Home / Travel / Situs Sejarah Jomon Sannai-Maruyama: Seperti Inilah Jepang Zaman Dahulu Kala

Situs Sejarah Jomon Sannai-Maruyama: Seperti Inilah Jepang Zaman Dahulu Kala

header 640x 12

Terletak tidak jauh dari Aomori Museum of Art, terdapat sebuah situs bersejarah yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Situs Sejarah Sannai-Maruyama. Kompleks ini merupakan bekas perkampungan besar dari zaman Jomon yang dilengkapi dengan museum, bangunan-bangunan yang telah direkonstruksi, serta area penggalian arkeologi. Daya tarik utama di tempat ini terbagi menjadi dua bagian yang saling melengkapi, yakni Jomon Jiyukan (Museum Jomon) dan Situs Arkeologi Sannai-Maruyama.

Situs arkeologi ini berupa lapangan hijau luas yang dipenuhi dengan replika bangunan bergaya Jomon serta beberapa struktur kubah putih. Penggalian di kawasan ini mulai dilakukan pada tahun 1992, dan pada tahun 2000 area tersebut resmi ditetapkan sebagai situs bersejarah oleh pemerintah Jepang.

three levelled wooden structure with platforms

Dalam proses ekskavasi, para arkeolog menemukan berbagai peninggalan seperti rumah lubang (pit-dwelling), lubang pemakaman dewasa, kendi kuburan anak-anak, gundukan tanah, sisa-sisa bangunan bertuliskan tiang, lubang penyimpanan, hingga jalur jalan kuno. Seluruh temuan ini berasal dari kisaran 5.500 hingga 4.000 tahun yang lalu. Masyarakat Jomon dikenal sebagai salah satu kelompok awal di dunia yang memproduksi tembikar, dan hal tersebut sangat mendominasi temuan di dalam kubah pelestarian arkeologi.

excavated pit with bone and pottery fragments

Selain tembikar dan struktur bangunan, ditemukan pula artefak batu, figur tanah liat, barang dari batu dan kayu, perkakas dari tulang, hingga keranjang serta pakaian tenan. Bahkan, ditemukan pula batu obsidian yang diyakini berasal dari wilayah yang cukup jauh.

archaelogical site marked out spots in field

Lebih dari 700 struktur bangunan berhasil diidentifikasi di lokasi ini, menunjukkan bahwa tempat tersebut dulunya merupakan permukiman permanen yang cukup besar dan terorganisir dengan baik, jauh sebelum kalender modern dimulai.

woman walking down path towards village

Beberapa bangunan telah dibangun kembali dengan berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari gubuk sederhana hingga struktur bertiang penopang yang lebih kompleks.

japanese historic thatch hut
man poking head out from inside japanese historic hut
Japanese thatch hut on support pillars
rear view of Japanese thatch hut on support pillars
two men building from a distance
onlookers watch two men build hut

Ada pula struktur bangunan berukuran sangat besar yang mengundang tanda tanya mengenai bagaimana manusia ribuan tahun lalu mampu mendirikannya.

interior shot of large old structure
large hut next to pillar structure

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah struktur tiang raksasa. Hingga kini, fungsi pasti dari bangunan bertiang tinggi tersebut masih memicu perdebatan, dengan berbagai teori mulai dari tempat pemujaan, menara pengawas, mercusuar, hingga penanda pergantian musim. Struktur yang berdiri saat ini adalah replika, sementara bagian asli dari kayu tersebut diawetkan dan dipamerkan di dalam museum.

display cases holding preserved wood

Area museum menyajikan berbagai koleksi artefak hasil ekskavasi tahun 1992, mulai dari perkakas batu, figur tanah liat, alat-alat kayu, hingga tembikar.

entrance to underground complex
diorama of Japanese village
diorama of Japanese village close view
Japanese ancient stone tools
ancient Japanese stone tools
stone fragments of Japanese archaeology
ancient Japanese stone tools in museum
ancient Japanese clay figure
clay figures on display in museum
ancient Japanese wooden tools
wood tool artifacts on display in Japanese museum
display of Japanese pottery artifacts
preserved walnuts on display in museum
Jomon boy and dog replica

Dukungan pendanaan untuk bidang arkeologi di Jepang terbilang sangat tinggi, di mana proses ekskavasi dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif. Situs-situs semacam ini juga dikelola dengan baik sebagai destinasi wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat.

map of Japanese archaeological sites

Bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Aomori, menyempatkan diri mampir ke Situs Sejarah Sannai-Maruyama bersamaan dengan kunjungan ke Aomori Museum of Art merupakan pilihan yang tepat untuk menikmati wisata sejarah sekaligus seni.

Informasi Tambahan

Sannai Maruyama
Aomori, Prefektur Aomori 038-0031
Jepang

Nomor Telepon: 017-781-6078

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *