
Hingga hari ini, Prefektur Fukushima sering kali masih dipandang sebelah mata akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 2011 silam. Sangat disayangkan ketika melihat komentar negatif di media sosial yang melarang orang-orang untuk berkunjung ke sana karena kekhawatiran yang keliru. Padahal, sebagai prefektur terbesar ketiga di Jepang dengan tingkat radiasi yang normal, Fukushima sama sekali tidak berbahaya seperti yang ditakutkan banyak orang. Berdasarkan pengalaman mendatangi wilayah ini lebih dari 50 kali, stigma tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan harus diluruskan.
Terbentang dari pesisir Pasifik hingga ke jantung wilayah Tohoku, Fukushima menawarkan lanskap yang luar biasa dan terbagi menjadi tiga zona unik. Dari kota bekas benteng samurai Aizu-Wakamatsu hingga kawasan pesisir Iwaki, daerah ini kaya akan sejarah, pemandian air panas alami, keindahan alam, serta kerajinan lokal seperti kerajinan pernis dan sake berkualitas tinggi.
Meskipun sebagian pelancong mancanegara masih ragu akibat kecelakaan nuklir masa lalu, proses pemulihan wilayah ini sudah hampir tuntas. Area yang benar-benar tidak dapat dihuni kini hanya terbatas di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi. Sebagian besar wilayah evakuasi sebelumnya kini sudah dinyatakan aman dan kembali dihuni oleh warga setempat. Mengingat wilayahnya yang sangat luas, Anda bahkan bisa berkendara selama berjam-jam dari lokasi tragedi tersebut dan tetap berada di dalam kawasan Fukushima.
Oleh karena itu, abaikan berbagai mitos keliru yang beredar di internet. Fukushima adalah salah satu destinasi terbaik di Jepang yang menawarkan pemandangan memukau di setiap musim, mulai dari dedaunan musim gugur di bulan November, hamparan salju di penghujung tahun, hingga bunga sakura yang bermekaran pada musim semi. Ditambah lagi dengan penyelenggaraan Grand Van Gogh Exhibition di Fukushima Prefectural Museum of Art, tidak ada alasan untuk ragu merencanakan perjalanan ke sini.
Cara Menuju ke Sana
Fukushima terbagi menjadi tiga wilayah utama: Hamadori di pesisir, Nakadori di bagian tengah, dan wilayah pegunungan Aizu di pedalaman. Rute perjalanan Anda akan sangat bergantung pada destinasi utama yang dipilih. Sebagian besar pelancong berangkat dari Tokyo menggunakan Shinkansen menuju Stasiun Fukushima atau Stasiun Koriyama, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta lokal.
Meskipun menyewa mobil memberikan kebebasan lebih untuk menjelajahi area pedesaan, jaringan kereta dan bus yang tersedia juga sudah cukup memadai. Namun, Anda harus memperhatikan jadwal keberangkatan kereta lokal seperti Tadami Line yang tidak sesering jalur di perkotaan besar agar tidak tertinggal.
Untuk menikmati perjalanan secara optimal, disarankan untuk menginap selama beberapa malam karena jarak antar objek wisata cukup jauh. Fukushima memiliki banyak pilihan ryokan dengan pemandian air panas bersejarah, seperti di Higashiyama Onsen dan Bandai Atami Onsen.
Salah satu rekomendasi tempat menginap terbaik adalah Ashinomaki Onsen yang letaknya tidak jauh dari Ouchijuku dan Aizu-Wakamatsu. Di kawasan ini pula terdapat Ashinomaki Onsen Okawaso, sebuah ryokan megah yang konon menginspirasi desain Infinity Castle dalam serial Kimetsu-no-Yaiba.
Grand Van Gogh Exhibition

Salah satu acara budaya paling menarik di Fukushima saat ini adalah Grand Van Gogh Exhibition yang diselenggarakan di Fukushima Prefectural Museum of Art. Pameran keliling skala besar ini menampilkan koleksi karya luar biasa dari Vincent van Gogh yang dipinjam dari Kröller-Müller Museum di Belanda.
Pameran ini menghadirkan sekitar 60 karya seni dari awal karier Van Gogh hingga karya-karyanya yang paling ikonik, seperti Café Terrace at Night, serta beberapa lukisan dari seniman kontemporer seperti Monet dan Renoir. Pameran ini berlangsung dari 21 Februari hingga 10 Mei 2026, menjadikannya kesempatan sempurna bagi pencinta seni untuk menikmati mahakarya dunia di luar kota-kota besar seperti Tokyo atau Kyoto, sekaligus bertepatan dengan musim mekarnya bunga sakura.
Fukushima City dan Pemandian Air Panas Sekitar

Sebagai ibu kota prefektur, Fukushima City menawarkan beberapa titik menarik seperti Hanamiyama Park yang dipenuhi warna-warni bunga saat musim semi dan Fukushima Prefectural Museum of Art. Meski demikian, sebagian besar daya tarik utama Fukushima justru terletak di luar kawasan perkotaan.
Tidak jauh dari pusat kota, terdapat kawasan pemandian air panas bersejarah seperti Iizaka Onsen yang terkenal dengan pemandian air panas publiknya. Sementara itu, Takayu Onsen menawarkan mata air sulfur putih susu yang menenangkan, dan Tsuchiyu Onsen menyuguhkan suasana kota yang lebih tenang serta bernuansa nostalgia.
Bagi pencinta pemandangan alam dramatis, jalur berkendara Bandai-Azuma Skyline menyuguhkan panorama pegunungan vulkanik yang luar biasa. Menggunakan kendaraan sewaan akan sangat membantu untuk menjelajahi kawasan dataran tinggi ini dengan lebih leluasa.
Kota Benteng Aizu-Wakamatsu

Aizu-Wakamatsu dikenal sebagai pusat budaya samurai di Fukushima yang memegang peran penting pada masa-masa akhir periode Edo. Sebagai benteng pertahanan kaum loyalis shogun, kota ini menyimpan banyak kisah sejarah dan rasa bangga terhadap warisan samurai yang masih terasa hingga hari ini.
Landmark paling terkenal di kota ini adalah Tsuruga Castle, sebuah rekonstruksi benteng megah yang menjadi simbol ketahanan wilayah tersebut. Selain itu, terdapat Sazaedo, bangunan kuil unik dengan jalur tangga heliks ganda yang memungkinkan pengunjung naik dan turun tanpa saling berpapasan. Tradisi kerajinan pernis lokal serta pabrik sake terkemuka seperti Suehiro Brewery juga menjadi daya tarik budaya yang sayang untuk dilewatkan.
Kota Pos Ouchijuku

Tersembunyi di pegunungan bagian selatan Fukushima, Ouchijuku adalah kota pos bersejarah yang dulunya menjadi tempat beristirahat para pelancong di sepanjang jalur perdagangan antara Aizu-Wakamatsu dan Nikko. Hingga kini, jalan utamanya masih diapit oleh jajaran bangunan beratap jerami tradisional yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lalu.
Selain menikmati suasana desa tradisional dan mencicipi kuliner khas negi soba—mie soba yang disantap menggunakan batang daun bawang utuh alih-alih sumpit—pengunjung juga dapat mendaki jalur singkat menuju titik pengamatan untuk melihat panorama desa dari ketinggian.
Fukushima Barat dan Jalur Kereta Tadami Line

Tadami Line merupakan salah satu jalur kereta paling fotogenik di Jepang. Melintasi pegunungan terpencil di bagian barat Fukushima, jalur ini menghubungkan Aizu-Wakamatsu dengan Prefektur Niigata melalui jembatan penyeberangan sungai dan lembah yang sangat indah, terutama pada musim gugur dan musim dingin.
Titik pandang paling populer untuk memotret kereta ini berada di dekat Jembatan Sungai Tadami Pertama, di mana kereta tampak melintas di atas permukaan air lembah. Perencanaan waktu yang matang sangat diperlukan mengingat frekuensi perjalanan kereta di jalur ini cukup terbatas.
Menjelajahi Nihonmatsu

Tidak jauh ke arah selatan dari ibu kota prefektur terdapat Nihonmatsu, sebuah kota benteng bersejarah yang juga terkenal dengan tradisi pembuatan sake. Kota ini menawarkan reruntuhan Kastil Nihonmatsu dengan pemandangan kota yang luas, serta kedekatannya dengan Gunung Adatara yang populer di kalangan pendaki dan pemain ski.








