Perayaan satu dekade waralaba anime Bungo Stray Dogs digelar dalam ajang Anime NYC 2026, menyoroti perjalanan panjang serial utamanya serta musim kedua dari anime sempalan Bungo Stray Dogs WAN! 2. Serial yang dikenal karena menggunakan nama sastrawan terkenal untuk karakter-karakter berkekuatan khusus ini mengikuti kisah Atsushi Nakajima. Setelah diusir dari panti asuhan dan hampir mati kelaparan, Atsushi tidak sengaja menyelamatkan Osamu Dazai yang mencoba bunuh diri di sungai. Dazai kemudian merekrut Atsushi untuk bergabung dengan Armed Detective Agency, sebuah organisasi yang berisikan orang-orang dengan kemampuan unik untuk menyelesaikan berbagai kasus misteri yang dihindari oleh pihak kepolisian maupun militer. Sepanjang tahun 2016 hingga 2023, Bungo Stray Dogs telah menayangkan lima musim dengan total 51 episode, sementara Bungo Stray Dogs WAN! 2 perdana mengudara pada Juli 2026.
Sebagai bagian dari perayaan hari jadi tersebut, kami mendapat kesempatan untuk berbincang dengan dua sosok penting di balik layar pembuatan anime ini, yaitu Yuto Uemura selaku pengisi suara Jepang untuk karakter Atsushi, serta Chiaki Kurakane yang menjabat sebagai produser serial. Diskusi kami membahas berbagai hal, mulai dari inspirasi sastra di balik Bungo Stray Dogs hingga perbedaan pendekatan dalam menggarap Bungo Stray Dogs WAN! 2.
Beberapa bagian dari wawancara ini telah disunting secara ringkas agar lebih mudah dipahami. Wawancara ini dilaksanakan dengan bantuan seorang penerjemah.
Refleksi Satu Dekade Perjalanan Bungo Stray Dogs
Q: Waralaba anime ini telah mencapai usia 10 tahun dengan menghadirkan berbagai musim, sebuah film layar lebar, dan serial sempalan. Bagaimana pandangan Anda mengenai terciptanya begitu banyak konten yang memiliki daya tarik kuat ini?
Uemura-san: Hal ini juga sangat saya rasakan dalam panel hari ini, di luar sana ada begitu banyak cinta dan antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh para penggemar terhadap serial ini. Tugas kami di sisi produksi adalah mendalami peran masing-masing dan mencari cara terbaik untuk mempersembahkan karya ini kepada penonton. Ketika para penggemar menerima hal tersebut, mereka benar-benar meresapinya dan menjadikannya sesuatu yang dekat dengan diri mereka sendiri. Keberhasilan serial ini untuk bertahan selama ini pada dasarnya berkat cara unik para penggemar dalam merangkul serta menikmati karya ini.
Kurakane-san: Faktor kesuksesan ini bermula dari kedalaman dunia yang dibangun oleh Asagiri-sensei, dipadukan dengan keindahan visual karya Harukawa-sensei, serta kekuatan animasi luar biasa yang diproduksi oleh BONES. Komponen keempat yang menjadi kunci kesuksesan tentu saja adalah para penggemar yang menyambut karya ini dengan penuh kecintaan dan semangat yang tinggi.
Kaitan dengan Karya Sastra Klasik dan Kunjungan ke Museum
Q: Seiring berjalannya cerita, banyak karakter yang terinspirasi dari tokoh-tokoh sastra terkemuka diperkenalkan. Apakah serial ini memotivasi Anda untuk mendalami lebih jauh atau membaca karya-karya mereka?
Uemura-san: Saya sempat membaca ulang karya-karya Nakajima Atsushi, penulis yang menjadi inspirasi bagi karakter saya. Kemampuan karakter saya, Beast Beneath the Moonlight, diadaptasi dari buku berjudul Moon Over the Mountain. Saya pertama kali membaca karya tersebut ketika masih menjadi seorang pelajar. Membacanya kembali saat usia dewasa membuat saya mampu memahami kedalaman isinya secara lebih baik. Meskipun penulis dan karakternya tidak sepenuhnya identik, dalam membawakan peran Atsushi, saya berusaha keras untuk merepresentasikan konflik yang terkandung di dalam kisah tersebut.
Kurakane-san: Bungo Stray Dogs sering kali mengadakan kolaborasi dengan berbagai museum sastra di Jepang. Di sana, mereka memamerkan naskah asli dari para pengarang tersebut. Saya sangat menikmati kunjungan ke museum-museum itu untuk melihat koleksinya secara langsung. Pihak KADOKAWA bahkan telah memproduksi versi cetak dari karya-karya asli tersebut dengan ilustrasi karakter serial ini di sampulnya. Saat ini totalnya ada 28 buku, dan saya memiliki semuanya.
Q: Apakah Anda memiliki museum atau koleksi favorit dari kunjungan tersebut?
Kurakane-san: Pertama ada Museum Nakahara Chuya di Yamaguchi, lalu Kanagawa Modern Literary Museum di Yokohama, serta Museum Shayokan untuk Dazai Osamu di Aomori.
Saya akan mencatat tempat-tempat itu ke dalam daftar perjalanan saya.
Uemura-san: Saya juga pernah mengunjungi museum yang kedua. Waktu itu mereka sedang mengadakan pameran surat-surat pribadi yang ditulis oleh Nakajima Atsushi. Sebagai bagian dari pameran kolaborasi dengan Bungo Stray Dogs, stiker gambar karakter Atsushi ditempel di berbagai sudut ruangan, sehingga pengalaman itu terasa sangat menyenangkan. Kebetulan saya memiliki lisensi mengajar, dan Nakajima Atsushi di dunia nyata dulunya juga seorang guru, jadi hal itu terasa sangat menarik bagi saya.
Perbedaan Pendekatan Antara Serial Utama dan Bungo Stray Dogs WAN!
Q: Uemura-san, Bungo Stray Dogs WAN! memiliki nuansa dan tempo yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan anime utamanya. Bagaimana rasanya harus berganti peran dalam menampilkan sosok Atsushi di dua format yang berbeda ini?
Uemura-san: Secara garis besar, kedua serial ini disajikan dan diproduksi dengan cara yang sangat berbeda. Serial utamanya bernuansa serius dan memperlihatkan banyak pergulatan batin serta kekhawatiran yang dialami Atsushi dalam menghadapi alur cerita. Oleh karena itu, saya sangat berfokus pada emosi internal Atsushi—yang terkadang tidak tertulis secara tersurat di dalam naskah—saat menghidupkan karakter tersebut. Pendekatan ini berlaku bagi seluruh karakter di serial utama, di mana apa yang mereka rasakan di dalam hati memegang peranan penting. Di sisi lain, dalam Bungo Stray Dogs WAN!, energi dari situasi yang sedang terjadi di saat itu jauh lebih diutamakan. Saya berusaha untuk tidak berpikir terlalu rumit dan mengandalkan insting serta perasaan spontan. Salah satu hal paling menyenangkan dari Bungo Stray Dogs WAN! adalah kemunculan interaksi antar karakter yang tidak pernah terjadi di serial utama. Jadi, setiap kali saya mengerjakan Bungo Stray Dogs WAN!, saya mencoba melepaskan beban cerita utama dan menikmati prosesnya dengan cara yang santai.
Q: Kurakane-san, serial ini dipenuhi oleh karakter-karakter berkarakteristik kuat yang saling melengkapi. Apakah penokohan yang begitu intens ini membuat proses pemilihan pengisi suara menjadi sulit?
Kurakane-san: Sebenarnya proses casting tidak terlalu sulit. Prioritas utama kami adalah memastikan bahwa pengisi suara yang dipilih selaras dengan visi Sutradara Igarashi. Selain itu, pengarah suara Wakabayashi-san juga memberikan banyak masukan mengenai siapa pengisi suara yang paling tepat untuk setiap karakter berdasarkan kepribadian dan motif internal mereka. Sebagian besar keputusan casting diserahkan sepenuhnya kepada mereka berdua, dan saya tinggal menerima hasil akhirnya saja, jadi tugas saya terbilang cukup mudah. Sutradara Igarashi memiliki pemahaman yang sangat mendalam terhadap karya ini serta menjalin komunikasi yang intens dengan sang pencipta, Asagiri-sensei, yang menjadi alasan utama mengapa kami selalu berhasil memilih orang yang tepat untuk setiap peran.
Harapan Karakter dan Suasana di Ruang Rekaman
Q: Untuk kalian berdua, karakter Bungo Stray Dogs manakah yang ingin Anda lihat lebih banyak porsinya dalam Bungo Stray Dogs WAN!?
Uemura-san: Saya ingin melihat lebih banyak kemunculan Lucy. Meskipun karakter saya, Atsushi, tidak terlibat, ada satu episode yang menampilkan Lucy dan Kyoka bersama-sama, dan saya sangat menikmati episode tersebut. Sangat menyenangkan melihat dinamika hubungan mereka tanpa kehadiran Atsushi di antara mereka, di mana mereka terlihat seperti kakak beradik yang menghangatkan hati. Kedua karakter ini sangat memahami Atsushi, sehingga akan sangat seru untuk menyaksikan interaksi mereka lebih sering.
Kurakane-san: Di dalam Bungo Stray Dogs WAN! 2, jumlah karakternya bertambah banyak dengan hadirnya kelompok Hunting Dogs dan Decay of the Angel, sehingga waktu layar untuk karakter-karakter dari Detective Agency menjadi berkurang. Kunikida bisa dibilang bertindak sebagai figur ibu di Detective Agency, jadi kehadirannya selalu membuat anggota lain merasa tenang. Bungo Stray Dogs WAN! 2 terasa kekurangan sosok Kunikida, membuat para karakter seperti ditinggal oleh figur ibu mereka untuk sementara waktu dan memunculkan sedikit kekhawatiran bagi saya, jadi akan menyenangkan jika ia bisa segera kembali mengurus ‘anak-anaknya’.
Q: Uemura-san, seperti apa suasana selama proses produksi berlangsung, mengingat banyaknya karakter yang muncul di berbagai bagian cerita? Menurut Anda, karakter siapakah yang paling mampu memunculkan sisi menarik dari diri Atsushi?
Uemura-san: Karena saya sudah terlibat dalam serial ini selama 10 tahun, sesi rekaman terasa seperti pulang ke rumah sendiri. Pengarah suara, Wakabayashi-san, selalu memberikan banyak ruang bagi saya untuk menantang diri dan berkembang. Suasana di studio rekaman pun selalu terasa hidup. Mengenai karakter yang paling mampu mengeluarkan sisi menarik Atsushi, jawabannya mungkin adalah Dazai. Ia adalah senior di agensi sekaligus orang yang menyeret Atsushi masuk ke dunia ini. Dazai adalah sosok misterius yang sulit ditebak isi pikirannya. Terkadang ia bertindak dengan penuh pertimbangan terhadap Atsushi, namun di lain waktu Atsushi justru berhasil melampaui ekspektasi Dazai. Saya sangat menikmati cara kerja sama keduanya dalam melindungi kota Yokohama.
Tantangan dalam Menghidupkan Karakter
Q: Tantangan apa saja yang Anda hadapi selama terlibat dalam pengerjaan Bungo Stray Dogs?
Uemura-san: Dalam serial utamanya, pergeseran mental dan perasaan Atsushi terkadang sangat halus, dan itu cukup sulit untuk dibawakan. Atsushi bisa menunjukkan sisi kepribadian yang berbeda tergantung dengan siapa ia berinteraksi, seperti saat berhadapan dengan Akutagawa atau Kyoka, sehingga membedakan nuansa tersebut merupakan sebuah tantangan tersendiri. Saya diberikan kebebasan penuh dalam menentukan cara membawakannya, tetapi berkolaborasi dengan para pengisi suara lain untuk menghasilkan kualitas terbaik tetap membutuhkan kerja keras.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Yuto Uemura dan Chiaki Kurakane karena telah meluangkan waktu untuk berbincang bersama kami dalam ajang Anime NYC tahun ini. Seluruh episode Bungo Stray Dogs, beserta film layar lebar Bungo Stray Dogs – DEAD APPLE yang dirilis pada tahun 2018, dapat disaksikan secara streaming melalui Crunchyroll.
© Kafka Asagiri, Neco Kanai, Sango Harukawa/KADOKAWA/Bungo Stray Dogs WAN! Partners








