Home / Anime / Wawancara: Peran Anji Iwata sebagai Yamada di You and I Are Polar Opposites

Wawancara: Peran Anji Iwata sebagai Yamada di You and I Are Polar Opposites

1788890780 ee815c053bccd2bfcf027fa48dba814f 1024x576 1

Dalam kunjungan pertamanya ke konvensi AnimagiC di Jerman, pengisi suara Anji Iwata membagikan pengalamannya dalam memerankan karakter Kentaro Yamada untuk serial anime You and I Are Polar Opposites. Selain mengisi sesi tanya jawab dan panel sulih suara langsung, Iwata juga menyempatkan diri untuk menyapa para penggemar lewat sesi tanda tangan. Dalam wawancara ini, ia bercerita tentang perjalanannya mendapatkan peran tersebut serta suka duka menghidupkan karakter Yamada.

1788890813 5d6d3c11c9a3e130469f7b9d62fd87e3

Kiri: ©Kocha Agasawa/SHUEISHA, You and I Are Polar Opposites Committee

Beberapa bagian dari wawancara ini telah disunting agar lebih mudah dipahami. Wawancara ini dilaksanakan dengan bantuan seorang penerjemah.

P: Apakah Anda sudah mengenal manga aslinya saat dikonfirmasi mendapat peran sebagai Yamada?

J: Ya, saya merupakan penggemar berat manga tersebut, terutama karakter Yamada. Dulu saya sempat merekam sampel suara saya sendiri dan menyerahkannya kepada pihak manajemen. Saya berpesan kepada mereka, “Jika ada kesempatan untuk peran Yamada, tolong kirimkan sampel suara ini.” Tak lama kemudian, saya mengikuti audisi dan akhirnya berhasil mendapatkan peran tersebut. Saya sangat bahagia mendengarnya.

P: Bagaimana reaksi pertama Anda saat menerima pengumuman tersebut?

J: Saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa, jadi saya sedang berada di ruang kelas ketika pihak manajemen menelepon. Biasanya agensi menghubungi saya lewat email, jadi begitu mendapat panggilan telepon, saya langsung berasumsi ini pasti hal yang penting dan bergegas mengangkatnya. Saya berjalan ke ruang terbuka untuk menerima panggilan itu. Karena begitu gembira, saya tanpa sadar berseru, “Eh!? Wah, serius? Kamu nggak main-main kan?” Saya sempat merasa sedikit malu karena suara saya terlalu kencang dan bisa didengar orang banyak.

P: Bagaimana kesan pertama Anda terhadap Yamada, dan apakah pandangan itu berubah hingga saat ini?

J: Awalnya, saya mengira Yamada adalah orang yang sederhana dan bertindak tanpa banyak berpikir. Namun, seiring berjalannya cerita hingga musim kedua, khususnya dalam hubungannya dengan Nishi, saya menyadari bahwa Yamada sebenarnya justru banyak memikirkan berbagai hal sebelum bertindak. Selama sesi rekaman musim kedua, saya mendapat lebih banyak dialog monolog. Sekarang, saya melihat Yamada sebagai sosok yang justru tipe pemikir berat.

P: Yamada bertransformasi dari karakter komedi menjadi bagian dari pasangan romantis dalam anime ini. Bagaimana hal tersebut memengaruhi cara Anda membawakannya?

J: Sebenarnya saya tidak secara sengaja mengubah interpretasi saya terhadap Yamada. Perubahan itu tidak terjadi secara sadar, tetapi saya terbawa oleh perasaan Yamada seolah-olah saya bertumbuh bersama dengannya. Perubahan itu mengalir begitu saja secara alami. Bisa dibilang, di setiap sesi rekaman, saya benar-benar menyatu dengan diri Yamada.

P: Adegan mana yang paling berkesan dan menyenangkan untuk diperankan sejauh ini?

J: Momen paling menyenangkan bagi saya ada pada proses rekaman episode 13. Di episode itu, para karakter mengadakan pesta ayam goreng di sekolah. Kami selaku para pengisi suara utama juga sudah sangat akrab karena menghabiskan banyak waktu bersama di studio, jadi kami pun sempat mengadakan pesta kecil di studio rekaman. Suasana hangat dari pesta dalam cerita itu seolah menular ke ruang rekaman, begitu pula sebaliknya. Saya sangat menyukai momen tersebut.

P: Adegan mana yang paling sulit untuk dibawakan?

J: Mungkin karena saya masih pendatang baru di dunia pengisian suara (Yamada adalah peran besar pertama saya di anime), saya merasa episode 12 cukup sulit. Pada episode tersebut, Yamada dan Nishi dikisahkan berkencan di kawasan pecinan Yokohama. Yamada memiliki banyak sekali dialog dan kebetulan itu adalah episode penutup musim, sehingga saya merasakan tanggung jawab besar untuk melakukannya dengan benar dan sempat merasa gugup. Namun, begitu rekamannya selesai, saya merasakan kepuasan tersendiri.

P: Menurut Anda, apa kelebihan dan kekurangan terbesar dari Yamada?

J: Kelebihan sekaligus kekurangan Yamada terletak pada sikapnya yang blak-blakan. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ia sering bertindak sebelum berpikir, yang mana sifat ini bisa menjadi nilai plus sekaligus minus. Hal itu menjadi kelebihan saat ia berinteraksi dengan Nishi—misalnya ketika ia berani meminta nomor telepon atau mengajak berteman. Secara keseluruhan, Yamada sangat mudah terbuka kepada Nishi sehingga hubungan mereka bisa berkembang. Di sisi lain, sifat itu juga bisa menjadi kelemahan; jika Anda ingat di episode pertama, saat Suzuki meminta Tani menjadi kekasihnya, Yamada tanpa pikir panjang langsung bertanya apakah mereka sudah berpacaran.

P: Apakah Anda merasa memiliki kesamaan sifat dengan Yamada?

J: Kami sama-sama orang yang jujur. Kami berdua ingin perasaan kami terlihat apa adanya; kami tidak jago berbohong—semuanya mengalir begitu saja. Saya pribadi selalu berusaha menjadi orang yang terbuka kepada siapa pun.

P: Jika Anda bisa bertemu Yamada di dunia nyata, nasihat apa yang ingin Anda sampaikan kepadanya?

J: Saya sudah memikirkan hal ini cukup lama. Yamada adalah orang yang sangat baik dan saya merasa tidak ada hal khusus yang perlu saya nasihati darinya. Justru, saya banyak belajar dari kepribadiannya, jadi saya lebih ingin mendengarkan nasihat dari Yamada atau menjadi sahabatnya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Anji Iwata dan Crunchyroll atas kesempatan wawancara ini, yang telah memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai karakter Yamada.

Jangan lewatkan episode-episode terbaru dari You and I Are Polar Opposites Season 2 yang saat ini dapat disaksikan di Crunchyroll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *