Home / Travel / Katak, Testis Babi, dan Jantung Katak yang Masih Berdetak di “Piss Alley” Tokyo yang Terkenal

Katak, Testis Babi, dan Jantung Katak yang Masih Berdetak di “Piss Alley” Tokyo yang Terkenal

Ketika membayangkan Tokyo, kebanyakan orang langsung teringat pada pemandangan metropolitan yang super modern dan sibuk, seperti kawasan persimpangan Shibuya yang sering mondar-mandir di berbagai video selang waktu.

Namun, gambaran tersebut belum sepenuhnya merangkum keseluruhan kota Tokyo. Wilayahnya terlalu luas untuk hanya memiliki satu identitas tunggal, dan setiap distrik di dalamnya menawarkan karakter yang sangat beragam.

Ada satu area khusus di distrik Shinjuku yang memiliki atmosfer dan keunikan tersendiri. Tempat ini kerap disebut sebagai Omoide Yokochou 思い出横丁(おも でよこちょう) atau “Lorong Kenangan”, meski sebagian orang lebih akrab dengan sebutan lamanya, yaitu Shouben Yokochou 小便横丁(しょうべんよこちょう) atau yang berarti “Piss Alley”.

japanese piss alley in tokyo with red lanterns and wandering people Shinya ICHINOHOE

Piss Alley merupakan kontras yang tajam dari bayangan umum turis asing tentang Tokyo. Jika para pencinta budaya pop biasanya mendatangi Akihabara yang terang dan lapang, Piss Alley justru menyajikan lorong sempit dan remang-remang yang lebih kental sebagai tempat berkumpulnya warga lokal ketimbang destinasi pelancong komersial.

Asal-usul penamaan tersebut bermula pada masa awal kelahirannya setelah perang, ketika kawasan ini menjadi tempat berkumpul para pelanggar hukum untuk menikmati minuman keras. Karena fasilitas umum belum memadai saat itu, para pengunjung kerap membuang air kecil sembarangan di sudut-sudut lorong.

two people walking through piss alley in tokyo japan Sho Ikezoe

Kini, pemandangan semacam itu sudah tidak ditemukan lagi, namun Piss Alley tetap mempertahankan pesona masa lalunya. Kawasan ini terdiri dari deretan kedai kecil yang berdesakan di dalam gang-gang sempit yang bahkan terkadang hanya cukup dilewati oleh satu orang saja. Sejumlah pengunjung bahkan menilai suasananya mirip dengan adegan di dalam film Blade Runner.

Kuliner di Piss Alley

Ada banyak sekali tempat minum di Piss Alley di mana pengunjung bisa duduk di kursi bangku yang sederhana sambil menikmati segelas bir dan hidangan yakitori yang lezat. Ruang restoran di sini sangatlah sempit, tetapi menawarkan pengalaman bersantap yang otentik.

waitress serving patrons in restaurant in piss alley the waving cat

Selain kedai minum biasa, Piss Alley juga menyediakan berbagai menu makanan yang tidak biasa. Restoran paling terkenal di sini adalah Asadachi, sebuah tempat makan dengan arti nama yang diasosiasikan dengan pengobatan tradisional.

Hidangan yang disajikan di Asadachi bukanlah jenis makanan santai yang biasa dinikmati bersama rekan kerja sambil menenggak bir dingin. Menu di sini lebih menyerupai ramuan tradisional yang diyakini dapat meningkatkan vitalitas serta menyembuhkan berbagai penyakit.

pig testicles in broth about to be eaten in piss alley pelcinary

Berikut adalah beberapa contoh menu ekstrem yang ditawarkan oleh Asadachi:

  • Sashimi katak
  • Testis babi
  • Penyu cangkang lunak
  • Jantung katak yang masih berdetak
  • Salamander panggang
  • Arak ular

Beberapa bahan makanan bahkan disiapkan langsung di tempat demi menjaga kesegarannya. Susunan menu bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada ketersediaan bahan, namun pengalaman kulinernya dijamin akan membuat sebagian orang berpikir ulang tentang pilihan makanan mereka.

salamander on skewer stick in front of open mouthed foreigner in japan pelcinary

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *