Lebih dari satu dekade telah berlalu sejak bencana triple disaster tahun 2011 melanda wilayah Tohoku di Jepang. Hingga saat ini, sebagian orang masih ragu untuk bepergian ke Prefektur Fukushima akibat kekhawatiran yang keliru mengenai risiko paparan radiasi. Sayangnya, terlepas dari berapa tahun telah berlalu, stigma negatif tersebut masih melekat. Padahal, prefektur ini menyimpan berbagai lokasi menakjubkan untuk menikmati bunga sakura, meski bayang-bayang tahun 2011 membuat banyak pelancong mancanegara memilih destinasi lain di Jepang.
Fukushima merupakan sebuah prefektur yang sangat luas, dan area di sekitar reaktor yang sempat bermasalah pun letaknya jauh dari berbagai destinasi wisata lainnya. Oleh karena itu, tidak perlu ada keraguan untuk datang ke Fukushima guna menikmati keindahan bunga sakura. Prefektur ini kaya akan tempat-tempat istimewa untuk menyaksikan mekarnya bunga ikonik musim semi tersebut.
Kendati ada banyak lokasi menarik untuk melihat sakura di Fukushima, tidak ada yang dapat menyaingi kepopuleran Miharu Takizakura. Terletak di sebelah timur Koriyama, tepatnya di kota Miharu, pohon sakura purba ini diperkirakan telah berusia lebih dari 1.000 tahun. Berbeda dari varietas sakura pada umumnya, cabang-cabang Miharu Takizakura yang dipenuhi bunga menjuntai ke tanah menyerupai air terjun. Berdiri setinggi lebih dari 12 meter, keajaiban alam yang agung ini sungguh pemandangan yang memukau pada musim semi.
Terutama jika Anda sudah merencanakan kunjungan ke tempat seperti Aizu-Wakamatsu, menyempatkan diri mampir ke Miharu Takizakura sangat layak dimasukkan ke dalam agenda perjalanan. Pohon sakura legendaris ini dapat dikunjungi pada pagi hari sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Fukushima atau bahkan lebih jauh ke utara wilayah Tohoku. Apapun rencana Anda, Miharu Takizakura adalah salah satu pohon sakura yang wajib disaksikan jika berada di kawasan Jepang ini pada awal hingga pertengahan April!
Cara Menuju ke Sana

Mari kita bahas sejenak mengenai aspek logistik perjalanannya. Secara garis besar, lokasi Miharu Takizakura sebenarnya tidak terlalu jauh dari Stasiun Koriyama. Di luar musim mekar, perjalanan menuju pohon terkenal ini sangatlah mudah. Namun, saat musim mekarnya tiba, Miharu Takizakura selalu menarik kedatangan banyak sekali pengunjung. Hal ini membuat aksesibilitas menjadi jauh lebih menantang daripada yang mungkin terlihat ketika Anda melakukan riset daring melalui perangkat seperti Google Maps.
Disarankan untuk menggunakan mobil sewaan karena cara ini memberikan kebebasan mobilitas yang paling optimal. Kendati demikian, bersiaplah menghadapi kemacetan lalu lintas yang cukup padat, sehingga memulai perjalanan seawal mungkin adalah langkah yang bijak. Area parkir di dekat Miharu Takizakura memiliki kapasitas yang terbatas, dan tiba terlalu siang dapat membuat Anda menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari tempat parkir.
Bagi yang tidak menggunakan mobil sewaan, Anda tetap dapat menjangkau Miharu Takizakura menggunakan transportasi umum. Biasanya, layanan transportasi ke kawasan pedesaan di Fukushima ini cukup terbatas, namun selama musim bunga sakura, tersedia bus antar-jemput praktis yang beroperasi dari dan menuju Stasiun Miharu. Dengan tiket terusan seharga 700 yen, Anda bisa naik bus tersebut, meski harus bersiap berdesakan dengan wisatawan lain yang juga ingin menyaksikan keindahan Miharu Takizakura.
Pohon Sakura Air Terjun
Setibanya di area parkir Miharu Takizakura, pengunjung harus melewati gerbang tiket yang umumnya diwarnai antrean. Tiket masuk ke area pohon sakura megah ini hanya berharga beberapa ratus yen dan sangat sebanding dengan pemandangan yang disajikan. Selain itu, terdapat sejumlah penjual makanan lokal di sepanjang jalur menuju pohon sehingga Anda dapat menikmati camilan tanpa harus direpotkan oleh kemacetan dalam perjalanan kembali ke Koriyama.
Miharu Takizakura terletak di atas area lereng bukit, yang berarti Anda perlu sedikit berjalan kaki dengan mengikuti arus pengunjung agar tidak tersesat. Tersedia jalur setapak bertingkat yang mengelilingi pohon tersebut, memungkinkan setiap pelancong mengamatinya dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Meskipun demikian, tetaplah berhati-hati agar tidak menghalangi arus pejalan kaki lain yang sama-sama ingin menikmati pesona Miharu Takizakura.
Salah satu sudut pandang terbaik berada sedikit lebih tinggi di atas lereng bukit melewati lokasi utama Miharu Takizakura. Dari titik ini, Anda dapat melihat pohon sakura yang dihormati tersebut dengan jelas. Ketika dipadukan dengan hamparan bunga nanohana berwarna kuning di bawah langit biru cerah, pemandangan ini menciptakan panorama luar biasa yang akan terus terkenang. Terdapat pula beberapa pohon sakura lain di sekitar area ini yang jauh dari kerumunan padat.
Perlu dicatat pula bahwa terdapat sebuah kotak persembahan kecil tepat di depan Miharu Takizakura. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan animisme kuno Jepang yang meyakini bahwa setiap makhluk hidup, termasuk Miharu Takizakura, memiliki roh ilahi di dalam dirinya. Jika berkenan, Anda dapat memanjatkan doa singkat kepada para kami yang diyakini bersemayam di dalam pohon sakura tua ini.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Betapapun memukaunya Miharu Takizakura, akan terasa sangat disayangkan jika berkunjung ke bagian Prefektur Fukushima ini tanpa melihat objek wisata lainnya. Perjalanan ke Miharu Takizakura sangat ideal untuk dikombinasikan dengan kunjungan ke kota kastil bersejarah Aizu-Wakamatsu. Terkenal akan keindahan bunga sakramu, kawasan di Fukushima ini merupakan salah satu destinasi yang sangat direkomendasikan.
Perjalanan berkendara dari Miharu Takizakura menuju Aizu-Wakamatsu biasanya memakan waktu sekitar 90 menit. Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, tersedia jalur kereta JR Ban-Etsu West Line dengan durasi perjalanan yang kurang lebih sama, meski jadwal keberangkatannya yang tidak terlalu sering membuat total waktu perjalanan menjadi sedikit lebih lama.
Jika Anda memutuskan untuk melakukan perjalanan ke sana, disarankan untuk meluangkan waktu menginap semalam di salah satu pemandian air panas lokal. Meskipun pesona Kastil Tsuruga dan Sazaedo dapat dieksplorasi dalam sehari, destinasi lain seperti Ouchijuku memerlukan alokasi waktu yang lebih longgar. Oleh karena itu, daripada terburu-buru kembali, menginaplah semalam di penginapan tradisional ryokan di kawasan Ashinomaki Onsen atau Higashiyama Onsen.
Sampai jumpa pada petualangan perjalanan berikutnya…








