Mari kita menelusuri sejarah dan keindahan Kastil Nagoya yang terletak di Prefektur Aichi. Dibangun pada awal tahun 1600-an, benteng megah ini awalnya didirikan untuk melindungi klan Tokugawa dari ancaman musuh di wilayah barat. Berkat penampilannya yang kokoh dan mengesankan, keluarga tersebut berhasil mengukuhkan kekuasaan nasional mereka atas para samurai lainnya di Jepang. Kendati bukan salah satu dari sedikit kastil asli yang bertahan hingga kini karena merupakan bangunan rekonstruksi beton bertulang, Kastil Nagoya tetap menjadi salah satu ikon wisata yang menarik.
Meskipun sebagian pelancong asing mungkin tidak memasukkan tempat ini ke dalam daftar wajib kunjungi di Jepang, Kastil Nagoya membuktikan bahwa kota Nagoya menyimpan banyak daya tarik. Jika Anda sedang singgah di kota ini, menyempatkan diri untuk menjelajahi kompleks kastil adalah pilihan yang sangat tepat. Terlebih lagi, kawasan ini dapat dikombinasikan dengan Museum Seni Tokugawa dan taman Tokugawa-en yang berada di dekatnya untuk membentuk sebuah rangkaian wisata budaya yang memukau.
Secara historis, Kota Nagoya terletak tepat di sepanjang jalur perdagangan penting bernama Tokaido yang menghubungkan wilayah timur dan barat Jepang. Oleh karena itu, benteng Nagoya berdiri sebagai penjaga gerbang yang mengawasi arus lalu lintas orang yang lewat. Bahkan, selama periode Edo antara tahun 1603 hingga 1868, tempat ini menjadi benteng dengan posisi paling strategis di seluruh penjuru Jepang.
Kendati demikian, bangunan Kastil Nagoya saat ini merupakan hasil rekonstruksi. Berbeda dengan beberapa menara benteng lain di Jepang, bangunan aslinya sempat digunakan hingga Perang Dunia II sebagai markas distrik tentara lokal dan kantor administrasi. Akibat serangan udara pasukan sekutu, bangunan utama kastil beserta fasilitas pendukungnya hancur lebur. Alhasil, wujud awal Kastil Nagoya dan Istana Honmaru di dekatnya yang berstatus sebagai harta karun nasional sempat hilang ditelan sejarah.
Untungnya, tidak semua warisan Kastil Nagoya musnah akibat perang. Sebagian besar dinding batu aslinya masih bertahan dari kompleks bangunan terdahulu. Selain itu, karena struktur tersebut mampu bertahan hingga era modern, para sejarawan memiliki cukup waktu untuk meneliti arsitektur situs ini. Oleh karena itu, sebagian besar infrastruktur Kastil Nagoya dan Istana Honmaru saat ini tetap setia pada bentuk aslinya. Pemerintah kota bahkan berencana untuk terus menyempurnakan menara kastil agar tampak semakin otentik.
Cara Menuju ke Sana

Kastil Nagoya terletak persis di pusat kota yang menjadi namanya. Untuk mencapainya, Anda perlu menaiki kereta peluru shinkansen menuju Stasiun Nagoya. Perjalanan ini dapat ditempuh dalam waktu sedikit lebih dari satu jam jika Anda berangkat dari Tokyo atau Osaka. Penggunaan tiket kereta JR Pass juga memungkinkan Anda turun di Stasiun Nagoya tanpa biaya tambahan, menjadikan situs bersejarah ini sebagai tambahan yang mudah dalam rute perjalanan standar Jepang.
Setibanya di Nagoya, terdapat beberapa moda transportasi yang bisa digunakan untuk menuju kastil. Jika Anda memilih kereta bawah tanah, tujuannya adalah Stasiun Shiyakusho. Dari stasiun kereta peluru, Anda biasanya perlu berpindah ke Stasiun Sakae dan melanjutkan perjalanan dengan Jalur Meijo. Petunjuk arah digital akan memudahkan Anda menemukan kawasan budaya ini, dan dari Stasiun Shiyakusho, kastil dapat dicapai dengan berjalan kaki dalam beberapa menit.
Alternatif lainnya adalah menggunakan bus dengan bantuan peta digital untuk navigasi yang lebih praktis. Setibanya di gerbang masuk, pengunjung diwajibkan membeli tiket seharga 500 yen. Tersedia pula tiket kombinasi yang mencakup akses masuk ke taman Tokugawa-en yang indah, meskipun lokasi taman tersebut memerlukan sedikit perjalanan tambahan dari kompleks kastil.
Kompleks Kastil Nagoya

Pemerintah Kota Nagoya sempat merencanakan proyek pembangunan ulang Kastil Nagoya yang dijadwalkan selesai bertepatan dengan Olimpiade 2020. Namun, rencana tersebut mengalami penyesuaian, dan menara utama kastil dijadwalkan untuk dibongkar lalu direkonstruksi sepenuhnya menggunakan kayu dalam beberapa tahun mendatang.
Konsekuensinya, kota Nagoya untuk sementara waktu tidak akan memiliki bangunan menara kastil yang dapat dimasuki karena pintu masuknya telah ditutup demi keamanan dan ketahanan gempa. Kendati demikian, pengunjung masih dapat mengagumi kemegahan struktur menara utamanya dari luar.
Sebelum ditutup, menara utama Kastil Nagoya berfungsi sebagai museum yang merekam sejarah wilayah Owari di masa lampau. Penataan koleksinya dinilai sangat baik, dan diharapkan museum dengan kualitas serupa akan kembali dibuka di dalam menara setelah proses rekonstruksi rampung.
Meskipun menara utama belum bisa dikunjungi secara penuh, daya tarik utama kawasan ini sebenarnya terletak pada Istana Honmaru. Bangunan ini merupakan kediaman mewah klan Tokugawa saat berkunjung ke Kastil Nagoya dan menyimpan banyak harta karun nasional yang berhasil diselamatkan dari serangan udara masa perang.
Istana Honmaru dikenal sebagai salah satu contoh terbaik dari arsitektur Shoin di Jepang. Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah kota untuk merekonstruksi detail kayu di istana ini sangat besar demi mengembalikan keindahannya seperti sedia kala sebelum hancur akibat perang.
Destinasi Wisata di Sekitar Kastil

Bagi pelancong yang berkunjung saat renovasi menara sedang berlangsung, terdapat beberapa lokasi alternatif di sekitar Nagoya yang layak dikunjungi. Salah satunya adalah taman tradisional Tokugawa-en yang dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari Stasiun Ozone.
Pengunjung disarankan membeli tiket terusan di Kastil Nagoya jika ingin berhemat saat mengunjungi taman ini. Berjalan-jalan di area taman yang asri ini akan melengkapi pengalaman wisata sejarah Anda di kota Nagoya.
Tidak jauh dari taman tersebut, berdiri Museum Seni Tokugawa yang menyimpan berbagai artefak bersejarah serta peninggalan era samurai yang berkaitan dengan Tokugawa Ieyasu dan keshogunannya. Walaupun kegiatan mengambil foto tidak diperbolehkan di dalam area museum, koleksi yang dipamerkan sebanding dengan harga tiket masuknya.








