Home / Travel / Terbang dari Bandara Regional: Tips Jarang Diketahui untuk Wisata ke Jepang

Terbang dari Bandara Regional: Tips Jarang Diketahui untuk Wisata ke Jepang

A Garuda Flight Heading to Centrair in Aichi Prefecture
Airline passengers arrive from regional airports to Tokyo’s Haneda International Airport

Suatu hari yang dingin dan bersalju di bulan Februari, sebuah kesadaran menghampiri saya. Bagaimana bisa saya begitu tidak peka, padahal hal tersebut sudah ada di depan mata selama ini? Sering kali saat bepergian, sengaja saya lakukan beberapa kesalahan kecil yang biasanya dialami oleh wisatawan asing. Dengan cara ini, saya bisa mengantisipasi berbagai titik kebingungan yang kemudian saya tuangkan dalam bentuk panduan tulisan.

Namun, ada satu hal yang sulit saya tiru secara langsung, yaitu proses kedatangan dan keberangkatan orang-orang ke luar masuk suatu negara. Sebagai penduduk lama di Jepang, saya sempat memiliki titik buta mengenai kebutuhan mutlak para pelancong yang harus kembali ke bandara untuk penerbangan pulang. Sungguh keliru!

Berkaitan dengan hal tersebut, topik yang akan dibahas kali ini adalah memanfaatkan bandara regional sebagai pintu masuk ke Jepang. Trik perjalanan yang jarang dilirik ini sangat cocok bagi wisatawan yang sudah sering berkunjung ke Jepang dan ingin keluar dari jalur wisata umum. Mengapa terbang melalui bandara regional begitu menguntungkan? Sebagai permulaan, ingatlah bahwa setiap turis pada akhirnya harus masuk dan keluar melalui segelintir bandara internasional utama saja.

Akibatnya, awal dan akhir petualangan Anda praktis sudah ditentukan sejak awal, yang bagi sebagian besar pelancong biasanya jatuh di Haneda, Narita, atau Kansai International Airport. Jika memperhitungkan waktu perjalanan dari dan ke bandara-bandara besar ini, seseorang bisa dengan mudah menghabiskan lebih dari sehari hanya di dalam kendaraan.

Untungnya, ada cara lain. Berbanding terbalik dengan mereka yang harus repot kembali ke kota-kota besar, para pelancong cerdas yang mendarat di bandara regional dapat menikmati waktu liburan mereka dengan lebih optimal. Meskipun strategi ini menuntut sedikit perencanaan dan riset mendalam, Anda pada akhirnya akan menghemat tambahan waktu sekitar satu hari penuh.

Metode perjalanan ini sangat efisien bagi mereka yang berangkat dari kawasan Asia karena tingginya ketersediaan penerbangan langsung dari kota-kota seperti Hong Kong atau Seoul. Kendati demikian, bagi pelancong dari belahan dunia barat yang harus transit terlebih dahulu di Asia, masuk ke Jepang melalui rute lokal ini tetap memberikan banyak manfaat. Setidaknya, Anda bisa menghindari kepadatan di bandara-bandara utama sekaligus berkesempatan singgah di negara lain dalam perjalanan.

Contoh Rute Perjalanan

Untuk memperjelas mengapa taktik ini sangat efektif bagi wisatawan berpengalaman di Jepang, mari kita lihat contoh populer saat ini dari penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta ke Nagoya (GA884 dan GA885). Penumpang dapat terbang langsung ke wilayah Jepang bagian tengah tanpa perlu repot melakukan transit di Narita, Haneda, atau Kansai International Airport.

Dari sana, peluang eksplorasi praktis tidak terbatas. Anda bisa langsung menuju Prefektur Mie untuk merasakan pengalaman bersejarah di Ise Jingu, lalu melanjutkan perjalanan menyusuri jalur ziarah Kumano Kodo. Pilihan lainnya, Anda dapat bertolak ke utara menuju Gifu dan menapaki jejak para pedagang Jepang tempo dulu dengan melintasi jalur kuno Nakasendo.

Sebagaimana diakui oleh siapa pun yang pernah singgah di Jepang bagian tengah, kawasan ini menyimpan banyak sekali keindahan tersembunyi. Tentu saja, kunjungan berulang diperlukan untuk menikmati semuanya secara utuh. Meskipun demikian, apakah Anda wajib menggunakan rute spesifik seperti penerbangan Garuda Indonesia tersebut untuk menikmati pesona ini? Tentu saja tidak.

Berkat sistem kereta api Jepang yang luar biasa canggih, seluruh destinasi tetap dapat dijangkau dari mana saja, bahkan bagi mereka yang terpaksa berangkat dari Narita International Airport yang letaknya cukup jauh. Kendati demikian, dengan memilih bandara tujuan yang lokasinya jauh lebih strategis, Anda bisa memangkas waktu transit yang terbuang percuma di atas kereta.

Taktik bandara regional akan bekerja secara maksimal apabila Anda sudah mengincar wilayah tertentu di Jepang untuk dijelajahi. Intinya, Anda mendekatkan titik akhir keberangkatan dengan area yang ingin dituju. Dengan begitu, Anda bisa menikmati keunikan lokal secara mendalam meskipun cakupan wilayahnya lebih spesifik. Oleh karena itu, cara ini paling ideal diterapkan oleh pelancong langganan Jepang yang sudah bosan dengan gaya liburan konvensional Tokyo-Kyoto-Hiroshima.

Sebelum melangkah ke pembahasan berikutnya, ada satu tips tingkat lanjut bagi para pelancong berpengalaman. Jika Anda tertarik mencoba trik bandara regional ini untuk menjelajahi Jepang lebih luas, pertimbangkan untuk memesan dua tiket sekali jalan terpisah. Sebagai contoh, Anda bisa terbang ke Kagoshima dari Hong Kong, menjelajahi seluruh wilayah Jepang barat menggunakan kereta, lalu melanjutkan ke Tokyo untuk mengambil penerbangan pulang.

Atau, mengambil contoh Garuda Indonesia sekali lagi, Anda bisa mendarat di Narita, menikmati suasana Tokyo, bergerak ke Jepang tengah, lalu pulang melalui penerbangan langsung dari Nagoya. Kombinasinya sangat beragam, terutama jika Anda bersedia memesan tiket dari maskapai yang berbeda.

Transit Melalui Asia

Duty free shopping at Haneda International Airport in Tokyo

Sebagaimana disinggung sebelumnya, opsi bandara regional sangat ideal bagi mereka yang memulai perjalanan dari kawasan Asia. Walaupun penerbangan Garuda Indonesia merupakan pilihan fantastis untuk menjelajahi Jepang tengah, Anda tetap harus pergi ke Jakarta terlebih dahulu untuk memanfaatkannya. Bagi pelancong yang berasal dari Amerika Utara atau Eropa, hal ini tentu menjadi kendala tersendiri.

Lantas, apa yang harus dilakukan oleh para pelancong barat? Melalui sedikit riset mendetail, Anda sebenarnya bisa merancang rute perjalanan yang menarik. Memang waktu di udara akan terasa lebih panjang dan durasi transit bisa jadi lebih lama, namun saat ini banyak bandara menyediakan program transit khusus bagi penumpang yang memiliki waktu luang sebelum penerbangan berikutnya. Sambil menunggu, Anda bahkan bisa sekaligus menambah koleksi stempel paspor dari negara tempat transit.

Selain memanfaatkan program transit, detail lain yang patut diperhatikan adalah ketersediaan fasilitas bandara yang lengkap. Sebagai ilustrasi, Singapore’s Changi International Airport menawarkan berbagai daya tarik tersendiri di dalam kompleksnya. Selain berfungsi sebagai pusat transit utama di Asia dengan berbagai penerbangan regional termasuk ke Hiroshima, bandara ini menyediakan beragam pilihan belanja serta kuliner, bahkan memiliki bioskop di dalamnya.

Terminal semacam ini sangat ideal sebagai tempat persinggahan karena Anda dapat menikmati waktu transit dengan nyaman. Namun, strategi transit di Asia ini sebaiknya hanya dipilih jika Anda termasuk tipe orang yang bisa tidur pulas di dalam pesawat, mengingat prosesnya akan melelahkan jika dilakukan tanpa istirahat yang cukup.

Sampai jumpa pada petualangan berikutnya, para pelancong…


Subscribe to My Newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *