Perjalanan domestik di Jepang sering kali dicap mahal, terutama bagi para wisatawan dengan anggaran terbatas. Sering kali tampak membingungkan bagaimana orang-orang mampu membiayainya, padahal moda transportasi yang populer sebenarnya sulit dijangkau oleh sebagian besar masyarakat. Kendati demikian, bukan berarti Anda tidak bisa mengunjungi berbagai destinasi menarik di negara ini—termasuk tempat-tempat tersembunyi—dengan anggaran hemat.
Sejauh ini, cara paling ekonomis untuk berkeliling Jepang adalah dengan menggunakan bus malam atau bus jarak jauh (highway bus). Meskipun membutuhkan sedikit lebih banyak perencanaan dibandingkan menaiki Shinkansen, moda transportasi ini menawarkan harga yang jauh lebih murah. Pada musim sepi, tiket perjalanan dari Tokyo ke Nagoya bisa didapatkan seharga 1.500 yen saja, atau ke Osaka hanya 2.000 yen. Bus dari Tokyo menuju wilayah Jepang bagian utara, tengah, dan daerah lainnya juga tersedia secara luas.
Tantangan dalam Memesan Bus Jarak Jauh

Namun, keuntungan harga murah ini datang dengan beberapa kendala bagi pelancong asing. Pertama, hanya ada segelintir perusahaan bus yang menyediakan situs web berbahasa Inggris, dan biasanya harganya lebih mahal daripada situs berbahasa Jepang. Meskipun tetap jauh lebih terjangkau dibanding kereta api, pilihan destinasinya pun kerap terbatas. Meski begitu, dengan sedikit bantuan, Anda biasanya bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik.
Cara termudah untuk menavigasi situs berbahasa Jepang tentu saja dengan meminta bantuan warga lokal atau kenalan yang ada di sana. Langkah ini akan menghindarkan Anda dari potensi frustrasi selama berjam-jam. Jika Anda bepergian sendirian dan belum mengenal siapa pun di Jepang, alternatif lainnya adalah meminta tolong kepada staf di resepsionis hotel atau tempat menginap Anda.
Selain itu, layanan penerjemah seperti Google Translate kini cukup membantu untuk memahami situs berbahasa Jepang secara mandiri. Terlepas dari kemajuan teknologi terjemahan, ada beberapa istilah penting yang perlu Anda kenali. Pertama adalah 往復 (dibaca “Ōfuku”) yang berarti tiket pulang-pergi. Istilah penting lainnya adalah 片道 (dibaca “Katamichi”) yang berarti sekali jalan. Memahami dua kata ini akan sangat membantu Anda saat melakukan pemesanan.
Cara Memesan Tiket Bus dalam Bahasa Jepang

Ada beberapa situs penyedia bus, namun platform yang sangat direkomendasikan adalah Bushikaku.net karena mampu membandingkan harga, fasilitas, dan waktu keberangkatan dari berbagai perusahaan sekaligus. Setelah menemukan bus yang sesuai, tautan di situs tersebut akan mengarahkan Anda langsung ke halaman perusahaan bus terkait. Beberapa operator populer yang patut diperhatikan antara lain Sakura Kanko dan Willer Express.
Saat memesan bus dari atau ke Tokyo dan Osaka, pastikan untuk memeriksa lokasi titik penurunan penumpangnya pada peta. Beberapa terminal terletak sangat jauh dari stasiun kereta terdekat, yang berarti Anda harus berjalan kaki cukup jauh. Berhati-hatilah dengan layanan Willer Express dari Umeda atau Ikebukuro, karena titik keberangkatannya terletak begitu jauh dari stasiun sehingga cukup membingungkan bagi pelancong.

Sayangnya, kesulitan sebenarnya baru dimulai setelah Anda menemukan bus yang diinginkan. Sebagian besar perusahaan di Jepang mewajibkan Anda mendaftarkan nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, dan alamat di Jepang. Anda memang bisa menggunakan alamat tempat menginap, namun sistem juga akan meminta nomor telepon Jepang untuk menyelesaikan proses tersebut. Beberapa situs tidak melakukan verifikasi nomor, tetapi ada pula yang memerlukan konfirmasi SMS.
Jika Anda tidak memiliki nomor telepon Jepang—seperti kebanyakan pelancong pada umumnya—jalan keluarnya adalah kembali meminta bantuan teman. Jika hal itu tidak memungkinkan, Anda mungkin perlu memilih operator bus lain. Untuk Sakura Kanko, Anda bisa menggunakan nomor telepon rumah atau hotel tempat Anda menginap. Pastikan untuk memasukkannya tanpa tanda hubung agar tidak terjadi kesalahan sistem.
Jika tahap ini berhasil dilewati, langkah terakhir adalah memasukkan nama dan memilih metode pembayaran. Jika Anda memiliki akses ke mesin cetak, cara termudah adalah membayar dengan kartu kredit dan mencetak tiketnya sendiri untuk menghindari kerumitan. Perlu diingat, salinan digital tidak akan berlaku di Jepang karena negara ini masih mengandalkan dokumen fisik.

Jika Anda tidak dapat menemukan printer di tempat menginap, membayar di minimarket adalah pilihan terbaik. Proses ini biasanya menggunakan mesin seperti Lawson’s Loppi atau alternatif serupa. Caranya melibatkan pemilihan kategori pembelian lalu memasukkan nomor reservasi Anda. Dari mesin tersebut, Anda akan mendapatkan struk yang harus dibawa ke kasir untuk mencetak tiket fisik.
Prosedur ini tentu bisa sangat menantang bagi warga asing. Bahkan warga lokal pun terkadang mengalami kesulitan saat mengoperasikan mesin-mesin ini, jadi meminta bantuan staf minimarket adalah keputusan yang bijak daripada mencoba melakukannya sendiri dan berisiko menimbulkan masalah baru.
Alternatif Melalui Situs Berbahasa Inggris

Jika Anda ingin menjaga kewarasan dan menghindari rumitnya proses pemesanan berbahasa Jepang, alternatifnya adalah menggunakan situs web berbahasa Inggris. Meskipun harganya tidak semurah yang ditawarkan di situs khusus berbahasa Jepang seperti Bushikaku.net, cara ini jauh lebih praktis.
Berikut adalah beberapa perusahaan bus yang menyediakan situs web dalam bahasa Inggris, meskipun beberapa di antaranya mungkin menawarkan rute yang lebih terbatas dibandingkan versi Jepangnya:
- Willer Express
- Highway-Buses.jp
- Japan Bus Online
Perbedaan harga yang cukup jauh untuk rute yang sama umumnya dipengaruhi oleh faktor layanan dan fasilitas tambahan. Beberapa bus dilengkapi stopkontak untuk mengisi daya ponsel atau laptop, sementara yang lain menawarkan kursi yang lebih luas. Jika tidak keberatan membayar lebih, Anda bahkan bisa mendapatkan fasilitas seperti selimut, bantal leher, dan Wi-Fi gratis di dalam bus.
Tips Tambahan Naik Bus Jarak Jauh di Jepang

Bagi yang baru pertama kali naik bus jarak jauh di Jepang, usahakan datang lebih awal. Beberapa terminal bus cukup sulit ditemukan, dan Anda tentu tidak ingin tertinggal. Sebaiknya ambil tangkapan layar atau cetak peta lokasi keberangkatan sebelumnya, serta jangan ragu bertanya kepada petugas stasiun karena sebagian besar dari mereka kini mampu berbahasa Inggris.
Mengenai penempatan tempat duduk, pihak staf biasanya akan mengelompokkan penumpang berdasarkan jenis kelamin yang sama. Jika Anda bepergian secara berpasangan, Anda kemungkinan besar akan tetap duduk berdampingan kecuali pada kondisi tertentu yang sangat padat di musim liburan.
Kesimpulannya, meskipun tidak sek prática Shinkansen, bus jarak jauh adalah cara yang sangat ampuh untuk menekan anggaran perjalanan di Jepang. Kendati memiliki beberapa tantangan tersendiri, hal tersebut justru bisa menjadi kesempatan bagus untuk berinteraksi lebih dekat dengan warga lokal.








