Bagi sebagian besar wisatawan asing, Nagano mungkin lebih dikenal lewat ibu kotanya yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 1998, atau kawasan resor ski Hakuba. Namun, jauh dari keramaian kota besar tersebut, prefektur ini menyimpan berbagai destinasi tersembunyi yang menarik untuk dijelajahi, salah satunya adalah bekas kota kastil Ueda.
Ueda sering kali dilewati begitu saja oleh para pelancong yang sedang dalam perjalanan menuju Kanazawa atau Nagano City. Padahal, wilayah ini kaya akan sejarah feodal Jepang, keindahan alam yang memukau, serta kawasan pemandian air panas tradisional. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang mencari pengalaman liburan yang berbeda dari jalur pariwisata pada umumnya.
Karena lokasinya yang strategis dan sangat mudah dijangkau dari berbagai kota besar di Jepang bagian tengah, menyempatkan waktu setidaknya setengah hari untuk singgah di Ueda akan menjadi pengayaan yang luar biasa bagi rencana perjalanan Anda.
Cara Menuju ke Sana

Akses menuju Ueda tergolong sangat praktis, terutama sejak beroperasinya Hokuriku Shinkansen yang semakin mempermudah mobilitas di kawasan ini. Dari Stasiun Tokyo, Anda cukup menaiki kereta peluru jalur Asama atau Hakutaka. Perjalanan memakan waktu sekitar 90 menit sambil menikmati pemandangan alam Jepang tengah yang indah.
Perlu dicatat agar Anda menghindari kereta jenis Kagayaki. Serupa dengan kereta cepat Nozomi di jalur Tokaido Shinkansen, kereta Kagayaki tidak berhenti di Stasiun Ueda dan akan langsung melaju ke kota tujuan yang lebih jauh. Oleh karena itu, pastikan untuk memeriksa jadwal keberangkatan dengan teliti.
Kota Ueda sendiri terletak tepat di sepanjang jalur yang dikenal sebagai New Golden Route. Rute baru ini menghubungkan Tokyo dengan kota kuno Kyoto melalui wilayah Hokuriku. Untuk menjelajahi jalur ini secara efisien dan hemat, penggunaan Hokuriku Arch Pass sangat dianjurkan dibandingkan harus membeli tiket reguler.
Kawasan Kastil Ueda

Daya tarik utama di Ueda adalah kawasan benteng masa lalunya yang dibangun pada penghujung periode Sengoku. Kastil ini sempat mencatatkan sejarah penting karena berhasil menahan gempuran pasukan dari klon Tokugawa sebanyak dua kali. Meskipun berukuran relatif kecil untuk ukuran kastil pedesaan, tata letak pertahanan Ueda Castle dirancang dengan sangat cerdik.
Kendati bangunan benteng aslinya tidak bertahan hingga era modern, area tersebut kini telah dialihfungsikan menjadi taman publik bernama Ueda Joseki Park. Pengunjung masih dapat melihat sisa-sisa dinding batu kuno, sementara menara pengawas yang berdiri saat ini merupakan rekonstruksi dari masa modern.
Selain area taman kastil, sempatkan pula untuk berjalan kaki sekitar 10 menit menuju Yanagimachi Historic Street. Kawasan distrik merchant masa lalu ini masih mempertahankan suasananya yang klasik dan asri, sangat ideal untuk berjalan santai sambil menikmati suasana tempo dulu.
Ueda Sepanjang Musim

Ueda Joseki Park dipenuhi oleh ratusan pohon sakura, sehingga lanskapnya berubah menjadi lautan warna merah muda yang menawan pada pertengahan bulan April. Pada periode ini, warga lokal kerap berkumpul untuk menikmati tradisi hanami di bawah pohon yang sedang mekar penuh.
Festival Sakura Ueda Senbon juga diselenggarakan setiap tahun pada musim semi, lengkap dengan iluminasi malam hari yang membuat pemandangan bunga sakura terlihat semakin dramatis setelah gelap. Sementara itu, jika Anda berkunjung pada bulan Agustus, Anda bisa menyaksikan pertunjukan teater tradisional Noh serta Festival Kembang Api Shinshu Ueda di tepi Sungai Chikuma.
Menikmati Keindahan Bessho Onsen

Terletak agak jauh di area pegunungan, terdapat sebuah kota pemandian air panas bersejarah bernama Bessho Onsen yang sering dijuluki sebagai Kamakura dari Shinshu. Desa lereng bukit ini dipenuhi oleh berbagai kuil Buddha kuno dan diklaim sebagai salah satu kawasan onsen tertua di wilayah tersebut.
Beberapa situs kuil penting yang wajib dikunjungi di Bessho Onsen meliputi:
- Kitamuki Kannon: Kuil yang didedikasikan kepada dewi welas asih Kannon dan menghadap ke arah utara, konon dipasangkan secara spiritual dengan Zenko-ji di Nagano.
- Anraku-ji: Kuil dari sekte Rinzai Zen yang terkenal dengan pagoda kayu oktagonal berlantai banyak dengan arsitektur khas gaya Tiongkok yang ditetapkan sebagai harta karun nasional.
- Joraku-ji: Kuil unik yang memiliki ciri khas atap jerami tradisional dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki melewati jalur lereng bukit dari Anraku-ji.
Bessho Onsen juga menyediakan berbagai pemandian air panas umum dengan harga terjangkau seperti Oyu, Ishiyu, dan Daishiyu bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berendam tanpa harus menginap di ryokan.
Objek Wisata Lain di Sekitar Ueda

Selain destinasi di pusat kota, wilayah di sekitar Ueda juga memiliki banyak lokasi menarik yang dapat diakses dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum:
- Ikushima Tarushima Shrine: Kuil bernuansa pedesaan yang asri dan terletak di jalur menuju Bessho Onsen.
- Unno-juku: Mantan kota pos di jalur Hokkoku Kaido yang mempertahankan arsitektur bangunan kayu tradisional zaman dahulu.
- Shakuson-ji: Kompleks kuil dari sekte Tendai yang dibangun secara menempel di tebing curam dengan pemandangan Gunung Asama yang luar biasa.
- Utsukushigahara Open Air Museum: Museum luar ruangan di dataran tinggi yang menawarkan panorama pegunungan Alpen Jepang.

Sebelum mengakhiri perjalanan Anda di wilayah ini, jangan lupa untuk mencicipi oyaki, kue kukus atau panggang tradisional khas Nagano yang diisi dengan berbagai sayuran atau pasta kacang. Kudapan ini merupakan salah satu kuliner lokal yang sangat ikonis dan wajib dicoba oleh setiap pelancong yang singgah ke kawasan ini.








