Bagi para penumpang yang sedang transit menuju Asia atau bersiap terbang meninggalkan Narita, tahukah Anda bahwa kawasan di sekitar salah satu gerbang utama Jepang ini menyimpan berbagai destinasi menarik? Ya, meskipun Anda hanya memiliki waktu beberapa jam atau perlu menghabiskan waktu luang sebelum penerbangan, area sekitar Bandara Internasional Narita menawarkan pengalaman budaya yang autentik. Mulai dari kuil kuno berusia ribuan tahun hingga pusat perbelanjaan Mega Don Quijote yang baru dibangun, kawasan Narita adalah rangkuman sempurna pesona Jepang secara keseluruhan.
Cara Menuju ke Sana

Meskipun sering dianggap dekat dengan Tokyo, Narita dan bandara internasionalnya sebenarnya terletak sekitar 60 kilometer di sebelah timur Prefektur Chiba. Jarak ini cukup jauh jika ditempuh dari ibu kota. Kendati ada kereta ekspres seperti Keisei Skyliner yang melayani rute bandara, perjalanan dari pusat Tokyo bisa memakan waktu lebih dari satu jam.
Untungnya, para penumpang transit dan mereka yang memiliki jadwal penerbangan malam tidak perlu ambil pusing memikirkan kendala logistik ini. Kota Narita dapat dicapai dalam hitungan menit dari bandara menggunakan kereta. Anda cukup naik kereta JR atau Keisei yang menuju Tokyo dan turun di Stasiun JR Narita. Perlu dicatat bahwa Jalur Keisei memiliki jadwal keberangkatan yang lebih sering—sekitar setiap 20 menit—dengan selisih tarif yang sangat terjangkau.
Anda dapat memanfaatkan layanan seperti Jorudan untuk mencari rute kereta terbaik. Sebagai alternatif, tanyakan informasi kepada petugas di pusat informasi Narita Airport Transit & Stay Program yang terletak di Terminal 1 dan 2. Mereka menyediakan berbagai sumber daya informatif serta pemandu wisata sukarela berbahasa Inggris bagi pelancong yang membutuhkan panduan.
Kompleks Kuil Narita-san

Daya tarik utama di kawasan Narita tentu saja adalah kompleks kuil kuno Narita-san Shinsho-ji. Situs bersejarah yang sering disebut sebagai Narita-san ini usianya telah melampaui 1,000 tahun. Dari berbagai bangunan yang ada di kompleks ini, lima di antaranya telah ditetapkan sebagai properti budaya penting oleh pemerintah Jepang.
Berdasarkan catatan sejarah, Narita-san didirikan pada tahun 940 oleh seorang murid Kukai, salah satu tokoh paling penting dalam agama Buddha. Kuil ini dibangun untuk memperingati kemenangan pasukan yang dikirim dari Kyoto (yang saat itu bernama Heian-kyo) untuk meredam pemberontakan kekaisaran oleh seorang panglima samurai di wilayah tersebut. Sesuai latar belakang sejarahnya, nama lengkap Narita-san secara harfiah berarti “Kuil Kemenangan Baru Gunung Narita.”
Sepanjang sejarah awalnya, Narita-san sempat menjadi kuil yang terpencil. Popularitasnya mulai menanjak ketika Tokugawa Ieyasu berhasil menyatukan Jepang pada tahun 1603 dan menjadikan Edo (Tokyo modern) sebagai ibu kota baru. Bahkan, Ieyasu sendiri kerap mengaitkan konversinya ke agama Buddha dengan Narita-san. Kendati memiliki hubungan erat dengan Keshogunan, justru koneksi tak terduga dengan dunia teater kabuki yang paling besar jasanya dalam mempromosikan serta mengembangkan kuil Narita-san.

Kuil Narita-san dapat diakses dengan mudah dalam hitungan menit dari Stasiun JR Narita maupun Stasiun Keisei-Narita. Salah satu daya tarik kawasan ini adalah jalurnya yang disebut “Omotesando”, sebuah jalan pendakian menuju kuil yang dipadati oleh berbagai toko. Membentang sejauh lebih dari satu kilometer dari stasiun hingga kompleks kuil, area ini dipenuhi pedagang kerajinan tradisional dan kuliner lezat yang telah melayani pengunjung selama berabad-abad.
Berikut adalah beberapa titik menarik yang patut Anda kunjungi di kompleks Narita-san:
- Aula Utama (Main Hall): Selesai dibangun pada tahun 1968, aula ini menjadi lokasi digelarnya ritual api Goma yang diadakan beberapa kali dalam sehari.
- Pagoda Tiga Lantai: Terletak tepat di depan aula utama, struktur pagoda berornamen indah ini sebagian besar berasal dari tahun 1712 dengan beberapa pemugaran modern.
- Aula Komyo-do: Dibangun pada tahun 1701 ketika Narita-san mulai populer di kalangan penonton kabuki, bangunan ini merupakan struktur tertua di dalam kompleks kuil.
- Pagoda Perdamaian Agung (The Great Pagoda of Peace): Pagoda setinggi 58 meter ini merupakan tambahan bangunan yang lebih modern namun tetap memukau untuk dikunjungi dari dekat.
Belanja di Dalam dan Sekitar Narita

Bagi Anda yang ingin berbelanja sebelum pulang atau selama transit, Narita memiliki banyak pilihan menarik. Selain toko-toko bebas bea di bandara, pusat perbelanjaan AEON Mall Narita merupakan salah satu destinasi paling efisien dan populer di kalangan pelancong asing. Mal ini dilengkapi dengan fasilitas yang ramah bagi wisatawan internasional serta memiliki lebih dari 170 toko dan pusat permainan yang luas.
Terdapat bus antar-jemput langsung yang beroperasi antara Bandara Narita dan AEON Mall setiap 20 hingga 25 menit. Anda juga bisa menumpang bus khusus berwarna merah muda yang berangkat secara berkala dari depan Stasiun Keisei-Narita. Jika mengalami kesulitan, staf dari Narita Airport Transit & Stay Program selalu siap siaga di kios informasi untuk membantu Anda.
Pilihan belanja lainnya adalah department store Mega Don Quijote yang terletak tepat di sebelah AEON Mall. Toko serba ada ini menjual berbagai macam barang unik, mainan, pakaian, dan anehnya berbagai kebutuhan lain yang cocok untuk berburu suvenir atau sekadar melewatkan waktu.
Menjelajah Waktu di Boso Village

Bagi pelancong yang mencari pengalaman unik di luar kuil dan pusat perbelanjaan, Boso Village hadir sebagai alternatif museum luar ruangan yang menarik. Tempat ini menampilkan gaya hidup tradisional masyarakat di kawasan Narita pada masa lampau, lengkap dengan rumah-rumah petani bersejarah, area pembuatan kerajinan tangan, serta situs makam kuno kofun.
Pengunjung juga berkesempatan mengenakan pakaian tradisional ala periode Edo seperti samurai, ninja, atau kimono dengan sedikit biaya tambahan. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk berfoto kenang-kenangan selama berada di Jepang.
Kendati demikian, lokasi Boso Village sedikit lebih sulit dijangkau secara mandiri. Dari pintu keluar barat Stasiun JR Narita, Anda perlu naik bus dari halte nomor 4 menuju Ryukakuji 2-chome. Mengingat rutenya yang cukup membingungkan, naik taksi dengan tarif sekitar 2,000 yen sering kali menjadi pilihan praktis terutama jika waktu Anda terbatas. Pilihan lainnya adalah memanfaatkan tur berpemandu berbahasa Inggris yang disediakan oleh Narita Airport Transit & Stay Program.
Menikmati Kuliner Lokal Narita

Pengalaman berkunjung ke suatu daerah tidak akan lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Terletak dekat dengan aliran Sungai Tonegawa dan wilayah perikanannya, Narita sangat terkenal dengan olahan unagi (belut air tawar). Sejak periode Edo, hidangan belut gurih ini telah menjadi sumber tenaga bagi para peziarah yang menempuh perjalanan jauh. Tradisi tersebut berlanjut hingga kini, di mana lebih dari 60 restoran unagi berjajar di sepanjang jalur Omotesando menuju Narita-san.
Jika Anda tidak terbiasa menikmati belut, kuliner lokal lainnya yang patut dicoba adalah yokan. Kudapan manis tradisional ini terbuat dari pasta kacang azuki dan agar-agar yang awalnya merupakan bagian dari hidangan vegetarian biksu Buddha di Narita-san. Varian lokal yokan sering kali dicampur dengan berbagam buah berangan khas setempat untuk memperkaya rasa.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Narita

Kawasan Narita dan Semenanjung Boso menyimpan banyak sejarah dan tempat tersembunyi yang dapat dijangkau dalam waktu sekitar satu jam perjalanan kereta. Destinasi berikut sangat cocok bagi pelancong yang memiliki jadwal transit menginap semalam:
- Sawara Bersejarah: Dikenal sebagai “Little Edo”, kawasan ini mempertahankan arsitektur era periode Edo yang terawat dengan baik. Tempat ini paling asyik dijelajahi dengan menaiki perahu menyusuri kanal utamanya.
- Shisui Outlets: Pusat perbelanjaan luar ruangan yang menawarkan berbagai barang bermerek dengan harga miring, dapat dijangkau menggunakan bus langsung dari bandara maupun Stasiun Shisui.
- Kashima Jingu: Kuil kuno berusia lebih dari 2,000 tahun yang memiliki kaitan erat dengan seni bela diri serta area taman rusa yang tenang.
- Katori Jingu: Kuil kembar dari Kashima Jingu yang juga bersejarah, meski akses lokasinya sedikit lebih menantang bagi wisatawan pemula.
Sampai jumpa di petualangan berikutnya!








