Home / Travel / Pesona Keindahan Festival Bunga Sakura di Taman Kitakami Tenshochi

Pesona Keindahan Festival Bunga Sakura di Taman Kitakami Tenshochi

Horse Carriage at Kitakami Tenshochi Park

Setiap tahun, perjalanan ke arah utara Jepang menjadi agenda rutin untuk mengejar puncak mekarnya bunga sakura. Berbeda dengan Tokyo yang kelopak bunganya sudah gugur pada pertengahan April, wilayah utara Jepang mengalami musim mekar yang jauh lebih lambat akibat perbedaan garis lintang. Oleh karena itu, perjalanan ke pedesaan di wilayah Tohoku antara akhir April hingga awal hari-hari pertama bulan Mei menawarkan pemandangan menikmati sakura yang luar biasa. Ini adalah trik perjalanan cerdas yang luput dari perhatian banyak orang, mengingat Tokyo biasanya sangat padat oleh wisatawan pada musim puncak.

Salah satu destinasi yang disinggahi dalam petualangan ke utara kali ini adalah Kitakami Tenshochi Park. Berada di bagian selatan Prefektur Iwate, kawasan pepohonan sakura sepanjang dua kilometer ini membentang di sepanjang tepian Sungai Kitakami. Diperkirakan terdapat sekitar 10.000 pohon sakura yang mulai mekar serentak pada pertengahan April. Pada periode tersebut, warga setempat menyelenggarakan festival sakura tahunan yang dimeriahkan oleh berbagai stan makanan serta hiburan menarik.

Meskipun kota Kitakami dan area tamannya mungkin bukan tujuan tunggal yang wajib dikunjungi semata-mata untuk melihat sakura, tempat ini sangat strategis untuk dimasukkan ke dalam rencana perjalanan ke wilayah Tohoku antara pertengahan April dan awal Mei. Terutama bagi pemegang JR East Pass (Tohoku Area), wisatawan dapat dengan mudah turun di Stasiun Kitakami, menghabiskan waktu sehari di taman tersebut, lalu melanjutkan perjalanan ke utara menuju Morioka atau Akita untuk menikmati lebih banyak keindahan sakura.

Cara Menuju ke Sana

Visitors walking and pushing bicycles across the yellow pedestrian bridge that leads to Kitakami Tenshochi Park, with a backdrop of cherry blossom trees in full bloom during the Kitakami Tenshochi Sakura Festival. The mountains of Iwate Prefecture rise in the distance, adding a scenic natural frame to this peaceful springtime scene.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Festival Sakura Kitakami Tenshochi, penting untuk memahami aspek logistik dasarnya. Cara paling praktis untuk mencapai lokasi ini adalah dengan menaiki kereta Tohoku Shinkansen dari Tokyo menuju Stasiun Kitakami. Perjalanan ini memakan waktu sekitar tiga jam, dan pengecekan jadwal keberangkatan kereta dapat dilakukan melalui layanan seperti Jorudan. Bagi yang sudah berada di kawasan tersebut, jalur lokal Tohoku Main Line juga bisa menjadi alternatif transportasi.

Setibanya di Stasiun Kitakami, keluarlah melalui pintu keluar bagian timur. Dari titik tersebut, Kitakami Tenshochi Park dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit. Cukup berjalan ke arah timur sampai menemukan Sungai Kitakami, lalu cari jembatan penyeberangan yang mengarah langsung ke area taman.

Bagi pelancong yang memilih berkendara menggunakan mobil sewaan, rute melalui Tohoku Expressway menuju Kota Kitakami dapat menjadi pilihan. Kendati demikian, kepadatan lalu lintas patut diantisipasi di sekitar area taman karena tingginya antusiasme warga lokal dari Iwate dan prefektur tetangga yang ingin menyaksikan sakura bermekaran. Daripada memarkir kendaraan di dekat lokasi taman, mencari tempat parkir di sisi seberang sungai dekat Stasiun JR Kitakami seringkali menjadi langkah yang lebih efisien.

Festival Sakura Kitakami Tenshochi

On a national holiday in Japan, carp streamers span the Kitakami River at Kitakami Tenshochi Park as many visitors from both Iwate and the rest of Japan enjoy the two-kilometer-long stretch of cherry trees during the annual festival.

Setibanya di jembatan penyeberangan menuju Kitakami Tenshochi Park, pemandangan deretan bendera ikan karpus yang membentang di atas Sungai Kitakami akan langsung menyambut pengunjung, berpadu dengan barisan pohon sakura yang usianya sudah mencapai lebih dari seabad sejak pertama kali ditanam oleh Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.

Taman ini memang sangat pantas menyandang status sebagai salah satu dari 100 lokasi terbaik untuk menikmati bunga sakura di Jepang, serta masuk dalam peringkat tiga teratas di wilayah Tohoku. Daya tarik utamanya tentu saja menyusuri jalur setapak di bawah naungan pohon-pohon rindang tersebut. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pengalaman unik berupa tur dengan kereta kuda.

Pengunjung dapat menyewa andong tradisional yang ditarik oleh kuda untuk menyusuri terowongan sakura dengan biaya yang cukup terjangkau, yakni sekitar 2.000 yen per orang. Pemesanan layanan ini dapat dilakukan di dekat Area SL yang terletak berdampingan dengan taman bermain anak, meski antrean biasanya cukup panjang terutama pada akhir pekan atau hari libur nasional.

Daya tarik lain yang tidak kalah memukau dalam festival ini adalah Onikenbai atau “Tari Pedang Iblis”, sebuah pertunjukan tradisional yang telah berusia lebih dari 1.300 tahun. Para penari mengenakan topeng iblis yang mencolok serta busana warna-warni, membawakan gerakan penuh tenaga dan ritmis yang memukau penonton. Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan cerminan warisan budaya serta nilai spiritual mendalam dari tradisi masyarakat setempat di tengah indahnya musim sakura.

Desa Folklor Michinoku & Museum Kota Kitakami

While closed Mondays, the folklore village in Kitakami is an amazing addition to the endless cherry blossoms found at Kitakami Tenshochi Park. Especially for history buffs, this is one spot that those chasing peak spring vibes up north ought not to miss!

Selain keindahan bunga sakura di sepanjang sungai, Kota Kitakami menyimpan destinasi menarik lainnya yang patut dikunjungi. Salah satunya adalah Desa Folklor Michinoku yang terletak tidak jauh dari Tenshochi Rest House. Kompleks museum terbuka ini menyajikan kilas balik sejarah wilayah Tohoku selama beberapa abad ke belakang.

Terletak di lereng bukit yang menghadap langsung ke taman sakura, desa budaya ini menampung sekitar 40 bangunan bersejarah. Di antaranya mencakup rumah petani dari era Edo (1603–1868), pos pemadam kebakaran, bangunan sekolah tradisional, hingga replika tempat tinggal dari zaman Jomon (14.000 SM–300 SM). Kawasan ini secara historis memegang peran strategis karena berada tepat di garis perbatasan antara wilayah kekuasaan klan Date dan Nambu. Dari titik pandang di desa ini, pemandangan Gunung Iwate di utara dan Gunung Kurikoma di selatan tampak jelas.

Bagi para pencinta arsitektur, desa ini menampilkan rumah bergaya Nambu Magariya berbentuk huruf L yang dulunya berfungsi sebagai tempat tinggal manusia sekaligus kandang kuda, serta rumah tradisional bergaya persegi milik klan Date. Kompleks ini juga dilengkapi dengan beberapa museum kecil yang memamerkan alat-alat buatan tangan, pakaian tradisional, perlengkapan pemadam kebakaran masa lampau, serta berbagai artefak sejarah lainnya.

Alokasikan waktu setidaknya setengah hari agar kunjungan ke seluruh destinasi ini terasa maksimal, terutama jika ingin memadukannya dengan waktu bersantai di bawah pohon sakura.

Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Kitakami

A lone cherry blossom tree known as Tameuchi's Ipponzakura stands in full bloom in a wide open field of green grass, with the snow-capped peak of Mt. Iwate towering in the background under a partly cloudy sky. This iconic scene is one of Iwate Prefecture's most beloved springtime views, perfectly blending the beauty of cherry blossoms with the grandeur of northern Japan's natural landscapes.

Perjalanan ke Prefektur Iwate demi mengunjungi Kitakami Tenshochi Park akan semakin berkesan jika dikombinasikan dengan eksplorasi lebih luas ke wilayah Tohoku. Kawasan ini menyimpan banyak permata tersembunyi yang layak dieksplorasi oleh wisatawan mancanegara. Terlebih lagi, keberadaan tiket terusan kereta regional memberikan kemudahan akses transportasi yang jauh lebih hemat biaya dibandingkan membeli tiket perjalanan reguler secara terpisah.

Di dalam wilayah Prefektur Iwate, kota Tono dan Morioka merupakan dua tempat yang sangat direkomendasikan. Tono terkenal dengan cerita rakyat dan legenda makhluk mitologi yokai, sementara Morioka sempat masuk dalam daftar destinasi dunia versi The New York Times. Selain reputasi tersebut, Morioka dan sekitarnya juga menawarkan spot-spot sakura yang memukau, antara lain:

  • Kastil Morioka
  • Taman Takamatsu
  • Pohon Sakura Tunggal Tameuchi (Tameuchi’s Ipponzakura)

Kota Morioka juga berfungsi sebagai titik awal yang ideal untuk menjelajahi bagian lain wilayah Tohoku. Dari Stasiun Morioka, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kereta Shinkansen ke arah barat menuju Kakunodate di Prefektur Akita untuk menikmati pemandangan sakura yang menawan. Alternatif lainnya adalah bergerak ke utara menuju Aomori guna mengunjungi Taman Kastil Hirosaki yang terkenal sebagai salah satu lokasi menikmati sakura terbaik di Jepang saat akhir musim semi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *