Bagi siapa pun yang mengikuti akun media sosial saya, mungkin sudah tahu bahwa Asakura memiliki tempat khusus di hati saya. Wilayah pedesaan di Fukuoka Prefecture ini bukan sekadar surga keindahan alam yang asri, melainkan daerah yang berada di bawah yurisdiksi teman dekat saya beserta perusahaannya, Discover Deep Japan. Berkat dukungan logistik dari mereka, saya dapat menjelajahi berbagai sudut menarik di Asakura yang hampir mustahil bisa saya kunjungi tanpa kendaraan pribadi.
Petualangan saya di Asakura baru-baru ini menandai kunjungan kedua kalinya ke kawasan tersebut. Pada perjalanan perdana dulu, penjelajahan saya hanya terbatas di kawasan Akizuki yang sering dijuluki sebagai mahkota Asakura. Bekas kota kastil ini sungguh memesona dan sangat layak dikunjungi bagi siapa saja yang ingin merasakan atmosfer kehidupan samurai di masa damai. Karena ulasan saya sebelumnya sudah membahas tuntas tentang Akizuki, kali ini saya akan fokus mengeksplorasi bagian wilayah yang lain.
Meskipun koneksi pribadi saya dengan Discover Deep Japan menjadi pintu masuk saya mengenal Asakura, wilayah ini sebenarnya menyimpan sejarah penemuan arkeologi yang sangat besar. Berdasarkan temuan para ahli purbakala, kawasan pedesaan di Fukuoka Prefecture ini diyakini sebagai lokasi kerajaan kuno Yamatai yang dipimpin oleh Ratu Himiko. Belum pernah mendengar tentang Ratu Himiko atau Yamatai sebelumnya? Anda tidak sendirian, bahkan banyak warga Jepang sendiri yang masih asing dengan penguasa legendaris ini.
Lantas, siapakah sebenarnya Ratu Himiko? Pertanyaan ini cukup rumit untuk dijawab secara pasti karena minimnya catatan sejarah yang dapat diandalkan. Jika melihat dari arti namanya yang secara harfiah berarti “Anak Matahari”, kita bisa menebak bahwa ia adalah sosok yang sangat penting. Perlu diingat bahwa dewi matahari Amaterasu Omikami menempati posisi tertinggi dalam jajaran dewa-dewi di Jepang, sehingga fakta ini membantu memberikan konteks betapa signifikannya kedudukan Ratu Himiko.
Dari catatan sejarah, informasi mengenai Ratu Himiko sangatlah terbatas. Berbeda dengan negara tetangganya yaitu Tiongkok, kerajaan-kerajaan awal di Jepang pada masa periode Yayoi tergolong kurang baik dalam hal pencatatan sejarah. Berdasarkan potongan informasi yang ada, ia diperkirakan hidup di antara tahun 170 hingga 248 Masehi. Jika merujuk pada sedikit sumber yang tersedia, Ratu Himiko adalah seorang penguasa monarki awal di Jepang yang memimpin wilayah yang cukup luas. Prestasi terbesarnya adalah kemunculannya dalam catatan sejarah resmi Tiongkok, yang sekaligus mencatatkan namanya sebagai tokoh Jepang pertama yang dikenal dalam sejarah.
YouTuber sekaligus teman baik saya, Linfamy, pernah membuat video yang sangat menarik mengenai segala hal yang kita ketahui tentang Ratu Himiko. Agar tidak terlalu panjang lebar, saya menyematkan klip YouTube tersebut di atas. Saya sarankan Anda menontonnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan agar bisa lebih menghayati warisan sejarah Asakura.
Cara Menuju ke Sana

Agar saya tidak terus-menerus mengoceh panjang lebar tentang Ratu Himiko, mari kita bahas sejenak mengenai logistik perjalanannya. Seperti yang telah disebutkan, Asakura secara administratif berada di dalam wilayah Fukuoka Prefecture. Meskipun letaknya hanya berjarak sekitar satu jam berkendara ke arah selatan dari pusat kota, Asakura terasa sangat jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Ini adalah kawasan pedesaan yang sangat tenang dan sempurna bagi siapa saja yang ingin melarikan diri sejenak dari hutan beton Fukuoka City.
Untuk mencapai Asakura, langkah pertama tentu saja adalah pergi ke Fukuoka Prefecture. Cara paling cepat adalah dengan naik penerbangan singkat dari Tokyo atau kota asal Anda. Sebagai alternatif, Anda bisa mengikuti jejak saya dengan menumpang kereta peluru shinkansen dari ibu kota Jepang selama hampir lima jam. Jika Anda sedang bekerja dari jarak jauh atau workation, waktu perjalanan ini bisa dimanfaatkan secara produktif. Opsi ini juga bisa lebih hemat biaya jika Anda menggunakan Japan Rail Passes.
Bagaimana pun cara Anda tiba di Fukuoka City, disarankan untuk langsung menyewa kendaraan setibanya di sana. Walaupun sebagian wilayah Asakura sebenarnya dapat dijangkau dengan transportasi umum, cara tersebut kurang efisien dan akan membuang banyak waktu perjalanan. Mengingat banyaknya destinasi menakjubkan lain di Jepang, tentu kurang bijak jika harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menunggu bus.
Jika Anda merasa khawatir untuk bepergian di daerah pedesaan Jepang, Anda dapat membaca artikel saya mengenai tips berkunjung ke pelosok negeri untuk dijadikan panduan bermanfaat.
Tempat Menarik di Asakura

Wilayah Asakura sangatlah luas. Bahkan dengan menggunakan kendaraan pribadi, Anda membutuhkan waktu setidaknya dua hari penuh untuk mengeksplorasinya secara menyeluruh. Oleh karena itu, sulit bagi saya untuk merekomendasikan satu rute pasti karena banyak objek wisata di sini memiliki daya tarik yang unik. Sebagai referensi, saya telah merangkum seluruh lokasi yang saya kunjungi selama dua hari di Asakura untuk membantu Anda menyusun rencana perjalanan sendiri:
- Hiratsuka Kawazoe Archaeological Park
Meskipun atribut tentang Ratu Himiko dapat ditemukan di berbagai tempat di Asakura, taman arkeologi inilah lokasi utamanya jika Anda ingin mendalami kehidupan pada masa kepemimpinannya. Di dalam kompleks ini, terdapat fasilitas pusat studi interaktif serta rekonstruksi desa dari periode Yayoi (1000 SM – 300 M) yang menggambarkan kondisi hidup pada masa itu. Di gedung utamanya, pengunjung dapat melihat dan menyentuh replika perhiasan kuno, tembikar, alat berburu, hingga senjata. Selain itu, tersimpan pula religi autentik seperti tombak, anak panah, dan alat pembuat api purba. - Kincir Air Asakura
Air memegang peranan vital dalam hampir setiap aspek kehidupan di Asakura. Wilayah ini memiliki keterikatan yang kuat dengan sungai dan sistem irigasinya karena dikelilingi oleh hutan lebat serta pegunungan tinggi. Simbol paling nyata dari hubungan harmonis ini adalah kincir air tradisional Asakura. Terletak di sepanjang Sungai Chikugo yang merupakan jalur air terpanjang di Kyushu, keajaiban teknik masa lampau ini wajib Anda saksikan secara langsung. - Eso Hachimangu
Tahukah Anda bahwa Asakura sempat menjadi ibu kota Jepang untuk waktu yang sangat singkat? Pada tahun 661, permaisuri yang bertakhta saat itu memindahkan ibu kota ke Asakura sebagai bagian dari kampanye militer kekaisaran Jepang melawan kerajaan Baekje di Korea. Putranya kemudian dikirim dalam sebuah misi ke Usa Jingu, kuil induk dari seluruh Kuil Hachiman. Sekembalinya ke Asakura, para dewa dikisahkan mengirimkan bendera putih bertuliskan nama dewa yang kuat sebagai pertanda kemenangan, yang jatuh di Gunung Eso dan kemudian disucikan oleh penduduk setempat dengan mendirikan kuil ini. - Iwaya Shrine di Gunung Hoshu
Salah satu keunggulan Asakura adalah banyaknya destinasi tersembunyi yang memesona. Dari sekian banyak tempat yang saya kunjungi, sedikit yang dapat menandingi keindahan kompleks Iwaya Shrine. Terletak di lereng Gunung Hoshu, tempat suci ini menyimpan sebuah meteorit yang jatuh dari langit pada tahun 547. Konon, benda tersebut dianggap keramat dan siapa pun yang melihatnya secara langsung dipercaya akan mengalami kebutaan. Kompleks kuil ini pada masa lalu juga digunakan sebagai lokasi pelatihan asketis pegunungan, menjadikannya sebuah permata tersembunyi yang sesungguhnya. - Tembikar, Tungku Pembakaran, dan Toho Village
Tidak jauh dari Gunung Hoshu terdapat Toho Village yang tenang. Dusun terpencil ini telah memproduksi keramik berkualitas tinggi selama ratusan tahun. Varian keramik khas dari tungku Toho Village dikenal dengan nama Koishiwara-yaki, yang dinamai berdasarkan wilayah Koishiwara di Fukuoka Prefecture. Bagi para pecinta seni keramik, Anda berkesempatan mencoba membuat tembikar sendiri, meskipun terkadang terdapat sedikit kendala bahasa. Pengalaman ini tentu akan memberikan nilai tambah yang autentik pada kunjungan Anda ke Asakura.
Selain tempat-tempat tersebut, masih banyak objek wisata menarik lainnya seperti Yamada Weir yang mengatur keseluruhan sistem irigasi Asakura. Sungguh luar biasa betapa banyaknya hal menarik yang ditawarkan oleh kawasan pedesaan di Fukuoka ini.
Destinasi Terdekat Lainnya

Jika Anda sudah meluangkan waktu berkunjung ke Asakura, saya sangat menyarankan untuk menyempatkan diri mampir ke Akizuki. Bekas kota kastil ini merupakan salah satu daya tarik utama di kawasan tersebut. Keindahannya terpancar sepanjang tahun, terutama pada musim semi saat bunga sakura di depan reruntuhan Kastil Akizuki bermekaran sepenuhnya, serta pada musim gugur ketika daun-daun berubah warna menjadi kemerahan.
Rekomendasi lainnya adalah kota Hita yang terletak di Prefektur Oita tetangga. Kota ini dahulunya berada di bawah yurisdiksi langsung Keshogunan Tokugawa dan berkembang menjadi pusat perdagangan penting berkat lokasinya yang strategis di persimpangan alam Pulau Kyushu. Walaupun berada di luar wilayah administratif Asakura, Hita sangat mudah dijangkau, terutama bagi pelancong yang berencana mengunjungi Gunung Hoshu atau Toho Village.
Sampai jumpa di petualangan berikutnya, para pelancong!








