Baru-baru ini, saya mengajak keluarga yang sedang berkunjung dari luar negeri untuk menikmati berbagai keindahan di wilayah Tohoku, Jepang utara. Perjalanan tersebut membawa kami mampir ke kota samurai bersejarah Kakunodate serta Danau Tazawa di Akita, yang tercatat sebagai danau terdalam di Jepang. Dalam perjalanan pulang menaiki bus dari danau tersebut, saya menyadari bahwa meskipun saya pernah mengulas sebagian besar wilayah Akita sebelumnya, saya belum pernah membuat tulisan khusus mengenai Danau Tazawa. Oleh karena itu, sudah saatnya saya meluruskannya.
Bagi yang belum tahu, badan air dengan lebar sekitar enam kilometer ini memiliki kedalaman yang luar biasa. Dengan kedalaman maksimum mencapai 423,4 meter, Danau Tazawa adalah danau terdalam di Jepang, di mana dasarnya berada jauh di bawah permukaan laut meskipun permukaan airnya terletak sekitar 249 meter di atasnya. Bentuk danau yang hampir sempurna melingkar ini mengisyaratkan asal-usul vulkaniknya. Danau kawah raksasa ini menempati sebuah kaldera purba yang terbentuk akibat letusan mahadahsyat sekitar dua juta tahun lalu. Kendati gunung berapinya sudah lama tidak aktif, para peneliti bahkan menemukan kubah lava di bawah air sebagai sisa-sisa aktivitas vulkanik setelah kaldera tersebut terbentuk.
Selain kondisi geologinya, Danau Tazawa juga lekat dengan legenda Tatsuko, seorang gadis muda jelita yang konon pernah tinggal di dekat danau tersebut pada masa lalu. Khawatir kecantikannya akan pudar seiring waktu, Tatsuko berdoa kepada Kannon selama 100 hari dan malam demi mempertahankan kemolekan wajahnya selamanya. Pada malam terakhir, ia mendapat petunjuk untuk pergi ke utara dan meminum air dari mata air suci. Namun, semakin banyak air yang ia teguk, ia justru merasa semakin kehausan. Pada akhirnya, Tatsuko minum begitu banyak hingga berubah wujud menjadi seekor naga dan turun ke Danau Tazawa, di mana ia diyakini menetap sebagai dewi pelindung danau tersebut hingga hari ini.
Secara keseluruhan, mengingat Danau Tazawa juga menjadi titik awal menuju Nyuto Onsen dan kawasan Hachimantai yang lebih luas, tempat ini wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda. Danau kawah purba serta legenda Tatsuko menawarkan banyak hal menarik untuk dijelajahi, sementara Nyuto Onsen menyajikan deretan pemandian air panas legendaris di atas gunung. Jika Anda memasukkan Kakunodate ke dalam rencana perjalanan yang sama, Anda akan mendapatkan liburan yang sangat berkesan di sudut wilayah Tohoku ini. Mari kita bahas detail penting mengenai cara menuju ke sana.
Cara Menuju ke Sana

Mari kita bahas aspek logistiknya secara singkat. Bagi sebagian besar pelancong, cara paling mudah untuk mencapai Danau Tazawa adalah dengan menaiki Akita Shinkansen menuju Stasiun JR Tazawako, yang berfungsi sebagai gerbang utama menuju danau dan kawasan pegunungan sekitarnya. Jika Anda berangkat langsung dari Tokyo, Anda bisa menaiki layanan kereta Komachi ke utara selama sedikit lebih dari tiga jam. Alternatifnya, jika Anda sudah berada di wilayah Tohoku, Anda dapat naik Akita Shinkansen dari Morioka dan tiba di Stasiun Tazawako dalam waktu kurang dari satu jam. Apa pun pilihannya, perjalanan kereta ini terasa sangat nyaman mengingat suasana pedesaan di kawasan ini begitu terasa begitu Anda tiba.
Setibanya di Stasiun Tazawako, Anda akan sangat mengandalkan bus lokal. Transportasi ini berangkat dari depan stasiun, melaju ke arah tepi danau, lalu melanjutkan perjalanan lebih jauh ke pegunungan menuju tempat-tempat seperti area ski Tazawako dan Nyuto Onsen. Jangan mempersulit diri dengan mencoba menghafal setiap rute dan jadwal terlebih dahulu. Buka saja Google Maps, cari lokasi tujuan Anda, dan ikuti petunjuk yang diberikan. Kendati demikian, karena ini adalah kawasan pedesaan Jepang, frekuensi bus jauh lebih jarang dibandingkan kota besar seperti Tokyo atau Osaka. Jika Anda melewatkan satu jadwal, Anda mungkin harus menunggu cukup lama.
Jika Nyuto Onsen masuk dalam rencana perjalanan Anda, saya sangat menyarankan untuk mendaki ke bagian atas pegunungan terlebih dahulu, kemudian perlahan-lahan turun kembali ke arah Danau Tazawa seiring berjalannya hari. Langkah ini sangat penting karena jadwal keberangkatan bus terakhir bisa sangat awal, terutama di sekitar Nyuto Onsen dan objek wisata pegunungan lainnya. Risiko tertinggal cukup nyata jika Anda tidak memperhatikan waktu, jadi selalu periksa jadwal kepulangan sebelum Anda berendam di onsen selama berjam-jam. Bus terakhir tidak akan menunggu siapapun, dan mengandalkan taksi di daerah pelosok ini bukanlah keputusan bijak.
Saya pernah melakukan perjalanan langsung ke Nyuto Onsen dari Tokyo dalam sehari, dengan menaiki Shinkansen pagi menuju utara lalu langsung melanjutkan perjalanan ke pegunungan. Hal ini tentu saja memungkinkan, tetapi setelah menghabiskan waktu sekitar tiga jam di kereta, naik ke atas, menikmati onsen, dan turun kembali, Anda praktis telah menghabiskan sebagian besar waktu dalam sehari. Akibatnya, waktu untuk menjelajahi Danau Tazawa sendiri menjadi sangat terbatas. Jika jadwal Anda fleksibel, jauh lebih baik memulai hari di suatu tempat di wilayah Tohoku, lalu menggabungkan kunjungan ke Nyuto Onsen, Danau Tazawa, dan sekitarnya dengan santai.
Menikmati Keindahan Danau Tazawa dengan Kapal Pesiar Wisata

Dengan keliling sekitar 20 kilometer, banyak objek wisata utama di sekitar danau yang letaknya cukup berjauhan. Jika Anda membawa kendaraan pribadi, bepergian tentu bukan masalah besar, tetapi mencoba menjangkau semuanya dengan transportasi umum yang jarang bisa menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, salah satu cara termudah untuk menjelajahi Danau Tazawa adalah dengan mengikuti tur kapal pesiar yang beroperasi di perairannya. Dari kenyamanan di atas kapal, Anda bisa merasakan betapa luasnya danau ini sambil melewati Kuil Gozanoishi dan menuju Katajiri, tempat patung emas Tatsuko berdiri megah di tepi pantai.
Kapal wisata ini berangkat dari Shirahama di sisi timur Danau Tazawa, tepat di depan Tazawako Rest House. Perjalanan pulang-pergi standar memakan waktu sekitar 40 menit, dengan jadwal keberangkatan umum pada pukul 11.00, 13.00, dan 15.00, meskipun jadwal tambahan dapat disesuaikan dengan kondisi hari tersebut. Tiket dibanderol seharga 1.500 yen untuk dewasa dan setengah harga untuk anak-anak, dengan waktu operasional umumnya dari akhir April hingga awal November. Rute normal bermula dari Shirahama melewati Kuil Gozanoishi menuju Katajiri sebelum kembali. Anda juga bisa naik atau turun di Katajiri jika ingin melihat Patung Tatsuko dari dekat.
Tentu saja, menaiki kapal pesiar bukanlah satu-satunya cara menikmati danau terdalam di Jepang ini. Saat musim panas yang hangat, tersedia pula penyewaan mulai dari kayak dan kano hingga papan selancar dayung dan perahu pedal, dengan beberapa penyedia jasa berkumpul di garis pantai timur yang lebih berkembang. Bagi pencari aktivitas yang lebih menantang, tersedia pula papan seluncur air dan aktivitas penarik lainnya di Danau Tazawa. Jika Anda lebih suka berada di daratan, bersepeda mengelilingi danau adalah pilihan menarik untuk mengakses berbagai titik pemandangan di sepanjang jalur melingkar sepanjang 20 kilometer tersebut.
Kuil Gozanoishi dan Patung Tatsuko

Terletak di sepanjang pantai utara Danau Tazawa, Kuil Gozanoishi merupakan salah satu daya tarik budaya utama dan sangat erat kaitannya dengan legenda Tatsuko. Menariknya, nama kuil ini berasal dari kisah sejarah yang berbeda. Pada tahun 1650, Satake Yoshitaka, penguasa kedua Domain Akita, mengunjungi Danau Tazawa dan konon beristirahat di atas batu datar di tepi pantai, yang kemudian dikenal sebagai Gozanoishi. Kini, kuil tersebut mendedikasikan penghormatannya kepada Putri Tatsuko, dengan area kompleks yang menyimpan berbagai situs terkait legendanya, termasuk mata air tempat ia minum sebelum berubah menjadi naga, cermin Kagami-ishi yang memantulkan wajahnya, serta pohon warna-warni Nanairogi.
Sementara itu, di sisi barat daya danau, Anda akan menemukan Patung perunggu Tatsuko berwarna keemasan yang telah menjadi ikon tidak resmi Danau Tazawa. Putri Tatsuko konon memohon kemudaan dan kecantikan abadi sebelum meminum mata air suci, lalu berubah menjadi naga dan penjaga danau. Patung perunggu ini menggambarkan wujud manusianya dan diciptakan oleh pematung Funakoshi Yasutake sebelum diresmikan pada tahun 1968. Berdiri tepat di tepi air dengan latar belakang pegunungan, patung Tatsuko menjadi pemandangan paling ikonis di Danau Tazawa sekaligus tempat di mana mitologi lokal terasa begitu nyata.
Kapal wisata Danau Tazawa adalah cara paling praktis untuk menikmati Kuil Gozanoishi dan Patung Tatsuko tanpa harus repot memikirkan transportasi umum. Kapal pesiar reguler melintasi Kuil Gozanoishi dan terus menuju Katajiri di dekat patung, tempat penumpang dapat naik atau turun. Namun, jika Anda ingin masuk ke area kuil secara langsung, Anda perlu menggunakan bus lingkar Tazawako Isshusen, sepeda sewa, atau kendaraan pribadi, karena kapal pesiar tidak berhenti di sana. Rute bus lingkar melayani wilayah Katajiri dan Kuil Gozanoishi, tetapi mengingat jadwal yang terbatas, pastikan Anda menyiapkan Google Maps dan jadwal harian sebelum berangkat.
Nyuto Onsen dan Area Ski Tazawako

Salah satu keunggulan Danau Tazawa adalah jalur transportasi utama yang sama juga mengarah lebih jauh ke pegunungan menuju Area Ski Tazawako dan Nyuto Onsen. Sepanjang perjalanan, Anda akan melewati Alpa Komakusa, pusat pangkalan pegunungan yang menggabungkan fasilitas onsen, Pusat Informasi Akita-Komagatake, dan stasiun pencegahan bencana gunung berapi. Pada musim pendakian musim panas, tempat ini juga menjadi titik transit bagi para pendaki yang menuju jalur pendakian Stasiun ke-8 Akita-Komagatake. Ketika musim dingin tiba, Area Ski Tazawako beralih menjadi daya tarik utama dengan lereng ski yang menghadap langsung ke Danau Tazawa dan pegunungan sekitarnya.
Lebih jauh ke dalam pegunungan terdapat Nyuto Onsen, kumpulan tujuh pemandian air panas yang tersebar di kaki Gunung Nyuto di dalam Taman Nasional Towada-Hachimantai. Di antara semuanya, Tsuru-no-Yu adalah yang paling terkenal sekaligus penginapan tertua di kawasan tersebut, dengan catatan sejarah yang menghubungkan pemandian air panas ini dengan Satake Yoshitaka sejak tahun 1638. Penginapan tradisional ini terkenal dengan bangunan beratap jerami Honjin serta kolam pemandian luar ruangan berair putih susu, didukung oleh empat sumber mata air berbeda di area properti. Layanan pemandian sehari juga tersedia pukul 10.00 hingga 15.00 dengan tarif 700 yen. Jika Anda hanya memiliki waktu untuk satu onsen di sekitar Danau Tazawa, inilah tempat yang wajib dikunjungi.
Jika Anda berkunjung ke Nyuto Onsen sebagai perjalanan sehari, perhatikan waktu dengan cermat. Perjalanan bus dari Stasiun Tazawako memakan waktu kurang dari 50 menit untuk mencapai bagian atas area Nyuto Onsen, dan layanan bus turun gunung berkurang drastis menjelang petang. Bus jalur Nyuto terakhir pada jadwal resmi bertolak dari Ganiba Onsen pukul 18.15 dan tiba di Stasiun Tazawako pukul 19.01. Tsuru-no-yu juga memerlukan penjemputan khusus yang dipesan dari Alpa Komakusa. Jika Anda tidak menginap, rencanakan perjalanan pulang sebelum berendam agar liburan santai Anda tidak berubah menjadi kepanikan.
Singgah di Kota Kakunodate

Karena Anda sudah berada di wilayah Prefektur Akita ini, akan sangat disayangkan jika melewatkan Kakunodate. Didirikan sebagai kota puri pada awal abad ke-17, Kakunodate terkenal karena distrik samurai yang terawat apik dan sering dijuluki sebagai “Kyoto Kecil dari Tohoku”. Kota ini secara historis dibagi menjadi kawasan samurai dan pedagang terpisah, sebuah tata letak yang mencerminkan hierarki sosial ketat pada zaman Edo (1603–1868). Sebagian besar struktur perkotaan asli tersebut masih bertahan, menjadikan Kakunodate salah satu tempat terbaik di Jepang untuk memahami penataan kota puri provinsial.
Distrik samurai adalah daya tarik utama di sini. Jalan-jalannya yang luas dipagari pagar hitam kokoh, gerbang tua, taman, dan bekas kediaman para keluarga prajurit Kakunodate, yang beberapa di antaranya masih terbuka untuk umum. Meskipun bangunan puri Kakunodate sendiri sudah lama tiada, rumah-rumah yang tersisa tetap menjadi contoh arsitektur samurai terbaik di negeri ini. Bagi yang menyukai tantangan, Anda dapat mendaki Gunung Furushiroyama menuju bekas situs puri yang menghadap ke kota dan Sungai Hinokinaigawa di dekatnya.
Kawasan distrik pedagang di sekitarnya menawarkan sudut pandang berbeda mengenai masa lalu Kakunodate. Dahulu merupakan pusat komersial kota, jalan-jalannya masih mempertahankan fasad toko tradisional, gudang kayu, dan bangunan lain yang berkaitan dengan para pedagang serta perajin setempat. Kakunodate sangat identik dengan Kabazaiku, seni pertukangan kayu menggunakan kulit pohon ceri untuk menciptakan berbagai produk mulai dari wadah teh hingga dekorasi. Kedua distrik ini memberikan gambaran yang utuh tentang sejarah kota lama.
Kakunodate juga menawarkan suasana yang berubah drastis tergantung musim kunjungan Anda. Pada akhir April hingga awal Mei, ratusan pohon ceri bermekaran di seluruh kota, termasuk varietas weeping cherry yang menjuntai di atas distrik samurai serta deretan bunga di sepanjang tepi Sungai Hinokinaigawa. Memasuki akhir Oktober dan awal November, pepohonan tersebut berubah warna menjadi merah, oranye, dan keemasan, menjadikan musim gugur waktu yang sangat tepat untuk berkunjung. Kota ini dapat dikunjungi kapan saja sepanjang tahun dan hanya membutuhkan waktu sekitar setengah hari untuk dijelajahi secara maksimal.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Jika Anda belum ingin meninggalkan Prefektur Akita, melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Kota Akita adalah pilihan logis. Meskipun ibu kota prefektur ini tidak dipenuhi objek wisata megah, terdapat beberapa tempat singgah yang layak dikunjungi di pusat kota, termasuk Taman Senshu yang menempati bekas situs puri Klan Satake, serta Museum Seni Akita. Kota ini juga terkenal dengan Festival Kanto tahunan yang diadakan pada awal Agustus, ketika tiang-tiang bambu raksasa yang dihiasi puluhan lentera diseimbangkan oleh para peserta di jalanan.
Dari Kota Akita, pelancong yang memiliki waktu luang satu atau dua hari disarankan melanjutkan perjalanan ke Semenanjung Oga untuk melihat Namahage. Tokoh bertopeng seram ini merupakan salah satu tradisi paling ikonis di prefektur tersebut, di mana penduduk setempat berdandan ala makhluk demit untuk mengingatkan anggota keluarga yang malas atau berperilaku buruk. Cara termudah mempelajari tradisi ini adalah dengan mengunjungi Museum Namahage dan Museum Cerita Rakyat Oga Shinzan di dekatnya. Jika memiliki cukup waktu, disarankan untuk menginap semalam di sekitar Oga Onsen daripada terburu-buru menghabiskan waktu di semenanjung tersebut dalam satu hari.
Sebagai alternatif, Anda bisa kembali ke timur menuju Morioka, yang dapat dicapai dalam waktu singkat menggunakan Akita Shinkansen dan menjadi pusat transit ideal di Tohoku utara. Beberapa sorotan utamanya meliputi Taman Situs Puri Morioka, pohon ceri Ishiwari-zakura yang telah berusia 380 tahun, Morioka Hachimangu, serta Hoon-ji dengan koleksi 500 patung Rakan. Bagi pecinta kuliner, Morioka terkenal dengan tiga hidangan mi lezat: jajamen, reimen, dan wanko soba. Dari sana, Tohoku Shinkansen memudahkan perjalanan lebih lanjut ke Aomori atau kembali ke selatan.
Terakhir, jika Anda kembali ke arah Morioka, Peternakan Koiwai merupakan tempat persinggahan yang patut dipertimbangkan di sepanjang perjalanan. Terletak di kaki Gunung Iwate di wilayah Shizukuishi, peternakan aktif berukuran besar ini telah beroperasi sejak tahun 1891 dan mencakup area seluas sekitar 3.000 hektare, dengan sebagian wilayahnya dibuka untuk umum sebagai Taman Makiba. Selain pemandangan alam dan hewan ternak, Anda akan menemukan restoran, toko produk susu Koiwai, serta berbagai aktivitas langsung sesuai musim. Tempat ini sangat strategis jika Anda bepergian dengan mobil sebelum melanjutkan perjalanan ke Morioka.
Sampai jumpa di petualangan berikutnya, para pelancong…








