Home / Travel / Menjelajah Suwa, Kawasan Bersejarah di Nagano yang Sarat Nuansa Mistik

Menjelajah Suwa, Kawasan Bersejarah di Nagano yang Sarat Nuansa Mistik

Clouds Over Naganos Lake Suwa with Mt.Fuji in the Background

Selamat datang kembali dalam panduan kawasan Jepang. Kali ini, kita akan menjelajahi wilayah Suwa di Prefektur Nagano yang sering kali terlewatkan oleh para pelancong asing. Padahal, kawasan ini menyimpan sejarah yang sangat panjang dan kaya. Salah satu daya tarik utamanya adalah Suwa Taisha, yang sering dianggap sebagai salah satu kuil tertua kedua di seluruh Jepang. Jika Anda menyukai sejarah dan budaya autentik, Suwa tentu layak masuk dalam daftar kunjungan Anda berikutnya.

Sebelum kita membahas lebih dalam, wilayah Suwa terletak di sebelah barat laut Tokyo di kawasan pegunungan Prefektur Nagano. Di sini terdapat Danau Suwa yang berada di ketinggian 759 meter di atas permukaan laut. Dengan keliling sekitar 16 kilometer, danau ini menjadi pusat kehidupan masyarakat setempat selama berabad-abad. Koneksi erat dengan alam inilah yang membentuk kekayaan budaya di wilayah tersebut.

Untuk mencapai Suwa dari Tokyo, Anda bisa naik kereta Limited Express Azusa dari JR Shinjuku Station menuju Matsumoto tanpa perlu berganti kereta. Perjalanan ini memakan waktu sekitar dua jam. Kawasan Suwa sendiri dilayani oleh beberapa stasiun utama, yaitu Chino, Kami-Suwa, Shimo-Suwa, dan Okaya. Saya menyarankan Anda untuk menjadikan Kami-Suwa sebagai tempat menginap karena memiliki pilihan akomodasi yang paling lengkap. Untuk menjelajahi area ini, menyewa sepeda atau mobil adalah pilihan terbaik ketimbang mengandalkan kereta.

Daya tarik utama di Suwa tentu saja adalah Suwa Taisha, sebuah kompleks kuil agung yang terbagi menjadi empat tempat suci utama yang dikelompokkan menjadi Kuil Atas dan Kuil Bawah. Kuil Atas terletak di sisi barat daya Danau Suwa, sementara Kuil Bawah berada di sisi utara. Secara historis, kuil-kuil ini memuja dewa yang berbeda, termasuk Takeminakata dan permaisurinya Yasakatome, serta makhluk mitologis animisme bernama Mishaguji. Kompleks ini juga berkaitan erat dengan tradisi perburuan kuno dan ritual unik di masa lalu.

Empat kuil utama yang membentuk Suwa Taisha meliputi:

  • The Maemiya: Bagian tertua dari Kuil Atas yang memiliki ikatan kuat dengan pemujaan Mishaguji dan dulunya menjadi tempat tinggal pendeta tinggi Ohori.
  • The Honmiya: Kuil utama dari kompleks Kuil Atas yang tidak memiliki aula doa konvensional, melainkan menghadap langsung ke arah gunung di sebelah barat daya.
  • The Akimiya: Bagian dari Kuil Bawah di sisi timur laut Danau Suwa yang memuja pohon yew Jepang yang agung.
  • The Harumiya: Terletak tidak jauh dari Akimiya, dengan pohon cedar raksasa sebagai objek pemujaan utama.

Waktu terbaik untuk berkunjung tergantung pada preferensi Anda, namun jika Anda datang pada musim dingin, Anda mungkin berkesempatan menyaksikan fenomena alam langka bernama Omiwatari, di mana permukaan Danau Suwa yang membeku retak akibat mata air panas di bawahnya, yang oleh penduduk setempat dipercayai sebagai jejak langkah dewa.

[[MEDIA_0]]

Selain sejarah keagamaannya, Suwa juga terkenal dengan Festival Onbashira yang diadakan setiap enam tahun sekali. Dalam festival ekstrem ini, enam belas pohon fir besar ditebang dan ditarik menuruni lereng curam oleh penduduk setempat secara manual untuk kemudian didirikan di keempat sudut kuil Suwa Taisha tanpa menggunakan alat modern.

Bagi para pecinta alam dan penggemar budaya pop, Danau Suwa juga menawarkan berbagai aktivitas seperti bersepeda mengelilingi danau, menaiki kapal wisata, dan menikmati keindahan alam sekitar. Danau ini bahkan disebut-sebut sebagai inspirasi bagi danau dalam film anime populer Your Name. Anda juga bisa mencicipi roti susu lokal yang lezat saat berkunjung ke sini.

Sebelum mengakhiri perjalanan di Suwa, Anda juga dapat mengunjungi beberapa tempat menarik lainnya di sekitar kawasan ini:

  • Takeshima Castle: Benteng bersejarah yang dibangun pada tahun 1592 di atas pulau kecil di Danau Suwa, terkenal sebagai benteng dengan elevasi tertinggi di Jepang.
  • The Venus Line: Jalur wisata pemandangan indah di sebelah timur Danau Suwa yang menawarkan panorama pegunungan dan Pegunungan Alpen Jepang dari dataran tinggi.
  • The Watch & Clock Museum: Museum khusus yang memamerkan sejarah dan koleksi lebih dari 400 artefak jam tangan dari periode Edo hingga masa kini.
  • Okaya’s Silk Museum: Museum yang mendokumentasikan industri sutra tradisional yang pernah berjaya di kawasan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *