

Fable Akhirnya Hadirkan Fitur Immersive yang Masih Dihindari Sebagian Besar RPG Open-World

fable is finally doing something immersive most open world rpgs 1

Game RPG dunia terbuka sering kali dinilai berdasarkan kualitas lingkungannya, di mana kota-kota besar yang menjadi tempat tinggal para penduduk sering kali menjadi area paling ikonik dan berkesan. Kendati demikian, ketika pemain berjalan menyusuri kerumunan NPC di dalam banyak game sejenis, kerap kali terlihat bahwa sebagian besar bangunan hanyalah pajangan belaka yang fungsinya sekadar mengisi ruang kosong. Namun, dalam game terbaru Fable, tren tersebut ditinggalkan sepenuhnya karena para pengembang telah bekerja keras merancang interior khusus untuk setiap rumah, toko, dan struktur yang ada di dalam tembok kota Bowerstone.

Hal ini berarti alih-alih hanya disajikan tiruan fasad kota yang kosong, pemain dapat berinteraksi dengan lingkungan secara jauh lebih mendalam. Anda bisa menjelajahi bagian dalam toko atau bahkan menyusup ke bangunan-bangunan yang biasanya tidak memiliki akses sama sekali. Dengan mengutamakan tingkat imersi yang lebih tinggi ini, Fable menempatkan dirinya sebagai salah satu game RPG modern yang sangat mengesankan, mengingat genre ini umumnya membatasi pemain untuk hanya bisa memasuki segelintir bangunan saja. Meski begitu, hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa pengembang lain menghindari pendekatan serupa di masa lalu—apakah karena menciptakan interior unik untuk ratusan rumah terlalu sulit, ataukah ada alasan filosofis terkait cara pemain memandang imersi dalam bermain game?

Fable Membuat Eksplorasi Kota Jauh Lebih Imersif

Persaingan untuk menjadi game RPG terbaik telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun. Baik melalui cerita fantasi original, fiksi ilmiah, maupun daur ulang dunia yang sudah ada, para pengembang terus berjuang menghadirkan pengalaman luar biasa dengan menawarkan keunggulan tersendiri guna memikat para pemain yang semakin kritis. Dalam kasus Fable, kita telah mengetahui dedikasi game ini terhadap keaslian NPC, di mana terdapat lebih dari 1.000 karakter buatan tangan yang dapat diajak membangun hubungan. Meskipun hal tersebut sebenarnya bisa dicapai menggunakan alat prosedural yang canggih, para pengembang tetap memilih untuk menghadirkan pengalaman bermain RPG yang imersif dan terasa unik bagi setiap pemain.

Komitmen terhadap imersi tersebut tidak berhenti di situ saja, sebab kini terungkap pula bahwa setiap bangunan di dalam game akan memiliki keunikan tersendiri yang biasanya hanya diberikan pada sebagian kecil struktur bangunan. Dalam sebuah episode terbaru dari Official Xbox Podcast, manajer umum sekaligus direktur game Fable, Ralph Fulton, menyebutkan bahwa di dalam game garapan mereka, pemain dapat masuk ke setiap bangunan dan rumah yang ada, baik itu rumah milik sendiri saat hendak pulang, tempat yang dibobol untuk merampok, maupun sebuah toko. Tingkat detail seperti ini jauh melampaui kebanyakan game kompetitor yang kerap memilih pendekatan terbatas, di mana eksplorasi hanya dibatasi pada beberapa ruangan terpilih alih-alih membuka seluruh area kota untuk dijelajahi.

Sekilas, keputusan ini tampak seperti langkah berani yang berpotensi memperpanjang waktu pengembangan. Namun, jika diamati lebih dalam dari konteks pembuatan game secara keseluruhan, langkah tersebut hanyalah bagian dari serangkaian keputusan cerdas yang diambil tim pengembang. Alur cerita game ini, misalnya, berhasil menghilangkan sifat kontradiktif dari misi mendesak yang dipadukan dengan kebebasan menjelajahi dunia raksasa tanpa batas. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mendukung konsep tersebut selain memberikan pemain puluhan hingga ratusan lokasi tambahan untuk ditemukan, yang semuanya menawarkan kesempatan untuk melihat sesuatu yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *