Home / Travel / Pesona Tokushima: Jembatan Merambat, Pusaran Air, dan Awa Odori

Pesona Tokushima: Jembatan Merambat, Pusaran Air, dan Awa Odori

Oboke Gorge at Sunseet

Dari 47 prefektur di Jepang, Prefektur Tokushima hampir selalu berada di peringkat bawah dalam hal daya tarik wisata. Meskipun tidak selalu menempati posisi terakhir, wilayah ini sering kali nongkrong di kisaran peringkat 40-an. Padahal, Tokushima menyimpan beberapa lanskap pedesaan terindah di Jepang, mulai dari jembatan merambat di Iya Valley, pusaran air di Naruto, hingga festival tari Awa Odori yang megah.

Bagi yang merencanakan perjalanan berikutnya ke Jepang, memasukkan Tokushima ke dalam daftar kunjungan adalah keputusan yang tepat. Terletak di bagian timur Pulau Shikoku—bukan di Pulau Honshu yang lebih besar—wilayah ini menawarkan suasana pedesaan yang menawan sekaligus kaya akan aktivitas menarik. Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian.

Tidak seperti Tokyo atau Kyoto yang tengah bergulat dengan masalah overtourism, Tokushima relatif bebas dari lonjakan turis asing. Minimnya kesadaran publik membuat permata tersembunyi di Shikoku ini tetap tenang, memungkinkan pengunjung menikmati keaslian budayanya tanpa harus berdesak-desakan.

Dari segi sejarah, Tokushima memiliki akar yang kuat. Iya Valley, misalnya, dikenal sebagai tempat persembunyian Klan Taira setelah kekalahan mereka dari Klan Minamoto dalam Perang Genpei. Di tengah pegunungan Shikoku ini, waktu seolah berjalan lebih lambat. Jejak sejarah tersebut juga terlihat jelas dalam tradisi pewarnaan indigo dan tarian Awa Odori yang tersohor.

Secara keseluruhan, Tokushima menawarkan pengalaman terpencil yang tetap mudah diakses dari wilayah Kanto. Sudah saatnya prefektur ini mendapatkan apresiasi yang lebih baik dari para pelancong internasional.

Cara Menuju ke Sana

Tokushima-ken's capital city is one of those places that don't show up on tourist maps. It is useful as a logistical hub and makes travel to the large whirlpools and rural inner core of Shikoku quite easy. Of course, the Awa Odori that's held during August is the city's highlight.

Berbeda dengan Prefektur Kagawa di sebelah utara, mencapai Tokushima menggunakan kereta api sedikit lebih menantang, terutama jika datang langsung dari Tokyo. Pilihan yang lebih efisien adalah dengan mengambil penerbangan domestik dari Bandara Haneda menuju Bandara Tokushima Awaodori.

Jika Anda sudah berada di wilayah Kansai, naik bus jalan raya dari Osaka menuju Stasiun Tokushima adalah opsi yang sangat praktis. Bus-bus ini akan melintasi Pulau Awajishima yang menjadi gerbang utama menuju Tokushima. Alternatif lainnya adalah menggunakan Kapal Feri Nankai dari Wakayama yang memakan waktu sekitar dua jam perjalanan laut.

Durasi kunjungan tentu bergantung pada destinasi yang ingin dituju. Namun, mengalokasikan waktu setidaknya beberapa hari sangat disarankan. Iya Valley, Kota Naruto, dan pusat kota Tokushima masing-masing membutuhkan waktu eksplorasi yang cukup panjang. Jika ingin menjelajahi seluruh wilayah ini secara menyeluruh, Anda bahkan bisa menghabiskan waktu hingga seminggu.

Aktivitas Menarik di Tokushima City

The best thing that you can do in the city of Tokushima is to go see the Awa Odori dance performed at the Awa Odori Kaikan. The actual festival is in August but that means battling crowds to go see it. Otherwise, Tokushima is a good place to snag local goods like indigo socks.

Kota Tokushima sendiri mungkin tidak dipenuhi oleh terlalu banyak objek wisata megah. Selain Awa Odori Kaikan, ibu kota prefektur ini lebih berfungsi sebagai titik awal perjalanan yang strategis. Meski demikian, kota ini memiliki cukup banyak daya tarik untuk mengisi waktu sehari penuh sebelum melanjutkan perjalanan ke Naruto atau rute ziarah Shikoku.

Salah satu titik awal yang ideal adalah Tokushima Central Park yang berdiri di atas bekas kompleks Kastil Tokushima. Di sini, pengunjung dapat melihat sisa-sisa tembok batu kuno serta Museum Kastil Tokushima yang menyimpan sejarah kepemimpinan Klan Hachisuka selama periode Edo (1603–1868). Taman Omote Palace Garden di dekatnya juga sangat layak untuk disinggahi.

Tokushima juga sangat identik dengan kerajinan pewarnaan indigo Awa. Wisatawan yang ingin mencoba langsung proses pembuatannya dapat mengunjungi Aizome Kobo Ruafu, sebuah workshop kecil yang berada dalam jarak jalan kaki dari Stasiun Tokushima. Di tempat ini, Anda bisa membuat suvenir berupa kain atau handkerchief hasil karya sendiri.

Jangan lewatkan pula kesempatan untuk mendaki Gunung Bizan yang terletak tepat di belakang kawasan pusat kota. Nama gunung ini berasal dari bentuknya yang menyerupai alis mata jika dilihat dari kejauhan. Puncak gunung dapat diakses dengan mudah menggunakan kereta gantung yang terhubung langsung dengan gedung Awa Odori Kaikan, menawarkan pemandangan panorama kota dan Sungai Yoshinogawa dari ketinggian.

Festival Tari Awa Odori

The Awa Odori is designated as an Important Intangible Folk Cultural Property of Japan. It developed over the years into a regional phenomenon and performances are held daily at the Awa Odori Kaikan.

Identitas kultural Tokushima tidak bisa dilepaskan dari Awa Odori, tarian tradisional yang telah diwariskan selama lebih dari empat abad. Tarian ini dibawakan oleh kelompok-kelompok penari yang disebut ren, diiringi oleh alunan alat musik seperti shamisen, seruling, drum, dan lonceng tangan.

Festival utama Awa Odori diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 12 hingga 15 Agustus di Kota Tokushima. Selama periode ini, suasana kota berubah meriah dengan berbagai pertunjukan jalanan. Setiap kelompok ren menampilkan kostum, koreografi, dan yel-yel khas mereka masing-masing, bahkan menyediakan kesempatan bagi penonton untuk ikut bergabung menari.

Bagi pelancong yang berkunjung di luar bulan Agustus, Awa Odori Kaikan tetap menyajikan pertunjukan tari ini sepanjang tahun. Pengunjung dapat mempelajari sejarah, melihat kostum, hingga mempraktikkan gerakan dasar tarian secara langsung.

Pusaran Air di Kota Naruto

The Onaruto Bridge spans the straight between Tokushima-ken and Awaji Island. Below it, the Naruto whirlpools rage. If you visit, be sure to have some Naruto Kintoki which are produced in the sandy soil of the shore. They taste great!

Salah satu keajaiban alam paling ikonik di Tokushima adalah pusaran air Naruto yang terbentuk di Selat Naruto. Pertemuan arus air berkecepatan tinggi antara Laut Pedalaman Seto dan Saluran Kii menciptakan pusaran air raksasa di bawah Jembatan Onaruto.

Fenomena ini dapat disaksikan secara lebih dekat menggunakan kapal wisata seperti Aqua Eddy yang dilengkapi jendela bawah air, atau berjalan di atas jalur pejalan kaki Uzu-no-Michi yang berada sekitar 45 meter di atas permukaan laut. Perlu diingat untuk memeriksa jadwal pasang surut air laut sebelum berkunjung agar dapat melihat pusaran air dalam kondisi terbaiknya.

Selain fenomena alam tersebut, Kota Naruto juga menjadi rumah bagi Otsuka Museum of Art. Museum besar ini memamerkan reproduksi karya seni barat berskala penuh dalam bentuk ubin keramik, mulai dari karya Renaisans hingga lukisan maestro dunia.

Titik Awal Ziarah Shikoku

Ryozen-ji is the first temple of the Ohenro pilgrimage that circles the island of Shikoku and is located near the Naruto Whirlpools. In Minami-Tokushima, you can also find the temples Tairyu-ji and Yakuo-ji.

Kota Naruto juga menyimpan Kuil Ryozen-ji, yang merupakan kuil pertama dalam jalur ziarah Ohenro yang mengelilingi Pulau Shikoku. Kuil ini menjadi titik tolak resmi bagi para peziarah yang memulai perjalanan suci menyusuri 88 kuil Buddha yang berkaitan dengan biksu Kukai.

Prefektur Tokushima sendiri menaungi 23 kuil pertama dari rute ziarah ini. Beberapa di antaranya yang patut dikunjungi meliputi Tairyu-ji dengan kereta gantung panjangnya, serta Yakuo-ji yang terkenal dengan tradisi penangkal nasib sial melalui jumlah anak tangganya.

Jembatan Merambat di Iya Valley

If extremely rural travel is on the table, you need to drop by the western part of Tokushima Prefecture and check out the amazing Kazurabashi.

Iya Valley merupakan kawasan terpencil di bagian barat Tokushima yang lekat dengan sejarah pelarian Klan Taira. Lanskap pegunungannya yang curam dan berkabut menciptakan atmosfer masa lampau yang masih terjaga hingga kini.

Simbol paling terkenal dari lembah ini adalah jembatan merambat Kazurabashi. Konon, jembatan tersebut sengaja dibuat dari tanaman merambat agar dapat dipotong dengan cepat saat musuh datang. Selain jembatan ekstrem ini, wisatawan dapat menikmati keindahan Oboke Gorge dengan kapal wisata atau mengagumi perkampungan tradisional Ochiai Village.

Destinasi di Sekitar Tokushima

Located in Kōchi-ken’s Ino Town, Nikobuchi is a popular waterfall basin with a vibrant blue hue to it.

Tokushima sangat ideal dijadikan titik awal untuk menjelajahi Pulau Shikoku secara lintas kabupaten. Setelah mendarat di bandara setempat dan mengeksplorasi ibu kota serta Kota Naruto, perjalanan dapat dilanjutkan ke arah barat menuju Iya Valley.

Dari Stasiun Oboke di ujung barat Tokushima, perjalanan bisa diteruskan ke Prefektur Kochi di selatan yang terkenal dengan bentang alam pantainya dan kuliner katsuo-no-tataki, atau menuju Prefektur Kagawa di utara untuk menikmati keindahan Taman Ritsurin dan hidangan Sanuki udon yang melegenda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *