Home / Travel / Prefektur Mie: Perjalanan Sekali Seumur Hidup di Jepang

Prefektur Mie: Perjalanan Sekali Seumur Hidup di Jepang

The Meoto Iwa in Mie Prefecture

Menjelajahi Keindahan Prefektur Mie

Bagi banyak pelancong, Kanagawa sering kali dianggap sebagai prefektur yang paling lengkap karena memadukan sejarah Kamakura, mata air panas Hakone, serta suasana urban Yokohama. Namun, setelah menghabiskan waktu menjelajahi sebagian besar Prefektur Mie, ada banyak hal menarik yang membuat wilayah ini layak menjadi pesaing kuat. Mulai dari kuil-kuil kuno hingga lanskap yang tampak seperti adegan dari film fiksi ilmiah, Mie menawarkan variasi destinasi yang luar biasa dan pengalaman berkunjung yang tidak terlupakan.

Meski sudah lama masuk dalam daftar kunjungan impian, kesempatan untuk menjejakkan kaki di Mie baru terwujud belum lama ini. Rencana perjalanan yang sempat tertunda akibat cedera di masa lalu akhirnya dapat dijadwalkan ulang berkat bantuan logistik yang sangat membantu dari pihak pariwisata setempat, sehingga perjalanan padat ini dapat terlaksana dengan lancar.

Menjelajahi Mie membutuhkan persiapan karena wilayahnya yang luas dan banyaknya destinasi menarik yang bisa dikunjungi. Catatan perjalanan ini merangkum berbagai pengalaman selama berada di sana untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang menanti para pengunjung.

Cara Menuju ke Sana

One of the Kintetsu express trains that run throughout Mie Prefecture

Prefektur Mie terletak di sebelah barat daya Nagoya, di sisi timur Semenanjung Kii. Wilayah ini berbatasan dengan Aichi, Gifu, Shiga, Kyoto, Nara, dan Wakayama, serta memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 1.000 kilometer. Secara historis dan geografis, Mie dipengaruhi oleh kawasan Kansai dan Tokai.

Perjalanan ke Mie tergolong cukup mudah bagi wisatawan. Pengunjung dapat naik kereta Shinkansen dari Tokyo atau Osaka menuju Nagoya. Setibanya di Nagoya, bagian utara Prefektur Mie dapat dijangkau dalam waktu singkat menggunakan kereta limited express dari Kintetsu Railway.

Perlu dicatat bahwa jaringan Japan Railways (JR) tidak mencakup seluruh objek wisata utama di Mie, sehingga Kintetsu Railway menjadi moda transportasi utama untuk berkeliling. Karena jarak antar destinasi cukup jauh, penggunaan kereta limited express yang memerlukan reservasi kursi sangat disarankan agar perjalanan lebih efisien.

Selain itu, tersedia tiket terusan Kintetsu Rail Pass yang praktis dan ekonomis. Tiket ini memberikan akses tak terbatas ke jaringan kereta Kintetsu, meskipun biaya reservasi untuk kereta limited express tetap harus dibayarkan secara terpisah.

Memulai Perjalanan dari Yokkaichi

The factory-filled nighttime skyline of Mie Prefecture’s Yokkaichi.

Kota Yokkaichi menjadi titik awal yang ideal untuk bermalam sebelum menjelajahi Mie lebih jauh, berkat lokasinya yang dekat dengan perbatasan Prefektur Aichi dan pusat transportasi Nagoya. Nama Yokkaichi sendiri berasal dari sejarah komersialnya pada masa periode Sengoku, di mana pasar berkala diadakan setiap tanggal 4, 14, dan 24 setiap bulannya (“yoka” berarti empat dan “ichi” berarti pasar).

Kini, warisan perdagangan tersebut bertransformasi menjadi kawasan industri modern. Kompleks pabrik di sepanjang garis pantai Yokkaichi memancarkan pemandangan malam hari yang berkilau dan tampak futuristik, mirip seperti kota fiksi dalam dunia gim populer.

Pemandangan pabrik-pabrik ini dapat dinikmati melalui pelayaran malam di teluk dengan durasi 60 hingga 90 menit. Bagi yang lebih memilih daratan, Gedung Pelabuhan Yokkaichi setinggi 14 lantai menyediakan titik pandang terbaik untuk menyaksikan lanskap industri tersebut dari ketinggian.

