Home / Travel / Project Kokusan: Misi Saya untuk Hanya Mendukung Produk Made in Japan

Project Kokusan: Misi Saya untuk Hanya Mendukung Produk Made in Japan

Japanese Farmer a Kokusan Daikon

Memasuki tahun 2022, sudah hampir dua tahun lamanya turis asing dilarang masuk ke Jepang. Sebagai seorang penulis yang memiliki misi membantu pelancong menjelajahi tempat-tempat tersembunyi di luar jalur utama, situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun, saya berhasil menjaga kewarasan dengan fokus pada kecintaan saya secara utuh terhadap Jepang. Tanpa disangka, beberapa momen paling berkesan sepanjang tahun 2021 justru terjadi ketika saya membelanjakan uang secara bebas untuk produk-produk dari para pedagang dan restoran di pedesaan Jepang.

Berangkat dari pengalaman tersebut, saya ingin memperkenalkan sebuah gerakan yang secara resmi saya beri nama #ProjectKokusan. Dalam bahasa Jepang, kata kokusan berarti “produksi dalam negeri.” Istilah ini umum digunakan di seluruh wilayah Jepang untuk merujuk pada barang-barang yang dibuat secara lokal di sini. Melalui #ProjectKokusan, siapa pun diajak untuk secara lebih sadar hanya mengonsumsi barang dan hasil bumi yang bersumber langsung dari para petani serta perajin lokal Jepang yang bekerja keras. Ini adalah ajakan untuk mendukung para pelaku usaha lokal kapan pun kita bisa.

A bunch of kokusan souvenirs on display at a shop in Japan

Sejujurnya, konsep ini sudah lama dicoba oleh beberapa pecinta Jepang setiap ada kesempatan. Saya hanya berinisiatif memberikan sebuah nama agar orang-orang yang ingin memberikan dukungan lebih baik kepada Jepang memiliki satu gerakan bersama untuk disuarakan. Ide ini berawal ketika saya menyelesaikan puasa selama dua minggu. Di tengah kejernihan pikiran yang datang setelah beberapa hari tanpa makanan, saya menyadari bahwa saya bisa memilih untuk tidak mendukung apa pun yang tidak dibuat di Jepang. Daripada mengonsumsi makanan dari luar negeri, saya memilih berpuasa sampai ada daging wagyu lokal yang bisa dinikmati.

Salah satu sisi positif dari pembatasan khusus produk lokal ini adalah saya bisa benar-benar menikmati kualitas yang lebih baik saat membeli sesuatu. Karena saya HANYA mengonsumsi produk buatan Jepang dan menghindari hal lainnya, seluruh anggaran yang biasanya dialokasikan untuk kebutuhan lain dapat digabungkan. Sebagai contoh, alih-alih menghabiskan uang untuk tiga kali makan standar, dana tersebut bisa dikumpulkan untuk menikmati satu sajian kokusan yang luar biasa. Bagi saya, pilihan ini umumnya jatuh pada daging wagyu, jeroan, serta sesekali lobak daikon sebagai pendamping.

Selain makanan, #ProjectKokusan juga berlaku untuk produk pakaian yang saya kenakan. Meskipun ukuran tubuh saya tergolong besar dengan tinggi 187 cm yang membuat pencarian pakaian di Jepang sedikit lebih sulit, saya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk membeli produk buatan lokal. Jika benar-benar tidak ada pilihan pakaian buatan Jepang yang pas, alternatif yang dapat diterima adalah produk yang dijual di Jepang. Dengan cara ini, sebagian dari uang pembelian saya tetap berkontribusi membayar pajak untuk mendukung negara yang saya cintai ini.

A kokusan bowl of green matcha tea in Japan

Kendati demikian, ada satu hal yang cukup berat bagi seorang pencinta kopi seperti saya, yaitu harus melepaskan kebiasaan minum kopi. Meskipun Jepang memiliki budaya kopi yang kaya, tidak ada biji kopi kokusan yang dapat saya dukung. Akibatnya, saya harus mendapatkan pasokan kafein harian dari teh hijau atau produk minuman lain yang diproduksi secara regional di Jepang. Siapa tahu, melepaskan diri dari pengaruh luar atau gaikoku justru membuat saya tidak lagi membutuhkan kafein. Kita lihat saja nanti.

Jika Anda tertarik untuk bergabung dalam gerakan merayakan segala hal buatan Jepang ini, silakan bagikan produk lokal pilihan Anda di media sosial menggunakan tanda pagar #ProjectKokusan. Anda akan sering melihat tagar ini dari saya sepanjang tahun 2022 seiring komitmen saya untuk hanya mengonsumsi hasil bumi lokal dan membeli barang buatan Jepang. Walau hal ini cukup menantang bagi seseorang yang tidak bisa memasak seperti saya, saya tetap antusias menyambutnya. Lagi pula, menikmati daging wagyu gurih dan tiram hasil budidaya lokal setiap hari sama sekali bukan hal yang buruk.

A craftsman in Japan makes a kokusan piece of glasswear

Sebagai penutup, saya juga memiliki rencana besar untuk tahun 2022 dalam hal mendukung berbagai kerajinan dan barang seni artisanal Jepang. Dalam beberapa bulan mendatang, saya berencana meluncurkan sebuah platform e-commerce besar yang bertujuan menghubungkan calon pembeli dengan produk-produk regional yang mungkin belum mereka ketahui keberadaannya. Ini adalah sesuatu yang sudah lama ingin saya wujudkan, dan baru akhir-akhir ini saya menemukan formula yang saling menguntungkan bagi perajin, pembeli, dan pemasar. Pastikan untuk terus memantau pembaruan selanjutnya.

Sampai jumpa lagi, para pelancong…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *