Game Star Wars Zero Company dirilis pada tanggal 27 Agustus dan langsung mendapatkan sambutan yang sangat positif. Dengan skor Metacritic mencapai 86, game ini tercatat sebagai judul Star Wars dengan rating tertinggi dalam kurun waktu 22 tahun terakhir, bahkan melampaui game populer seperti Star Wars Jedi: Survivor dan LEGO Star Wars: The Skywalker Saga. Kendati menuai banyak pujian, fakta bahwa sebagian besar tim pengembang di balik pembuatan game tersebut justru tidak menerima gaji saat ulasan-ulasan itu dipublikasikan menjadi sebuah kenyataan yang sangat disayangkan.
Berdasarkan laporan dari media, studio pengembang Bit Reactor merumahkan sebagian besar stafnya dua minggu sebelum peluncuran Zero Company. Langkah ini membuat para pengembang secara teknis masih berstatus sebagai karyawan, namun tanpa bayaran dan tanpa kejelasan tanggal kembali bekerja. Harapan yang disampaikan pihak studio adalah penjualan yang kuat nantinya akan mampu memulihkan gaji mereka, menjadikan performa sebuah game yang sudah rampung sebagai syarat bagi para pembuatnya untuk menerima hak mereka. Ironisnya, meskipun target penjualan tersebut tampaknya telah tercapai, situasi bagi para pekerja sejauh ini belum mengalami perubahan yang berarti di ranah publik.
Game Star Wars dengan Rating Tertinggi dalam 22 Tahun yang Terkendala Masalah Gaji
Kabar mengenai kebijakan merumahkan karyawan ini pertama kali diungkapkan ke publik oleh Zachariah Scott, seorang seniman teknis senior yang bekerja di Bit Reactor dari awal tahun 2023 hingga mengundurkan diri pada bulan Mei. Sebelum pengungkapan tersebut, dokumen hukum dari gugatan yang diajukan oleh salah satu pendiri studio, Alison Kelly, pada bulan Agustus sempat mencatat bahwa perusahaan telah merumahkan sebagian besar karyawannya serta menghentikan kontrak para pekerja lepas.
Pihak perwakilan Bit Reactor kemudian mengonfirmasi kebijakan perumahan tersebut ketika dimintai tanggapan, menyebutnya sebagai keputusan sulit yang diambil oleh pihak studio sendiri sebelum hasil peluncuran Zero Company diketahui. Walaupun tidak menyebutkan angka pasti, laporan menyebutkan bahwa kebijakan ini berdampak pada sekitar 80 persen anggota tim, sementara sebagian kecil staf tetap dipertahankan untuk menangani perbaikan bug pasca-peluncuran akibat kondisi keuangan studio yang menipis menjelang perilisan game perdana mereka.
Target Penjualan Telah Tercapai
Melihat pencapaian di pasaran, di mana Star Wars Zero Company sempat memuncaki tangga penjualan terlaris di Steam dan bersaing di jajaran atas bersama judul-judul populer lainnya, masalah finansial ini seharusnya sudah terselesaikan. Namun, Bit Reactor belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemanggilan kembali karyawan yang dirumahkan. Membeli dan mendukung game tersebut adalah satu-satunya cara bagi para konsumen di luar studio—meskipun dilakukan tanpa mengetahui situasi yang sebenarnya—untuk membantu secara komersial, tetapi hal itu ternyata belum membawa perubahan bagi nasib para pekerja.
Di sisi lain, salah satu pendiri Bit Reactor, Greg Foertsch, tampak aktif menghadiri ajang Gamescom untuk membahas kesuksesan game tersebut serta rencana masa depan studio. Perusahaan besar seperti Electronic Arts, Disney, dan jajaran manajemen senior Bit Reactor turut merayakan ulasan positif game ini di media sosial tanpa menyinggung kondisi para pengembang yang menjadi pihak paling berjasa namun belum mendapatkan hak finansial mereka.
Memperburuk Tren Industri Sepanjang Tahun







