Toei Animation secara tegas membantah berbagai rumor yang menyebutkan bahwa sebuah taman bermain bertema Dragon Ball akan segera dibangun di Prancis. Melalui pengumuman resmi yang dirilis pada 31 Agustus, pihak studio menegaskan bahwa mereka maupun pemegang hak cipta terkait sama sekali tidak pernah memberikan izin untuk proyek semacam itu.
Selain itu, pihak Toei Animation menyatakan tidak mengetahui adanya rencana atau fakta yang mendukung pemberitaan tersebut. Mereka juga menyoroti penggunaan berbagai ilustrasi konsep dan video yang kerap disematkan dalam laporan-laporan keliru tersebut.
Menurut klarifikasi perusahaan, seluruh aset visual yang beredar sebenarnya bersumber dari proyek pembangunan taman bermain Dragon Ball di Qiddiya City, Arab Saudi. Proyek ini merupakan hasil kerja sama resmi dengan Qiddiya Investment Company yang telah diumumkan ke publik pada 22 Maret 2024, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan isu pembangunan di Prancis.
Berikut adalah poin-poin penting dari pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Toei Animation:
Baru-baru ini, sejumlah media melaporkan bahwa ‘sebuah taman bermain Dragon Ball berencana untuk dibangun di Prancis.’ Namun, Toei Animation Co., Ltd. beserta para pemegang hak terkait tidak pernah memberikan lisensi apa pun mengenai hal tersebut, dan kami tidak mengetahui adanya fakta semacam itu.
Selain itu, seluruh gambar konsep dan video taman bermain yang digunakan dalam laporan-laporan tersebut awalnya berasal dari pengumuman bersama antara perusahaan kami dan Qiddiya Investment Company asal Arab Saudi pada 22 Maret 2024, yang berkaitan dengan taman bermain di Qiddiya City. Visual-visual ini sama sekali tidak berhubungan dengan pemberitaan di Prancis.
Isu ini bermula setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 24 Agustus lalu mengumumkan rencana pembangunan tiga taman bermain bertema manga di wilayah Cergy-Pontoise. Dalam pengumumannya, Macron menyebutkan bahwa proyek besar tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sebesar €6 miliar serta mampu membuka 22.000 lapangan pekerjaan, dengan melibatkan pihak Qiddiya dan Arab Saudi. Kendati demikian, dalam pengumuman aslinya, sang presiden sama sekali tidak menyebutkan secara spesifik judul Dragon Ball maupun waralaba anime lainnya.








