Home / Travel / Tips Bertahan Hadapi Musim Panas Jepang: Hadapi Topan, Suhu Ekstrem, dan Kelembapan

Tips Bertahan Hadapi Musim Panas Jepang: Hadapi Topan, Suhu Ekstrem, dan Kelembapan

A Woman in Okinawa Tries to Survive the Summer Heat

Sama seperti mekarnya bunga sakura yang sangat terkenal di Jepang pada musim semi, bulan-bulan musim panas seperti Juli dan Agustus sering kali menjadi waktu paling populer untuk berwisata. Pada periode ini, anak-anak sekolah sedang libur dan banyak perusahaan memberikan kelonggaran bagi karyawan untuk mengambil jatah cuti tambahan. Tidak heran jika musim panas menjadi waktu yang sangat menarik untuk merencanakan perjalanan berkat berbagai festival unik dan waktu liburan yang pas.

Meskipun pandangan tersebut ada benarnya, banyak wisatawan yang tidak menyadari apa yang sebenarnya akan mereka hadapi. Salah satu ciri khas musim ini di Jepang adalah suhu yang sangat panas dan lembap. Bahkan, panasnya bisa menjadi sangat mematikan, terutama di lokasi seperti Kyoto yang dikelilingi oleh pegunungan dan sudah sangat padat akibat pariwisata berlebihan.

Selain kondisi cuaca yang menyengat, musim panas juga kerap diwarnai oleh terjangan topan yang dahsyat. Satu-satunya saat Anda bisa beristirahat sejenak dari hawa panas yang menindas adalah ketika Anda diguyur hujan deras. Yang lebih parah, badai ini sering kali diikuti oleh peningkatan kelembapan udara sehingga suasana terasa semakin menyesakkan. Walaupun sebagian orang menyukai hujan, topan di sini bisa tumbuh dengan sangat ganas dan memicu banjir serta tanah longsor yang mematikan di seluruh wilayah Jepang bagian barat.

Kendati berbagai tantangan cuaca ini mungkin membuat Anda berpikir dua kali, jutaan pelancong tetap datang ke Jepang setiap musim panas. Kondisi seperti sauna tersebut sebenarnya tidak harus merusak liburan Anda. Dengan sedikit penyesuaian rencana perjalanan, Anda tetap bisa menikmati musim ini dengan optimal. Berikut adalah beberapa saran terbaik bagi Anda yang berkunjung saat musim panas.

Balik Jadwal Harian Anda

A tourist in Japan wakes up early to get a head start on the day before things get too hot

Aturan utama saat menghadapi musim panas di Jepang sangatlah sederhana: kuasai pagi hari dan mengalahlah di siang hari. Suhu selalu lebih bersahabat sebelum matahari naik tinggi, menjadikan bangun pagi sebagai strategi utama. Sebagian besar kuil, taman, dan museum di negara ini buka pukul 08.00 atau 09.00 pagi, sementara hampir semua kuil Shinto buka sepanjang hari. Memulai hari sejak subuh memberi Anda dua keuntungan sekaligus, yaitu udara yang lebih sejuk dan tempat wisata yang masih sepi dari keramaian.

Memulai hari lebih awal memberikan Anda kebebasan untuk beristirahat saat cuaca mencapai puncaknya. Kira-kira mulai pukul 11.00 siang hingga 16.00 sore di puncak musim panas, perkotaan berubah menjadi seperti oven konveksi. Musuh utama bukanlah angka pada termometer, melainkan kelembapan udara yang menyertainya. Kelembapan tinggi mencegah keringat menguap, padahal penguapan adalah cara tubuh mendinginkan diri. Inilah sebabnya mengapa suhu 33 derajat Celsius di Tokyo bisa membuat pengunjung merasa sangat lemas dibandingkan suhu 38 derajat di tempat beriklim kering.

Solusinya adalah membagi hari menjadi dua waktu aktif dan satu waktu istirahat. Kunjungi tempat wisata di pagi hari yang sejuk, beristirahatlah di dalam ruangan ber-AC untuk makan siang yang panjang selama jam-jam terpanas, lalu keluar kembali setelah pukul 16.00 sore saat udara mulai mendingin. Suasana malam hari justru sering kali menjadi waktu terbaik di musim panas Jepang, di mana jalur lentera di kuil-kuil menawarkan ketenangan tersendiri.

Buat Peta Tempat Perlindungan

The impressive Edo-Tokyo Museum in Ryogo, Tokyo

Jika Anda sengaja menghindari tengah hari, Anda tentu membutuhkan tempat berteduh yang nyaman. Pilihan paling jelas adalah museum, dan Tokyo memiliki banyak museum kelas dunia. Anda bisa menghabiskan siang hari yang terik di Meguro Parasitological Museum yang unik atau mempelajari sejarah ibu kota di Edo-Tokyo Museum di Ryogoku. Keduanya memiliki pendingin ruangan yang sangat memadai, yang sama pentingnya dengan koleksi yang dipamerkan saat bulan Agustus.

Namun, pelancong berpengalaman tahu bahwa tempat perlindungan tidak hanya terbatas pada museum berbayar. Lantai dasar pusat perbelanjaan yang menyediakan area kuliner atau depachika sangat sejuk untuk dijelajahi sambil menikmati berbagai sampel makanan. Pilihan yang lebih baik adalah jaringan jalur bawah tanah di bawah kota Tokyo, Osaka, dan Nagoya, di mana Anda bisa berjalan jauh tanpa terkena terik matahari. Kawasan bawah tanah di bawah Stasiun Tokyo dan Shinjuku benar-benar penyelamat di musim panas.

Selain itu, berdasarkan peraturan nasional yang diperbarui, pemerintah setempat mewajibkan penyediaan tempat perlindungan pendingin resmi—gedung publik ber-AC yang dibuka gratis bagi siapa saja untuk menghindari panas saat peringatan suhu tinggi berlaku. Perpustakaan, balai kota, hingga pusat perbelanjaan kini berfungsi sebagai tempat perlindungan ini, dengan ribuan lokasi yang tersedia di seluruh negeri sehingga Anda tidak akan kesulitan menemukan tempat untuk mendinginkan diri.

Opsi Terakhir: Pergilah ke Tempat Lain

Yamagata Prefecture’s Yamadera temple complex.

Cara paling efektif untuk bertahan di musim panas Jepang adalah dengan pergi menjauh dari area terpanas. Jika rencana perjalanan Anda fleksibel, arahkan tujuan ke utara atau ke pegunungan. Letak lintang yang lebih tinggi dan dataran tinggi adalah dua hal yang dapat menurunkan suhu secara drastis dalam beberapa jam perjalanan dari kota besar.

Menuju ke utara adalah pilihan yang paling mudah. Hokkaido bagian utara memiliki suhu yang jauh lebih sejuk dibandingkan Honshu dan hampir tidak mengalami musim hujan. Alternatifnya, wilayah Tohoku menawarkan kelegaan serupa dengan lebih sedikit keramaian, seperti kompleks kuil Yamadera di puncak gunung yang dapat dijangkau dengan menaiki tangga batu di tengah pohon cedar.

Ketinggian dataran juga menjadi jalur pelarian yang sangat baik. Tempat peristirahatan musim panas bersejarah seperti Karuizawa, dataran tinggi di atas Nikko, dan dataran tinggi Nasu menawarkan malam hari yang benar-benar sejuk. Masuk lebih dalam ke Pegunungan Alpen Jepang seperti Lembah Kamikochi juga mengubah musim panas menjadi cuaca yang sangat ideal untuk mendaki.

Gunakan Air untuk Menurunkan Suhu Tubuh

A surfboard on the beach nearby Enoshima during the summertime in Japan

Air bukan sekadar pemandangan, melainkan alat untuk menurunkan suhu inti tubuh Anda. Topografi pegunungan Jepang membuat sungai dan aliran air yang dingin mudah dijangkau. Sungai Tamagawa di Okutama adalah pelarian klasik bagi penduduk kota, di mana Anda bisa berdiri di dalam air yang dingin dari lelehan salju sementara ibu kota terasa sangat panas.

Untuk pengalaman yang berbeda, jelajahi gua batu kapur Nippara Shonyudo dekat Okutama yang memiliki suhu stabil sekitar 11 derajat Celsius sepanjang tahun. Jangan lewatkan pula pemandian air panas umum atau pemandian air dingin (mizuburo) yang dirancang untuk mendinginkan tubuh dengan cepat setelah Anda terpapar panas di luar.

Pantai juga merupakan pilihan utama. Pantai di Kamakura dan Enoshima menarik banyak pengunjung dari Tokyo, sementara perairan biru di Shimoda menawarkan keindahan yang sepadan. Namun, perlu diingat bahwa pada pertengahan Agustus, ubur-ubur mulai bermunculan di banyak pantai, sehingga penting untuk memperhatikan peringatan keselamatan setempat sebelum memutuskan berenang di laut.

Nikmati Kuliner Khas Musim Panas

Travelers in Japan eat cold zaru soba noodles during the summer months

Masyarakat Jepang telah beradaptasi dengan cuaca panas ini selama berabad-abad, tecermin dari menu makanan musim panas mereka. Hidangan dingin bukan sekadar menyegarkan, tetapi juga strategi untuk tetap mendapatkan asupan nutrisi saat nafsu makan menurun. Mi soba dingin atau zaru-soba adalah hidangan paling populer, diikuti oleh somen, hiyashi chuka, dan udon dingin.

Ada pula tradisi kuliner untuk mengatasi kelelahan musim panas yang disebut natsubate. Unagi atau belut air tawar panggang biasanya dikonsumsi pada Hari Lembu Pertengahan Musim Panas di akhir Juli untuk memulihkan stamina. Selain itu, camilan es serut atau kakigori dan berbagai pilihan es krim di toko serba ada menjadi cara yang menyenangkan untuk mendinginkan diri.

Minum dengan Cerdas

A woman in Japan rehydrates after working out during summer

Suhu musim panas di Jepang sangat terik dan dapat membahayakan kesehatan jika tidak diantisipasi dengan benar. Ribuan kasus sengatan panas dilaporkan setiap tahunnya, menjadikan hidrasi sebagai hal yang sangat krusial.

Kesalahan yang sering dilakukan pelancong adalah hanya meminum air putih sepanjang hari. Saat Anda berkeringat di tengah musim panas Jepang, tubuh tidak hanya kehilangan cairan tetapi juga garam dan elektrolit dalam jumlah besar. Mengganti cairan tersebut hanya dengan air putih dapat memicu ketidakseimbangan natrium. Oleh karena itu, minuman penambah elektrolit seperti Pocari Sweat sangat penting dan mudah ditemukan di setiap mesin penjual otomatis.

Selain minuman isotonik, permen garam dan tablet garam banyak dijual di musim panas untuk membantu menjaga kadar elektrolit tubuh. Selalu periksa juga Peringatan Sengatan Panas yang dikeluarkan oleh pemerintah secara berkala guna merencanakan aktivitas luar ruangan Anda dengan aman.

Manfaatkan Produk Toko Obat

A woman in Japan applies spray on deodorant during the months of summer

Toko obat dan minimarket di Jepang menyediakan berbagai produk khusus musim panas yang sangat membantu kenyamanan Anda. Tisu basah berpendingin yang mengandung mentol, seperti merek Gatsby dan Biore, sangat efektif untuk membersihkan keringat dan memberikan sensasi dingin di kulit selama beberapa menit.

Selain itu, tersedia pula plester gel pendingin untuk dahi, bedak obat untuk mencegah iritasi akibat kelembapan, hingga semprotan berpendingin pakaian. Memanfaatkan rangkaian produk penunjang ini akan membuat perjalanan Anda di tengah teriknya musim panas Jepang terasa jauh lebih nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *