Sebagai penggemar berat penawaran HD-2D dari Square Enix, saya selalu menantikan kehadiran game baru dengan gaya visual tersebut. Dari pesona Octopath Traveler saat pertama kali diumumkan bertahun-tahun lalu, pemutakhiran visual yang memukau pada seri Dragon Quest, hingga akhirnya franchise Final Fantasy mendapatkan giliran pertamanya mengusung gaya seni piksel resolusi tinggi lewat Final Fantasy Resonance. Game ini dipastikan akan sangat berkesan bagi para penggemar garis keras seri ini. Meskipun Anda tidak memiliki keterikatan nostalgia dengan Lightning dari Final Fantasy 13 atau Squall dari Final Fantasy 8, tetap ada banyak aspek menarik yang bisa dinikmati oleh pendatang baru sekalipun.
Saya berkesempatan menjajal Final Fantasy Resonance selama hampir satu jam di ajang Gamescom 2026, yang memberikan gambaran awal mengenai apa saja yang ditawarkan oleh JRPG berskala penuh ini. Jika mengikuti perkembangan premis Resonance, game ini diadaptasi secara longgar dari game seluler lawas berjudul Final Fantasy Brave Exvius, yang sayangnya telah menutup layanan pada tahun 2024 lalu meski sempat meraup 40 juta unduhan. Judul gratis dimainkan tersebut memungkinkan pemain menggunakan mekanisme gacha untuk merekrut serta memanggil berbagai karakter ikonis Final Fantasy ke dalam pertempuran seperti Cloud, Sephiroth, dan Tifa.
Namun, tidak perlu khawatir karena Resonance bukanlah sekadar daur ulang game seluler biasa. Game ini hadir sebagai RPG berkualitas konsol yang utuh dan diracik ulang berdasarkan alur cerita utama pertama dari Brave Exvius. Perwakilan PR dari Square Enix yang mendampingi sesi demo menyebutkan bahwa seorang jurnalis yang merupakan penggemar berat game seluler tersebut merasa bahwa game ini terasa seperti pengalaman yang benar-benar baru. Walaupun masih menyisakan sedikit nuansa game seluler, saya keluar dari sesi uji coba dengan perasaan antusias menyambut proyek baru ini, sekaligus merasakan gelombang nostalgia terhadap seri Final Fantasy berkat kehadiran fitur Visions yang bisa direkrut selama petualangan.
Visions dan Nostalgia




Berdasarkan pengalaman langsung memainkan Resonance, mekanismenya berjalan layaknya JRPG berbasis giliran dengan sudut pandang dari atas. Pemain mengontrol empat anggota party utama yang menyerang secara bergantian, masing-masing dibekali rangkaian keterampilan unik serta opsi kustomisasi perlengkapan. Serupa dengan game modern seperti Final Fantasy VII Remake, pemain dapat memberikan damage dalam jumlah tertentu untuk membuat musuh kewalahan dan memasuki status stagger, sehingga seluruh anggota tim bisa melancarkan serangan lanjutan yang jauh lebih mematikan.
Perbedaan paling signifikan dalam Resonance terletak pada sistem Visions. Sebagian Visions merupakan karakter orisinal yang eksklusif untuk cerita game ini, sementara sisanya adalah tokoh ikonis dari seri Final Fantasy seperti Lightning dari seri 13, Zidane dari seri 9, Squall dari seri 8, hingga karakter yang lebih baru seperti Clive dari Final Fantasy 16 dan Noctis dari Final Fantasy 15. Mengutip ungkapan populer dari kreator Super Smash Bros., Sakurai: “Semuanya hadir di sini!”
Kendati batasan informasi embargo demo Gamescom membatasi pembahasan detail mengenai cara merekrut Visions, pihak pengembang menjelaskan bahwa beberapa Visions didapatkan secara otomatis seiring perkembangan cerita, sementara sebagian lainnya tersembunyi di dalam kuil-kuil kecil serta titik-titik tertentu di peta dunia. Peta dunia ini digunakan untuk berpindah dari satu area cerita ke area berikutnya, di mana pemain bahkan bisa menaiki Chocobo untuk memperlancar perjalanan.
Sebelum mendatangi Wind Shrine yang menjadi fokus utama demo, saya sempat menemukan Noctis yang berujung pada pertempuran bos menegangkan meski belum berhasil menaklukkannya hingga akhir. Proses merekrut Vision Noctis sendiri sukses membangkitkan rasa nostalgia yang mendalam terhadap Final Fantasy 15. Meskipun game tersebut dirilis 11 tahun lalu, mekanik perekrutan semacam ini mampu menyentuh emosi pemain sekaligus memberikan kilas balik ke momen-momen penting dari game asal karakter tersebut.
Merekrut Noctis sebelum memasuki dungeon Wind Shrine terbukti sangat membantu. Mengingat pola klasik dalam seri Final Fantasy di mana musuh bertipe angin umumnya lemah terhadap elemen es, melengkapi anggota party dengan Noctis akan memberikan akses langsung ke sihir es tersebut.
Keajaiban HD-2D





Image: Square Enix
Image: Square Enix
Image: Square Enix
Image: Square Enix
Image: Capcom
Image: Capcom
Image: Capcom
Image: Capcom






