Home / Travel / Menjelajah Obama di Fukui, Kota yang Dijuluki “Nara di Pinggir Laut

Menjelajah Obama di Fukui, Kota yang Dijuluki “Nara di Pinggir Laut

Obamas Mantoku ji Temple

Untuk memahami daya tarik Obama, kita perlu menengok kembali sejarah panjang kota pelabuhan ini. Sejak zaman dahulu, wilayah pesisir ini telah menjadi pusat perdagangan penting dengan daratan Asia. Para arkeolog menemukan berbagai artefak peninggalan Tiongkok dan negara tetangga lainnya di makam kuno sekitar wilayah ini. Seiring berjalannya waktu, Obama tetap mempertahankan perannya sebagai pusat perdagangan maritim dan akhirnya ditetapkan sebagai ibu kota Wakasa Province di bawah sistem Ritsuroyoko pengadilan Heian.

Karena jalur perdagangan dengan Tiongkok dan kawasan Asia lainnya, Obama menjadi gerbang masuk utama agama Buddha ke Jepang. Akibatnya, kota ini berkembang menjadi kota kuil, bahkan hingga kini menyimpan banyak bangunan keagamaan penting untuk ukuran kota satelit. Begitu banyaknya kompleks Buddha di sini sehingga Obama sering dijuluki sebagai Nara by the Sea. Salah satu kuil terkemuka di kota ini bahkan memiliki hubungan erat dengan Todai-ji di Nara.

Selama periode yang cukup panjang, Obama berfungsi sebagai penyuplai logistik bagi ibu kota kuno Kyoto yang saat itu bernama Heian-kyo. Kota kecil ini berada di titik awal Saba Kaido atau yang secara harfiah berarti Jalan Mackerel. Jalur ini digunakan untuk mengangkut makanan laut segar serta komoditas lain seperti garam dari Obama menuju pusat kota Kyoto. Selain itu, jalur penghubung ini turut membawa pengaruh budaya kelas atas ke wilayah Obama yang terpencil.

Memasuki era berikutnya, Obama bertransformasi menjadi kota istana yang ramai. Meskipun kepemilikannya beberapa kali berpindah tangan selama masa Warring States period (1467–1615), pengelolaan kota ini akhirnya jatuh ke tangan klan Sakai yang memiliki hubungan dekat dengan Tokugawa shogunate. Selama hampir tiga abad kedamaian di bawah pemerintahan Tokugawa, Obama mempertahankan fungsinya sebagai kota pelabuhan serta pemasok utama hasil laut untuk Kyoto dan daerah sekitarnya.

Saat ini, sekilas Obama tampak seperti kawasan pedesaan yang ukurannya sedikit lebih besar dari desa biasa, meskipun secara resmi berstatus sebagai sebuah kota. Di balik tampilannya yang sederhana, kota ini menyimpan banyak hal menarik untuk dijelajahi jika Anda tahu tempat mencarinya. Walaupun mungkin bukan destinasi utama yang wajib dikunjungi secara khusus, Obama adalah tempat tambahan yang sangat ideal jika rencana perjalanan Anda melintasi kawasan sekitarnya.

Cara Menuju ke Sana

Sebelum membahas lebih jauh mengenai wisatanya, mari kita pahami aspek logistik perjalanannya. Mengunjungi Obama tidak semudah naik jalur kereta komuter di kota besar seperti Tokyo. Anda harus melalui beberapa kali transit untuk mencapai kawasan pesisir ini. Dengan bantuan aplikasi navigasi seperti Jorudan atau layanan serupa, perjalanan ini tidak terlalu sulit bagi pelancong berpengalaman.

Rute perjalanan ke Obama sangat bergantung dari arah mana Anda datang. Sebagai contoh, perjalanan dari Kyoto dapat dimulai dengan naik kereta jalur lokal Kosei Line menuju Stasiun Omi-Imazu, kemudian dilanjutkan dengan naik bus. Total waktu tempuh dari Kyoto memakan waktu sekitar dua jam termasuk waktu transit. Menariknya, perjalanan kereta maupun bus tersebut tercover oleh Japan Rail Pass, sehingga pemegang tiket terusan ini tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi.

Mengingat lokasinya yang berada di jalur Saba Kaido, Obama sangat cocok digabungkan dengan kunjungan ke beberapa destinasi lain. Pilihan rute kedatangan Anda akan sangat bergantung pada objek wisata lain yang ingin dikunjungi. Bagi wisatawan yang datang dari berbagai wilayah di Fukui Prefecture, perjalanan menggunakan kereta umumnya menjadi pilihan yang lebih praktis.

Tempat Menarik di Obama

Sancho-machi in the Nishigumi district of Obama is one of the best reasons to visit this part of Fukui Prefecture.

Setibanya di Obama, ada banyak aktivitas dan tempat menarik yang bisa dikunjungi. Kendati demikian, sebagian besar daya tarik kota ini tersembunyi sehingga Anda perlu mengetahui lokasinya dengan tepat agar kunjungan lebih optimal. Sejumlah objek wisata di kota ini juga letaknya cukup tersebar.

Secara umum, terdapat dua cara untuk menjelajahi Obama. Cara pertama adalah dengan berjalan kaki, yang mungkin akan membatasi jangkauan destinasi Anda karena beberapa lokasi populer berada agak jauh dari halte transportasi umum. Oleh karena itu, menyewa mobil atau memanfaatkan sepeda sewaan merupakan cara paling populer dan efektif untuk memaksimalkan kunjungan di Obama.

Tepat di luar Stasiun Obama, yang juga menjadi titik pemberhentian bus, terdapat pusat informasi pariwisata lokal. Di tempat ini, pengunjung dapat membeli berbagai produk khas daerah sekaligus menyewa sepeda. Dengan mengendarai sepeda, Anda dapat menjangkau tempat-tempat wisata yang letaknya agak jauh dengan lebih cepat.

Berikut adalah beberapa destinasi pilihan di Obama yang dapat Anda masukkan ke dalam rencana perjalanan:

  • Nishigumi & Sancho-machi
    Kawasan ini menjadi salah satu alasan utama untuk mengunjungi Obama. Berkat hubungan historis yang panjang dengan Kyoto, banyak unsur budaya ibu kota lama yang mengalir ke kota ini. Warisan tersebut paling jelas terlihat di distrik Nishigumi, khususnya di area Sancho-machi. Kawasan yang kini ditetapkan sebagai situs warisan nasional ini menawarkan lanskap yang mirip dengan distrik Gion di Kyoto. Dahulu kawasan ini merupakan distrik lampu merah, namun sekarang dipenuhi oleh kafe-kafe yang menempati bangunan-bangunan tua bersejarah.
  • Wakasa Hachiman Shrine
    Terletak di awal distrik Nishigumi, kuil berusia 1.300 tahun ini mendedikasikan penghormatannya kepada dewa perang Hachiman. Lokasinya yang sangat dekat dengan Sancho-machi membuat kuil ini layak untuk disinggahi, menawarkan lanskap halaman yang sangat elok dan fotogenik.
  • Kuin-ji
    Berada di sebelah Wakasa Hachiman Shrine, Kuin-ji dulunya merupakan kuil keluarga bagi klan penguasa setempat. Tempat ini terkenal karena kaitannya dengan kisah rakyat tentang seorang biarawati Buddha bernama Yao Bikuni yang mengembara ke seluruh penjuru Jepang sebelum akhirnya kembali ke kota asalnya di Obama dan menghilang di dalam sebuah gua yang masih dapat dilihat hingga hari ini.
  • Joko-ji
    Kuil ini didirikan oleh Azai Ohatsu yang juga dikenal sebagai Jokoin, salah satu dari tiga saudari dari klan Azai sekaligus istri dari penguasa regional Obama, Kyogoku Takatsugu. Setelah suaminya wafat, ia mendirikan Joko-ji untuk mengenangnya dan kemudian dimakamkan di kompleks kuil ini. Di sini juga terdapat sebuah museum kecil yang menyimpan berbagai artefak peninggalan Azai Ohatsu.
  • Wakasa Fishermen’s Wharf
    Terletak di area daratan yang menjorok ke Teluk Wakasa, tempat ini menawarkan berbagai produk dan suvenir khas Fukui Prefecture. Pengunjung juga dapat menikmati hidangan makanan laut segar hasil tangkapan dari Laut Jepang. Museum Budaya Kuliner Miketsukuni Wakasa Obama juga berada tidak jauh dari lokasi ini.
  • Sotomo Caves & Cliffs
    Dengan menaiki kapal feri dari dermaga nelayan, Anda dapat menyaksikan gugusan gua dan tebing laut Sotomo yang spektakuler. Bentangan garis pantai berbatu sepanjang enam kilometer ini pernah dinobatkan sebagai salah satu tempat terindah di Jepang oleh CNN pada tahun 2015. Perjalanan tur keliling menggunakan kapal ini memakan waktu sekitar satu jam.
  • Obama Castle & Shrine
    Bergeser ke arah timur melewati Wakasa Fishermen’s Wharf, Anda akan menemukan bekas lokasi Istana Obama. Benteng kecil yang dibangun pada masa awal Edo period (1603–1868) ini kini area utamanya telah berubah menjadi kuil Shinto, meski dinding batu asli istana tersebut masih dapat disaksikan hingga kini.
Myotsu-ji is one of the most iconic and picturesque temples in all of Fukui Prefecture.

Seluruh lokasi di atas berada dalam jarak jalan kaki dari Stasiun Obama. Untuk menjangkau rangkaian destinasi berikutnya, Anda sangat disarankan untuk menggunakan mobil sewaan atau sepeda karena jaraknya yang cukup jauh dari pusat kota.

  • Myotsu-ji
    Berkat kedekatannya dengan Kyoto, Obama memiliki banyak kuil yang tenang, dan Myotsu-ji adalah salah satu yang paling menonjol. Diyakini didirikan oleh tokoh shogun legendaris Sakanoue-no-Tamuramaro, kuil ini memiliki pagoda kayu cemara yang indah dan telah ditetapkan sebagai harta karun nasional.
  • Jingu-ji
    Kuil ini sangat terkenal karena keterikatannya dengan tradisi sinkretisme antara Buddha dan Shinto. Jingu-ji memiliki hubungan erat dengan kuil Todai-ji di Nara. Setiap tanggal 2 Maret, air diambil dari sebuah mata air di dekat Jingu-ji dalam sebuah perayaan api bernama Omizu Okuri, yang kemudian secara simbolis dikirim ke Nara untuk ritual Omizu Tori di Todai-ji guna menyambut datangnya musim semi.
  • Wakasahiko & Wakasahime Shrines
    Sepasang kuil Shinto yang berasal dari awal tahun 700-an ini memegang peran penting di Obama. Kompleks kuil bawah (Wakasahime) dan atas (Wakasahiko) ini memuja dewa Hikohohodemi-no-Mikoto dan Toyotama-hime yang erat kaitannya dengan laut. Bersama Jingu-ji, kuil-kuil ini juga mengambil bagian dalam ritual Omizu Okuri.
  • Mantoku-ji
    Didirikan pada tahun 1265, kuil ini telah mengalami berbagai perubahan mulai dari lokasi, pergantian nama sebanyak tiga kali, hingga perpindahan sekte Buddha. Konon, kompleks kuil yang asri ini dulunya menjadi tempat perlindungan bagi para wanita yang melarikan diri dari kekejaman masa perang saudara.
  • Fukui Prefectural Wakasa History Museum
    Terletak tidak jauh dari Stasiun Higashi-Obama, museum ini memamerkan berbagai koleksi yang menceritakan sejarah panjang kawasan Wakasa. Museum ini sangat cocok bagi pengunjung yang tertarik mendalami sejarah lokal.

Selain tempat-tempat tersebut, masih banyak objek wisata lain di dalam kawasan Wakasa-Wan Quasi-National Park seperti terasering sawah Takarasu. Sebagian besar tempat ini dapat dikunjungi dalam perjalanan sehari penuh yang padat, namun Anda mungkin perlu menambah durasi kunjungan jika ingin menikmati suasana dengan lebih santai.

Kaitan dengan Barack Obama

A statue of former US president Barack Obama in Fukui Prefecture’s seaside town of Obama

Pembahasan mengenai kota Obama tidak akan lengkap tanpa menyinggung kesamaan namanya dengan mantan Presiden Amerika Serikat. Pemerintah kota sempat memanfaatkan momen kebetulan ini untuk menarik perhatian wisatawan internasional. Meskipun strategi tersebut tidak mendatangkan gelombang turis dalam jumlah masif seperti yang diharapkan, hal ini berhasil membuat nama kota Obama lebih dikenal secara global.

Kisah ini bermula pada tahun 2006, ketika senator saat itu, Barack Hussein Obama II, diwawancarai oleh jaringan televisi Jepang TBS. Seorang staf imigrasi yang berasal dari kota Obama menyebutkan kesamaan nama tersebut, yang kemudian diulang oleh sang calon presiden di televisi nasional Jepang. Melihat peluang tersebut, wali kota Obama mengirimkan seperangkat sumpit lacquerware khas kota itu beserta surat dukungan kepada Barack Obama.

Menjelang masa kampanye presiden, para pelaku usaha lokal di Obama mulai memberikan dukungan kepada tokoh politik yang memiliki nama sama dengan tempat tinggal mereka. Berbagai poster dukungan, kaos, hingga penganan manju bergambar wajah Barack Obama bermunculan di penjuru kota. Antusiasme ini bahkan sampai ke telinga sang presiden, yang kemudian menyampaikan apresiasi atas persahabatan kedua negara.

Sejak terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44, pihak kota dan sang mantan presiden beberapa kali saling berkirim cinderamata melalui jalur diplomatik. Pada tahun 2013, para perajin kerajinan lacquerware di Obama bahkan membuatkan sebuah pulpen khusus menggunakan teknik tradisional untuk diberikan kepada mendiang Perdana Menteri Shinzo Abe agar diserahkan kepada Barack Obama. Saat ini, beberapa atribut kenangan tersebut masih dapat ditemukan di beberapa sudut kota, meskipun gaungnya mulai mereda seiring berakhirnya masa jabatan kepresidenannya pada tahun 2017.

Destinasi Wisata di Sekitar Obama

The lakeside torii gate of Shiga Prefecture’s Shirahige Shrine, an attraction that combines well with a trip to Obama

Berbagai objek wisata di dalam kota Obama sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk mengisi liburan Anda. Namun, letaknya yang strategis membuat kota ini sangat ideal jika dikombinasikan dengan kunjungan ke destinasi terdekat lainnya. Bagi pelancong yang datang dari arah Kyoto, rute melalui kota pos Kumagawa-juku di jalur Saba Kaido atau kuil tepi danau Shirahige Shrine di Shiga Prefecture dapat menjadi pilihan singgah yang sangat mudah.

Jika Anda menjelajahi lebih jauh ke bagian timur laut Fukui Prefecture, terdapat banyak destinasi menakjubkan seperti tebing terjal Tojinbo, Fukui Prefectural Dinosaur Museum, hingga patung raksasa Echizen Daibutsu yang dapat menghabiskan waktu berhari-hari untuk dieksplorasi.

Pilihan lainnya bagi pelancong yang ingin memperluas rute perjalanan adalah mengarah ke barat melalui jalur kereta JR Obama Line menuju kawasan pesisir Kyoto yang sering disebut Kyoto by the Sea. Destinasi paling terkenal di jalur pesisir ini meliputi Amanohashidate dan Ine, serta kota pelabuhan bersejarah Maizuru yang dulunya menjadi pusat penting bagi angkatan laut Jepang pada masa Perang Dunia II.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *