Home / Travel / Pesona Hitome Senbonzakura dan Istana Funaoka: Keindahan Musim Semi di Miyagi

Pesona Hitome Senbonzakura dan Istana Funaoka: Keindahan Musim Semi di Miyagi

Mt. Zao the Hitome Senbonzakura

Bagian selatan Prefektur Miyagi menyimpan dua destinasi musim semi yang sangat populer, yaitu Hitome Senbonzakura dan Taman Reruntuhan Kastil Funaoka. Terletak di bawah bayangan Gunung Zao, kawasan ini menawarkan pemandangan alam yang memukau saat musim mekar bunga sakura yang biasanya terjadi pada pertengahan hingga akhir bulan April.

Kedua lokasi ini masuk dalam daftar 100 situs bunga sakura terbaik di Jepang. Hitome Senbonzakura menampilkan deretan panjang pohon sakura Somei-Yoshino yang menghiasi sepanjang tepian Sungai Shiroishi. Sementara itu, Taman Reruntuhan Kastil Funaoka berada di atas tebing setinggi 135 meter yang menyuguhkan pemandangan panorama yang luar biasa pada hari cerah.

Letaknya yang berada di antara Tokyo dan wilayah utara Jepang menjadikan kawasan ini tempat singgah yang ideal bagi pelancong yang ingin menikmati keindahan bunga sakura lebih jauh ke utara. Selain itu, aksesnya cukup mudah dari kota Sendai, terutama jika menggunakan JR Tohoku Rail Pass.

<

Cara Menuju ke Sana

The easiest way to get down to Funaoka Castle Park for the Shibata Cherry Blossom Festival during spring is to ride the Tohoku Shinkansen to Sendai and then transfer to a local train line bound for Funaoka Station in Shibata-machi.

Cara paling praktis untuk mengunjungi kedua tempat ini adalah dengan naik Shinkansen menuju Stasiun Sendai. Dengan menggunakan Hayabusa Shinkansen yang mengarah ke Tohoku, perjalanan dari Tokyo memakan waktu sekitar satu setengah jam. Setibanya di Stasiun Sendai, lanjutkan perjalanan dengan berpindah ke Jalur Tohoku menuju Stasiun JR Funaoka.

Sebagai alternatif, tersedia pula kereta Yamabiko yang melayani rute ke Stasiun Shiroishi-Zao bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan ini dari arah berlawanan. Jadwal keberangkatan kereta dapat dicek melalui layanan seperti Jorudan, khususnya jika memilih rute melalui Stasiun Shiroishi-Zao yang memiliki frekuensi keberangkatan lebih sedikit.

Hitome Senbonzakura

A shot of the Zao Mountains and a local train from Shibata Sen-ou-kyou Bridge during the annual Shibata Cherry Blossom Festival. You’ll find this scene in Shibata-machi.

Dari Stasiun JR Funaoka, pengunjung dapat berjalan kaki menuju Sungai Shiroishi. Jalur ribuan pohon sakura ini sangat mencolok dan mudah ditemukan tanpa memerlukan peta digital.

Aktivitas utama di Hitome Senbonzakura adalah menikmati pemandangan bunga sakura dengan berjalan santai di sepanjang jalur sungai. Terdapat pula area lain seperti Taman Shiroishi River Sen-ou yang menampilkan berbagai bunga semusim sebagai pelengkap.

Bagi para pecinta fotografi, Jembatan Shibata Sen-ou-kyou merupakan titik yang wajib dikunjungi. Dari sudut ini, kombinasi pemandangan deretan sakura, Pegunungan Zao, dan kereta Jalur Tohoku yang melintas sering kali menjadi buruan para fotografer.

Taman Reruntuhan Kastil Funaoka

An adorable sakura slope car that will take you up the cherry blossom-covered hill to where Funaoka Castle Park (船岡 城址 公園) and the Funaoka Heiwa Kannon statue are. From the top, you can enjoy a panoramic view from the observation deck and sometimes even see the Pacific Ocean in the distance. It’s located in Shibata-machi.

Menyeberangi Jembatan Shibata Sen-ou-kyou akan membawa pengunjung ke kaki Gunung Shiho, lokasi Taman Reruntuhan Kastil Funaoka berada. Untuk mencapai puncak setinggi 135 meter ini, tersedia dua cara yaitu mendaki jalur tangga atau menaiki kereta lereng (*slope car*).

Kereta lereng berukuran kecil ini melintasi jalur sepanjang 305 meter di antara pepohonan sakura dengan tarif tiket pulang pergi sebesar 500 yen. Mengingat popularitasnya yang tinggi saat Festival Bunga Sakura Shibata, antrean panjang kerap terjadi selama musim mekar.

Kastil yang dulunya berdiri di tempat ini merupakan milik Klan Harada, pengikut dari keluarga daimyo Date. Akibat keterlibatan mereka dalam konflik internal pada akhir tahun 1600-an, klan tersebut runtuh dan kini hanya sedikit jejak benteng yang tersisa.

Di puncak gunung, berdiri patung Funaoka Heiwa Kannon setinggi 24 meter. Patung dewi belas kasih dalam ajaran Buddha ini memegang seekor burung merpati sebagai simbol perdamaian. Selain itu, terdapat pula pohon cemara bersejarah yang pernah tampil dalam drama televisi era 1970-an.

Destinasi Tambahan di Sekitar

After exploring Funaoka Castle Park and riding the slope car, there are also a number of other attractions in town to check out too.

Waktu kunjungan yang relatif singkat untuk menjelajahi Funaoka dan sekitarnya memungkinkan wisatawan untuk mengunjungi beberapa objek wisata lain di Prefektur Miyagi bagian selatan.

Kastil Shiroishi, yang terletak lebih ke selatan, merupakan bekas pusat kediaman Klan Katakura. Kompleks kastil ini menampilkan rekonstruksi modern dengan halaman yang dipenuhi bunga sakura pada musim semi, serta lokasinya yang tidak jauh dari Stasiun Shiroishi-Zao.

Alternatif lainnya adalah area ujung Hitome Senbonzakura di antara Jembatan Oagatabashi dan Jembatan Suehiro-ohashi yang menyelenggarakan festival malam dengan iluminasi lampu pada pukul 18.00 hingga 22.00.

Atraksi Lain di Dekat Miyagi

In addition to the cherry blossoms in and around Funaoka Castle Park and Shibata Town, Matsushima is also great during April too.

Prefektur Miyagi memiliki banyak destinasi menarik lainnya. Matsushima, yang terkenal sebagai salah satu dari tiga pemandangan terindah di Jepang, menawarkan suasana musim semi yang sangat istimewa saat bunga sakura bermekaran.

Kota Sendai sendiri menyediakan berbagai pilihan aktivitas dan kuliner khas seperti gyutan yang sayang untuk dilewatkan. Sementara itu, Desa Rubah Zao juga dapat dijangkau dari Kastil Shiroishi, meskipun akses ke kawasan dataran tinggi tersebut lebih mudah dicapai menggunakan taksi atau kendaraan sewaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *