Sebagai ibu kota Prefektur Kagawa yang terletak di bagian timur laut pulau Shikoku, Takamatsu City menyimpan sejarah panjang sebagai kota kastil dan pintu gerbang utama dari Honshu sebelum Jembatan Seto Ohashi dibangun pada tahun 1988. Wilayah ini menawarkan berbagai daya tarik wisata yang luar biasa, mulai dari salah satu kastil tepi laut terbaik di Jepang hingga taman tradisional yang sangat memukau. Selain kaya akan sejarah dan budaya, lokasinya yang strategis juga menjadikannya tempat singgah yang ideal untuk menjelajahi wilayah Shikoku.
Pada masa pemerintahan Keshogunan Tokugawa di zaman Edo, Takamatsu memegang peranan penting secara strategis karena letaknya yang menghadap langsung ke Laut Pedalaman Seto. Kendati demikian, dalam beberapa tahun terakhir, banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke kota ini untuk menikmati seni kontemporer. Keberadaan pulau-pulau seni terdekat seperti Naoshima dan Teshima, serta pameran seni Setouchi Triennale yang diadakan tiap tiga tahun sekali, membuat aksesibilitas ke kawasan ini semakin populer di kalangan pelancong global.
Cara Menuju ke Sana

Pilihan transportasi menuju Takamatsu City sangat bergantung pada titik keberangkatan Anda. Jika Anda berangkat langsung dari Tokyo, opsi tercepat adalah dengan naik pesawat menuju Bandara Takamatsu dari Bandara Haneda. Namun, bagi Anda yang ingin memaksimalkan penggunaan tiket kereta seperti JR Rail Pass, perjalanan darat menggunakan kereta menuju JR Takamatsu Station via Jembatan Seto Ohashi adalah pilihan yang tepat.
Untuk merencanakan rute perjalanan di Jepang secara efisien, Anda dapat memanfaatkan layanan seperti Jorudan. Di samping itu, perjalanan laut menggunakan kapal feri dari Himeji atau pelabuhan lainnya juga patut dipertimbangkan. Jalur laut ini menawarkan cara yang santai dan pemandangan indah untuk menikmati keindahan alam serta pulau-pulau di kawasan Laut Pedalaman Seto.
Pesona Ritsurin Garden

Destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di Takamatsu City adalah Ritsurin Garden. Kompleks taman seluas 75 hektare dengan latar belakang Gunung Shiun ini menampilkan lanskap taman tradisional Jepang yang sangat memukau. Dengan enam kolam, tiga belas bukit buatan, serta sekitar 1.400 pohon pinus yang dibentuk dengan teliti, taman ini menyajikan pemandangan indah di setiap musim, mulai dari bunga sakura di musim semi hingga hamparan salju di musim dingin.
Pembangunan Ritsurin Garden dimulai pada awal abad ke-17 oleh para penguasa feodal Sanuki Province dan terus disempurnakan selama lebih dari satu abad. Meskipun tidak termasuk dalam daftar resmi “tiga taman terindah di Jepang” bersama Kenroku-en di Kanazawa, Koraku-en di Okayama, dan Kairaku-en di Mito, banyak pengunjung menilai Ritsurin Garden memiliki keindahan yang jauh lebih konsisten sepanjang tahun.
Lokasi taman ini berada di pusat kota dan sangat mudah dijangkau menggunakan bus lokal atau kereta dari JR Takamatsu Station menuju Stasiun Ritsurinkoen-Kitaguchi di Jalur Kotoden. Harga tiket masuknya pun terjangkau, sehingga Anda disarankan meluangkan waktu setidaknya beberapa jam untuk menikmati keindahan areanya secara leluasa.
Takamatsu Castle dan Tamamo Park

Kastil Takamatsu merupakan salah satu benteng tepi laut paling terkenal dari zaman Edo. Keunikan dari kastil ini terletak pada sistem paritnya yang mengalirkan air laut secara langsung dari Laut Pedalaman Seto. Saat ini, kompleks kastil tersebut telah bertransformasi menjadi Tamamo Park yang merawat gerbang Mizutegomon serta tiga menara pengawas yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang.
Dibangun pada akhir abad ke-1500 di bawah penguasa Sanuki Province dan kemudian dikelola oleh Klan Matsudaira, benteng ini berfungsi ganda sebagai pertahanan militer sekaligus akses pelabuhan yang strategis. Pengunjung Tamamo Park kini dapat menikmati sisa-sisa reruntuhan kastil, menaiki dek observasi, serta memberi makan ikan bream yang hidup di dalam parit air asin menggunakan pelet khusus dari mesin kapsul.
Menikmati Kelezatan Sanuki Udon

Kunjungan ke Takamatsu City belum lengkap tanpa mencicipi Sanuki Udon, kuliner khas Prefektur Kagawa yang sangat terkenal dengan teksturnya yang kenyal dan cita rasa yang gurih. Wilayah ini bahkan sering dijuluki sebagai “Prefektur Udon” berkat popularitas hidangan mi tersebut. Disajikan hangat dalam kaldu kaya rasa atau dingin dengan saus celup, Sanuki Udon diolah menggunakan tepung terigu pilihan, garam, dan air berkualitas.
Berbagai kedai udon tersebar di seluruh penjuru kota, mulai dari restoran legendaris yang berdiri sejak lama hingga kedai swalayan sederhana. Tempat seperti Udon Baka Ichidai yang terkenal dengan kama-butter udon atau Yamada-ya yang bersejarah adalah beberapa contoh destinasi kuliner yang wajib dicoba untuk merasakan kelezatan mi lokal ini.
Kawasan Belanja Pusat Takamatsu

Takamatsu City juga memiliki pusat perbelanjaan tertutup yang membentang sepanjang hampir tiga kilometer di pusat kota, yaitu Takamatsu Chuo-dori Shotengai. Kawasan pejalan kaki beratap ini menghubungkan Stasiun JR Takamatsu dengan berbagai distrik utama, sehingga sangat nyaman dieksplorasi dalam kondisi cuaca apa pun.
Di dalam area arkade ini, Anda bisa menemukan berbagai macam toko pakaian, butik independen, suvenir khas, hingga restoran, izakaya, dan kafe. Kawasan ini selalu ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan, terutama pada malam hari, menghadirkan suasana hangat yang memperlihatkan denyut kehidupan sehari-hari masyarakat Takamatsu.
Pemandangan dari Yashima

Untuk menikmati panorama Laut Pedalaman Seto dari ketinggian, Yashima menjadi lokasi yang paling tepat. Dataran tinggi berbentuk datar setinggi kurang lebih 300 meter ini terletak di sebelah timur pusat Takamatsu dan pernah menjadi lokasi Pertempuran Yashima pada tahun 1185. Titik pandang Shishi no Reigan di puncak gunung ini menawarkan pemandangan kapal-kapal yang berlayar di antara pulau-pulau serta bentangan Jembatan Seto Ohashi di cakrawala.
Selain keindahan alamnya, Yashima juga menaungi Yashima-ji, salah satu dari 88 kuil dalam rute ziarah terkenal di Shikoku. Di lereng bawah gunung ini terdapat Shikoku-mura, sebuah museum terbuka yang melestarikan berbagai bangunan tradisional seperti rumah petani dan gudang bersejarah dari seluruh penjuru pulau, memberikan pengalaman seolah melangkah ke masa lalu pedesaan Jepang.
Menjelajahi Laut Pedalaman Seto

Melalui Pelabuhan Takamatsu, wisatawan dapat mengakses berbagai pulau menarik di Laut Pedalaman Seto selain Naoshima dan Teshima. Beberapa pulau terdekat yang sangat cocok untuk dikunjungi sebagai destinasi liburan sehari meliputi:
- Ogijima: Pulau kecil dengan perkampungan nelayan yang tenang, jalan setapak yang berkelok di antara rumah kayu tua, serta suasana masyarakat yang ramah.
- Megijima: Pulau yang lekat dengan legenda rakyat Momotaro, di mana pengunjung dapat menjelajahi gua yang diyakini sebagai sarang para ogre serta menikmati pantai yang indah pada musim panas.
- Shodoshima: Pulau terbesar di kawasan ini yang terkenal dengan kebun zaitun bernuansa Mediterania, pabrik pembuatan kecap tradisional, serta pemandangan ngarai Kankakei yang dramatis.
Dari Pelabuhan Takamatsu, perjalanan juga dapat dilanjutkan menuju Shodoshima dan diteruskan ke Prefektur Hyogo via Pelabuhan Himeji, menjadikan rute penjelajahan ini semakin berkesan.








