PlayStation dipastikan telah menghentikan dukungannya terhadap proyek game aksi-stealth terbaru garapan Kojima Productions yang berjudul Physint. Akibat keputusan ini, studio tersebut berpindah haluan dan menggandeng Xbox untuk mendanai pengembangan game tersebut, sementara Hideo Kojima secara terbuka memberikan tanggapannya mengenai keretakan hubungan dengan pihak PlayStation.
Persepsi yang beredar di publik pun cukup kontras; pihak PlayStation menggambarkan perpisahan ini sebagai keputusan bersama, sedangkan Kojima menyatakan bahwa pemutusan kerja sama tersebut terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga.
Berdasarkan laporan dari Bloomberg, terdapat tiga alasan utama di balik keputusan PlayStation mencabut dukungan dari Kojima Productions. Pertama, penjualan waralaba Death Stranding dinilai tidak sesuai dengan harapan awal. Kedua, biaya produksi untuk Physint membengkak dan melampaui anggaran yang direncanakan. Ketiga, Sony disebut-helat enggan memberikan investasi besar pada proyek yang tidak sepenuhnya eksklusif untuk konsol PlayStation, mengingat adanya rencana perilisan di PC.
Kojima Menilai Perpisahan Ini Bukan Keputusan Bersama
Meskipun dampak jangka panjang terhadap jalur produksi Kojima Productions masih harus dilihat, pernyataan dari Hideo Kojima memberikan sudut pandang yang menarik. Ia membantah klaim PlayStation dan menyebut bahwa studio miliknya secara mengejutkan mendapat kabar pembatalan proyek Physint.
Kojima menegaskan bahwa proyek ini memegang peranan yang sangat penting secara personal maupun profesional bagi studio. Melalui media sosial, ia menceritakan bagaimana timnya menghabiskan waktu berbulan-bulan setelah pemberitahuan tersebut untuk mencari mitra baru.
Dalam keterangannya, Kojima menyampaikan bahwa setelah berdiskusi dengan berbagai pihak di berbagai bidang, mereka akhirnya menemukan kesamaan visi dengan Xbox dan memutuskan untuk kembali bekerja sama. Ia juga memastikan bahwa pengembangan Physint sebagai game aksi-espionase yang ikonik akan tetap berjalan.
Kerja sama baru dengan Xbox ini dinilai sejalan karena Kojima Productions sebelumnya juga telah bekerja sama dengan mereka untuk proyek game horor OD. Kendati demikian, situasi ini masih menyisakan tanda tanya. Mengingat anggaran Physint yang sangat tinggi, belum ada jaminan pasti apakah Xbox pada akhirnya akan terus mendanai atau justru menghadapi kendala serupa, terlebih di tengah situasi restrukturisasi dan efisiensi yang sedang dialami divisi Xbox.
Sulit untuk mengetahui secara pasti dinamika yang terjadi di balik layar. Sebagian pengamat langsung menyoroti rekam jejak Hideo Kojima, mengingat ia juga pernah mengalami perpisahan yang kurang harmonis dengan Konami di masa lalu. Di sisi lain, industri game secara keseluruhan sedang berada dalam fase yang penuh tantangan, sehingga dinamika bisnis semacam ini bisa jadi dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal.
Yang jelas, Hideo Kojima tetap menaruh keyakinan besar pada potensi Physint baik sebagai sebuah karya seni maupun peluang komersial. Publik tentu berharap kolaborasi baru ini mampu memenuhi standar tinggi yang telah ditetapkan oleh sang kreator.








