
“Jujurnya, seni adalah satu-satunya jawaban.”
— Yamano Shingo
Koganecho adalah sebuah kawasan di Yokohama yang menyimpan sejarah kelam di masa lalu. Namun, berkat upaya revitalisasi yang dilakukan beberapa tahun belakangan, wilayah ini berhasil bangkit dan bertransformasi menjadi pusat seni yang berkembang pesat.
Sejarah kelam Koganecho bermula ketika wilayah ini rata dengan tanah akibat pengeboman pada Perang Dunia II. Di masa pendudukan Amerika Serikat setelah perang, sebuah pasar gelap muncul di antara puing-puing bangunan. Masalah prostitusi dan narkotika pun tumbuh subur di kawasan ini dan bertahan lama setelah tentara Amerika pergi. Menjelang akhir milenium, terdapat sekitar 150 rumah bordil satu kamar yang beroperasi di jalan-jalan Koganecho.
Menjelang peringatan 150 tahun dibukanya pelabuhan Yokohama, para pejabat kota menyadari perlunya sebuah tindakan tegas. Melalui operasi yang dikenal sebagai “Operation Bye Bye”, kawasan tersebut berhasil dibersihkan dari aktivitas ilegal. Tantangan terbesar berikutnya adalah menentukan langkah pemulihan agar wilayah ini tidak mati setelah kehilangan roda ekonomi lamanya.
Pemerintah Kota Yokohama akhirnya memilih jalur seni sebagai solusi untuk menghidupkan kembali distrik tersebut. Bekas rumah bordil diubah menjadi studio seni kecil tempat para seniman muda berkarya. Pemerintah bahkan memberikan subsidi biaya sewa agar para kreator pemula dapat merintis usaha mereka dengan lebih mudah di Koganecho.
Selain itu, dua studio besar dibangun di bawah jalur rel kereta api dengan konsep transparan sebagai bentuk perlawanan terhadap masa lalu kawasan tersebut. Studio ini dilengkapi jendela kaca besar serta jalur pejalan kaki dari kayu agar pengunjung dapat melihat seniman bekerja dari dekat pada hari kerja.
Cara Menuju ke Sana

Perjalanan menuju Koganecho cukup mudah dijangkau dari pusat kota. Pengunjung dapat naik kereta JR ke Stasiun Yokohama, lalu melanjutkan perjalanan dengan Keikyu Line hingga tiba di Stasiun Koganecho dalam waktu sekitar enam menit. Perjalanan dari Tokyo secara keseluruhan memakan waktu sekitar satu jam.
Bagi yang ingin berjalan kaki, rute alternatif dapat dimulai dari Stasiun Sakuragicho dengan mengikuti aliran Sungai Ooka selama kurang lebih lima belas menit. Jalur ini akan melewati kawasan Noge yang terkenal dengan suasananya yang khas. Letak Koganecho juga tidak terlalu jauh dari Minato Mirai.
Hal Menarik di Koganecho

Daya tarik utama Koganecho adalah pengalaman menyusuri kawasan sambil menikmati berbagai instalasi seni, mural, dan karya kreatif yang tersebar di setiap sudut jalan. Bahkan bangunan pos polisi setempat memiliki hiasan bergaya anime bernama Isetaka-kun di bagian atapnya.
Kawasan ini juga diramaikan oleh berbagai kafe dan tempat makan yang dikelola oleh pemilik usaha baru. Salah satu tempat yang dapat dikunjungi adalah kafe sekaligus tempat pemanggangan kopi bernama Chair yang terletak persis di bawah kolong rel kereta api.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan September hingga November yang bertepatan dengan digelarnya acara tahunan Koganecho Bazaar. Festival seni ini pertama kali diadakan pada tahun 2008 untuk mendukung para seniman lokal.
Atraksi di Sekitar Koganecho

Sebelum mengakhiri kunjungan di area ini, menyempatkan diri untuk menikmati makan malam di Noge adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Kawasan ini menawarkan deretan izakaya tradisional yang menjadi salah satu daya tarik kuliner terbaik di Yokohama.








