Sebagian besar wisatawan mancanegara biasanya hanya mengunjungi Nara sebagai destinasi liburan singkat selama satu hari dari Osaka atau Kyoto. Setibanya di sana, mereka langsung bergegas menuju tempat-tempat populer seperti Todai-ji’s Daibutsu dan Kasuga Taisha. Kendati destinasi tersebut sangat luar biasa dan patut dikunjungi, Nara sebenarnya menyimpan jauh lebih banyak keindahan di luar area mainstream tersebut. Tentu saja, menikmati lebih banyak sudut kota ini memerlukan alokasi waktu tambahan, dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan memesan akomodasi langsung di kota Nara.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda sebaiknya meluangkan waktu untuk menginap semalam di Nara. Berada di lokasi sejak pagi hari akan memberi Anda keleluasaan lebih besar untuk menjelajahi berbagai penawaran menarik lainnya, bahkan jika Anda hanya datang pada sore hari setelah berkeliling Osaka atau Kyoto. Selain itu, jika Anda berencana untuk mengeksplorasi lebih jauh wilayah di luar ibu kota prefektur, persiapan waktu ini akan sangat membantu. Yang jelas, wilayah ini menawarkan pengalaman yang jauh lebih kaya daripada sekadar apa yang biasanya disaksikan oleh turis kebanyakan.
1.) Shika Yose di Nara Park

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Nara Park dihuni oleh kawanan rusa yang menggemaskan sekaligus usil, yang menjadi salah satu alasan utama wisatawan datang ke sini. Namun, banyak pengunjung sering melewatkan tradisi unik yang disebut Shika Yose atau ritual pengumpulan rusa. Di pagi hari tertentu sepanjang tahun, sekawanan rusa akan berlari menuju area terbuka di dekat Nara National Museum. Karena dimulai sangat pagi, acara ini jauh lebih mudah dinikmati jika Anda sudah menginap di Nara, alih-alih harus mengejar kereta super pagi dari kota lain.
Bagi yang belum berkesempatan datang langsung, siaran langsung Shika Yose kerap dibagikan melalui akun Instagram resmi Nara City Tourism. Jika Anda sedang berada di Jepang, jadwal acara ini dapat dicek secara daring atau dengan menanyakannya langsung di pusat informasi wisatawan stasiun kereta Nara.
2.) Menginap Semalam di Kuil

Berbeda dengan Gunung Koya di Wakayama, Nara tidak terlalu terkenal dengan tradisi shukubo atau penginapan kuilnya. Sebagai mantan ibu kota yang menyimpan beberapa kuil tertua di Jepang, kota ini sebenarnya hanya memiliki segelintir lokasi yang menawarkan fasilitas menginap bagi pelancong. Salah satunya adalah Ryosen-ji yang terletak di bagian barat kota. Kompleks kuil ini menyambut para tamu yang ingin merasakan pengalaman menginap autentik, menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan yang belum sempat mencoba shukubo di wilayah lain.
Pastikan saja Anda tidak melewatkan ritual pagi yang disebut tsutome…
3.) Belajar Langsung dari Seniman Lokal

Di balik popularitas destinasi utamanya, Nara juga menjadi rumah bagi banyak perajin berbakat yang menawarkan pengalaman interaktif di bengkel kerja mereka. Selama kendala bahasa dapat diatasi, Anda bisa belajar mengenai arang kaligrafi dari produsen master, membuat ujung kuas dari bulu hewan asli, atau mengagumi karya seni keramik dari kiln lokal. Beberapa pengalaman menarik yang dapat disaksikan di antaranya:
- Mempelajari pembuatan tinta kaligrafi di Kinko-en
- Mempelajari pembuatan keramik Akahada bersama Gyozo Furuse
- Membuat kuas kaligrafi bersama Tanaka-san
- Menikmati upacara minum teh bersama seorang biksu di Jurin-in
Aktivitas-aktivitas ini memperlihatkan sisi lain Prefektur Nara yang jarang dijamah oleh wisatawan pada umumnya. Keberadaan para perajin ini tidak terlepas dari sejarah panjang Nara sebagai salah satu ibu kota kuno Jepang, di mana berbagai seni tradisional berkembang pesat seiring masuknya ajaran Buddha dari daratan utama.
4.) Menikmati Matahari Terbenam

Karena sebagian besar pelancong datang hanya untuk kunjungan sehari, mereka sering melewatkan salah satu pemandangan paling menakjubkan di kota ini, yaitu matahari terbenam dari puncak Gunung Wakakusa. Jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa berkendara hingga ke area parkir dekat puncak. Namun, berjalan kaki dari Nara Park juga merupakan pilihan yang sangat memungkinkan karena ketinggian gunung ini hanya sekitar 342 meter dan jalurnya relatif bersahabat bagi siapa saja yang tidak memiliki kendala mobilitas.
Apabila berkunjung pada musim dingin, mengenakan jaket tahan angin sangat disarankan karena embusan udaranya bisa terasa sangat dingin di area terbuka.
5.) Suasana Malam Hari di Nara

Meskipun tidak terkenal dengan kehidupan malamnya yang hiruk-pikuk, Nara memiliki berbagai tempat makan lokal yang sangat bagus untuk dikunjungi. Kota ini juga memiliki sejumlah pabrik sake di mana pengunjung dapat mencicipi berbagai produk mereka di restoran-restoran setempat. Selain itu, berbagai acara malam sering diselenggarakan tergantung pada musimnya, yang semakin memperkuat alasan untuk bermalam di kota ini.
Informasi mengenai agenda acara selama kunjungan Anda dapat dilihat langsung melalui situs web resmi kota Nara.
Eksplorasi Lebih Lanjut di Prefektur Nara

Berbagai rekomendasi di atas baru permulaan dari apa yang bisa dieksplorasi di Nara. Baik di area pusat kota maupun di seluruh penjuru prefektur, wilayah ini menyimpan potensi wisata yang bahkan cukup untuk dinikmati selama beberapa minggu.
Sebagai rekomendasi penutup bagi para penggemar Kimetsu-no-Yaiba, Anda dapat mengunjungi Yagyu Village yang berada di dalam wilayah kota Nara. Di desa ini terdapat Itto-seki, sebuah batu terbelah yang menjadi inspirasi adegan latihan Tanjiro bersama Urokodaki Sakonji. Selain itu, desa ini juga merupakan tempat kelahiran salah satu aliran ilmu pedang paling termasyhur di Jepang, yaitu Yagyu Shinkage-Ryu, menjadikannya permata tersembunyi yang sangat layak masuk dalam daftar kunjungan Anda.








