Meskipun popularitas Yokohama kini semakin menanjak, kota ini sebenarnya masih menyimpan banyak sisi tersembunyi yang menarik. Terletak kurang dari setengah jam perjalanan kereta dari Tokyo, banyak orang kerap menganggap Yokohama sekadar kota metropolitan biasa yang tidak memiliki banyak perbedaan dengan ibu kota Jepang. Wisatawan yang datang biasanya hanya mendatangi lokasi populer di Minato Mirai, seperti Red Brick Warehouse. Padahal, Yokohama menawarkan jauh lebih banyak hal menarik untuk dieksplorasi.
Sebelum membahas berbagai destinasi yang belum banyak dijamah turis, ada baiknya kita mengenali karakter kota ini. Suasana di Yokohama terasa jauh lebih santai dibandingkan Tokyo yang padat. Meskipun kedua megapolitan ini tampak menyatu tanpa batas wilayah yang jelas, ritme kehidupan di Yokohama jauh lebih tenang.
Lingkungan yang lebih santai ini menjadikan Yokohama destinasi ideal bagi pelancong yang ingin menikmati perjalanan tanpa harus terburu-buru berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Meski sedikit kurang praktis dibanding Tokyo, kota ini memiliki stasiun sendiri di jalur Tokaido Shinkansen serta sangat dekat dengan Tokyo jika diakses menggunakan kereta lokal. Yokohama adalah pilihan tempat menginap yang sangat baik selama menjelajahi wilayah Kanto, baik saat bepergian bersama keluarga maupun ketika Anda ingin sejenak menghindari hiruk-pikuk Tokyo.
Sebagai kota pelabuhan utama, Yokohama juga sangat cocok untuk disinggahi sebelum atau sesudah melakukan perjalanan dengan kapal pesiar. Dengan banyaknya hotel papan atas yang berada di dekat dermaga, menghabiskan waktu sehari di Yokohama akan memaksimalkan pengalaman liburan Anda di Jepang sekaligus memperlihatkan sisi lain negeri ini yang kerap dilewatkan oleh kebanyakan pelancong.
Cara Menuju ke Sana
Terdapat berbagai cara untuk mencapai Yokohama, dan opsi tercepat sangat bergantung pada tujuan spesifik Anda di dalam kota. Anda bisa menggunakan layanan seperti Jorudan untuk merencanakan rute. Namun, untuk mencapai Stasiun Yokohama, kereta ekspres di jalur Tokaido milik JR East biasanya menjadi pilihan tercepat dengan waktu tempuh kurang dari 20 menit.
Setibanya di sana, mobilitas tergolong sangat mudah karena Yokohama adalah kota yang ramah pejalan kaki. Selain itu, jaringan bus dan kereta memudahkan akses ke berbagai titik menarik. Sangat disarankan untuk menghabiskan setidaknya satu malam di Yokohama agar Anda bisa menikmati pemandangan malam dan suasana kotanya yang menawan. Tersedia berbagai akomodasi mewah seperti InterContinental Yokohama Pier 8 dan The Kahala Hotel & Resort Yokohama.
Tokaido & Tanaka-ya

Mari kita mulai menjelajahi permata tersembunyi di Yokohama, dimulai dari restoran bersejarah Tanaka-ya. Didirikan pada tahun 1863, restoran Jepang legendaris ini telah berdiri selama lebih dari 150 tahun. Dahulu merupakan sebuah kedai teh bagi para pelancong di jalur Tokaido, Tanaka-ya berkembang menjadi tempat berkumpulnya para samurai, diplomat, dan tokoh sastra pada masa transisi Jepang menuju era modern.
Jalur Tokaido sendiri dulunya merupakan salah satu arteri utama yang menghubungkan Edo (Tokyo modern) dengan Kyoto, yang dilengkapi dengan 53 kota pos peristirahatan. Salah satunya adalah Kanagawa-juku, yang letaknya strategis di dekat pantai. Tanaka-ya bermula dari kedai teh di kawasan ini sebelum akhirnya bertransformasi menjadi restoran tradisional penuh pada tahun 1863 seiring dibukanya Pelabuhan Yokohama.
Salah satu kisah menarik di Tanaka-ya berkaitan dengan Oryo, istri dari samurai legendaris Sakamoto Ryoma. Setelah suaminya wafat, Oryo bekerja di sini dan menjadi pelayan yang sangat dicintai berkat kepribadiannya yang ceria serta keahliannya bermusik. Saat ini, para pengunjung dapat menikmati hidangan sambil merasakan kentalnya sejarah Jepang, bahkan menyaksikan pertunjukan geisha jika melakukan reservasi sebelumnya.
Mengunjungi Koganecho yang Telah Lahir Kembali

Koganecho merupakan salah satu kawasan paling menarik di Yokohama. Dulunya terkenal sebagai pusat pasar gelap dan prostitusi pasca Perang Dunia II, kawasan ini kini telah bertransformasi menjadi distrik seni yang dinamis. Upaya revitalisasi yang dimulai pada awal tahun 2000-an berhasil membersihkan kegiatan ilegal dan membuka babak baru bagi sejarah wilayah tersebut.
Pusat dari kebangkitan ini adalah berdirinya Koganecho Area Management Center pada tahun 2009, yang mengubah bekas rumah bordil menjadi studio seni dan galeri. Acara tahunan Koganecho Bazaar yang dimulai sejak 2008 turut memperkuat posisi kawasan ini sebagai ruang bagi seniman lokal maupun internasional. Saat ini, lanskap Koganecho dipenuhi oleh ruang kreatif yang berada di bawah jalur Kereta Keikyu.
Jika berkunjung ke sini, Anda bisa mampir ke 7artscafe, sebuah kafe yang sekaligus berfungsi sebagai pusat komunitas kreatif lokal yang sering mengadakan pameran seni.
Lorong Malam Noge yang Penuh Atmosfer

Noge adalah salah satu rahasia terbaik di Yokohama. Terletak di seberang Stasiun Sakuragicho, kawasan ini menawarkan nuansa retro era pasca-perang Jepang yang kontras dengan kemegahan modern Minato Mirai. Noge berkembang dari pasar gelap era pendudukan Amerika Serikat menjadi distrik hiburan yang dipenuhi oleh izakaya kecil, bar mungil, dan klub jazz.
Lorong-lorong sempit yang diterangi lentera menciptakan suasana yang sangat hidup saat malam tiba. Para pekerja kantoran, seniman, dan pelancong sering berkumpul di sini untuk menikmati makanan lezat dan minuman terjangkau. Bagi pecinta musik, warisan jazz di Noge sejak era pasca-perang masih dapat dinikmati melalui berbagai pertunjukan musik langsung di tempat-tempat intim.
Pasar Grosir Pusat Kota Yokohama

Berbeda dengan Pasar Tsukiji di Tokyo yang kini lebih berorientasi pada pariwisata, Pasar Grosir Pusat Kota Yokohama tetap berfungsi sebagai pusat perdagangan utama bagi para penjual ikan dan restoran. Pada akhir pekan, pasar ini membuka pintu bagi publik untuk merasakan budaya makanan laut Jepang yang otentik tanpa kerumunan turis yang berlebihan.
Kegiatan di pasar ini dimulai sejak dini hari dengan para pedagang membongkar tangkapan segar. Salah satu daya tarik utamanya adalah pertunjukan memotong ikan tuna berukuran besar oleh para ahli. Selain itu, terdapat restoran-restoran makanan laut berkualitas tinggi di dalam area pasar yang menyajikan kaisen-don (mangkuk nasi sashimi), ikan panggang, dan sushi untuk sarapan dengan harga yang wajar. Mengingat pasar ini menggunakan bahasa Jepang, disarankan untuk memesan tur pemandu agar Anda tidak melewatkan informasi penting mengenai infrastruktur kuliner ini.
Atraksi Menarik Lainnya di Sekitar Yokohama

Selain tempat-tempat di atas, Yokohama masih memiliki banyak destinasi mainstream yang sangat layak untuk dikunjungi:
- Minato Mirai
Kawasan waterfront dengan arsitektur futuristik, Landmark Tower, dan Cosmo Clock 21. Anda juga bisa mencoba kereta gantung baru menuju area Hammerhead dan Red Brick Warehouse. - Chinatown Yokohama
Pecinan terbesar di Jepang yang dipenuhi gerbang megah dan ragam kuliner Tiongkok terbaik. Selepas menikmati jajanan kaki lima, Anda bisa berjalan santai di Taman Yamashita. - Sankei-en
Taman bergaya Jepang yang terawat indah, lengkap dengan kedai teh bersejarah dan bangunan tradisional yang dipindahkan dari berbagai penjuru Jepang.
Pilihan lainnya termasuk KONICA MINOLTA PLANETARIA YOKOHAMA bagi pecinta astronomi, tur dengan Sky Cruise menggunakan helikopter untuk menikmati pemandangan kota dari udara, serta pengalaman memainkan alat musik tradisional Koto di Sankindo bekerja sama dengan Wabunka.