Menikmati Panorama Mt. Gozaisho

The summit of Mie Prefecture’s snow capped Mt. Gozaisho during winter

Mt. Gozaisho terletak di perbatasan Mie dan Shiga serta merupakan gunung tertinggi di Pegunungan Suzuka. Gunung bersalju ini menjadi destinasi populer bagi warga Jepang Tengah untuk bermain ski di musim dingin sekaligus menawarkan pemandangan alam pegunungan yang memukau.

Pendakian ke puncak dapat dilakukan, namun naik menggunakan Gozaisho Ropeway memberikan kenyamanan sekaligus pemandangan spektakuler ke arah Yokkaichi dan Teluk Ise selama perjalanan sekitar 15 menit. Di puncak gunung, terdapat fasilitas resor ski, restoran, dan kafe yang santai.

Di kaki Mt. Gozaisho terdapat kota pemandian air panas Yunoyama Onsen yang mudah diakses menggunakan jalur kereta Kintetsu dari Nagoya, Osaka, dan Kyoto, menjadikannya tempat singgah yang menyenangkan bagi wisatawan.

Menelusuri Oharai-machi

Oharai-machi, the main approach to Mie Prefecture’s Ise Jingu, is bustling with people going to visit the shrine

Perjalanan dilanjutkan menuju Ise Jingu, kuil paling dihormati di Jepang, yang dapat diakses melalui Stasiun Ise-shi atau Stasiun Ujiyamada. Bangunan Stasiun Ujiyamada sendiri merupakan Properti Budaya Berwujud Terdaftar yang ditetapkan oleh pemerintah nasional.

Kawasan Ise Jingu dikelilingi oleh jalan tradisional bernama Oharai-machi yang dipenuhi bangunan bersejarah, toko kerajinan, dan restoran. Sebagian besar bangunan di sini telah melayani para peziarah selama berabad-abad. Di tengah kawasan ini terdapat Okage Yokocho, sebuah distrik yang merekonstruksi suasanan kota dari periode Edo dan awal periode Meiji.

Oharai-machi sangat cocok dijadikan lokasi beristirahat dan menikmati kuliner lokal. Makanan khas yang wajib dicoba di sini adalah Akafuku, yaitu camilan beras ketan manis berbalut pasta kacang merah, serta hidangan mi udon dengan kuah khas bertekstur kental.

Kemegahan Ise Jingu

An artistic rendition of Japan’s sun goddess, Amaterasu Omikami

Ise Jingu didedikasikan untuk dewi matahari Amaterasu Omikami, leluhur dari garis keturunan kekaisaran Jepang. Kuil yang diperkirakan telah berdiri lebih dari 2,000 tahun lalu ini menawarkan suasana hutan yang tenang dan terbebas dari pengaruh agama Buddha, mempertahankan arsitektur murni Shinto yang menyerupai lumbung padi kuno.

Sesuai tradisi Shinto, bangunan utama Ise Jingu dibongkar dan dibangun kembali setiap 20 tahun sekali untuk menjaga agar kuil tersebut tetap baru sekaligus kuno secara bersamaan. Saat ini, bangunan kuil diyakini telah memasuki iterasi ke-62.

Ise Jingu’s Uji Bridge that leads to the inner sanctums of Mie Prefecture’s most venerable shrine

Kunjungan biasanya dimulai dari Jembatan Uji sepanjang 100 meter, lalu dilanjutkan dengan ritual penyucian di tepi Sungai Isuzugawa sebelum mencapai area utama. Kompleks Ise Jingu sendiri terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Geku (Kuil Luar) yang memuja Toyouke Omikami selaku dewa pertanian dan industri, serta Naiku (Kuil Dalam) yang memuja dewi matahari.

Keindahan Teluk Ago

The lovely Ago Bay of Mie Prefecture’s Ise-Shima area

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke arah selatan Semenanjung Shima menuju Stasiun Kashikojima untuk mengunjungi Teluk Ago. Kawasan pesisir ini terkenal dengan pemandangan teluk yang dihiasi pulau-pulau kecil serta jajaran hotel resor kelas atas, termasuk lokasi penginapan para delegasi KTT G7 pada tahun 2016.

Pemandangan di sekitar Teluk Ago sangat ideal untuk dieksplorasi dengan bersepeda. Pengunjung dapat menyewa sepeda dari penginapan maupun dari kafe lokal di dekat Stasiun Kashikojima dengan harga yang terjangkau.

Bagi yang ingin menikmati panorama teluk secara menyeluruh dari ketinggian, Dek Observasi Yokoyama yang berada di atas Mt. Yokoyama menawarkan pemandangan lanskap perairan dan pulau-pulau kecil yang luar biasa indah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *