Banyak wisatawan mancanegara yang tidak menyadari bahwa Prefektur Kyoto memiliki wilayah yang jauh lebih luas daripada sekadar kawasan Kota Kyoto yang populer. Terletak menghadap ke Laut Jepang, kawasan ini sering dijuluki sebagai “Kyoto by the Sea” atau Kyoto di tepi laut, menawarkan sisi lain yang jarang dijamah oleh turis asing.
Salah satu destinasi menarik di kawasan ini adalah Maizuru, kota pesisir yang telah dihuni sejak zaman prasejarah dan memiliki catatan sejarah panjang, termasuk era Sengoku jidai. Popularitas Maizuru semakin meningkat sejak dibentuknya Distrik Angkatan Laut Maizuru pada akhir abad ke-19, yang berperan penting dalam menjaga pertahanan maritim Jepang bersama Kure.
Cara Menuju ke Maizuru

Perjalanan menuju Maizuru membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Kyoto Station menggunakan kereta Hashidate Limited Express. Karena jadwal kereta yang cukup terbatas, disarankan untuk memeriksa jadwal terlebih dahulu melalui layanan seperti Jorudan dan menginap semalam di kawasan tersebut agar perjalanan lebih santai.
Terdapat dua stasiun utama di kota ini, yaitu Nishi-Maizuru Station dan Higashi-Maizuru Station. Bagi wisatawan yang berencana melanjutkan perjalanan ke Amanohashidate dan Ine, disarankan untuk memilih akomodasi di sekitar Nishi-Maizuru Station karena akses transportasinya yang lebih praktis.
Dua Sisi Maizuru yang Berbeda
Wilayah Maizuru terbagi menjadi dua bagian oleh daratan yang menjorok ke Teluk Maizuru. Bagian barat merupakan bekas kota kastil yang kental dengan nuansa sejarah abad pertengahan, sementara bagian timur dulunya merupakan pusat distrik angkatan laut.
Beberapa tempat menarik di Maizuru Barat meliputi:
- Reruntuhan Kastil Tanabe: Dibangun pada tahun 1579 oleh Hosokawa Fujitaka, situs ini terkenal karena kisah pertahanan heroiknya di masa lalu dan kini dilengkapi dengan taman yang tenang.
- Teluk Yoshiwara: Kawasan perumahan di tepi air yang sering dijuluki sebagai “Venesia” lokal, menawarkan suasana yang mirip dengan desa nelayan Ine.
- Maizuru Tore Tore Center: Pasar ikan dan pusat layanan tepi jalan di mana pengunjung dapat menikmati hidangan makanan laut segar.
- Kuil dan Tempat Ibadah: Berderet di sepanjang lereng perbatasan barat kota bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi spiritual Maizuru.
Selain itu, terdapat Goro Sky Tower di puncak Gunung Goro yang menawarkan panorama luas kawasan Kansai bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan dari ketinggian.
Maizuru Red Brick Park dan Museum Bata

Bagi para penggemar sejarah militer Perang Dunia II, Maizuru Red Brick Park di bagian timur kota adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Kompleks gudang bata merah yang dibangun sejak era Meiji ini dulunya digunakan untuk menyimpan amunisi angkatan laut dan berhasil selamat dari kerusakan perang.
Saat ini, beberapa bangunan telah dialih fungsi menjadi pusat suvenir, kafe, dan ruang kerja bersama. Di area ini, pengunjung juga dapat mencicipi kari bergaya angkatan laut Jepang yang legendaris.
Tidak jauh dari taman tersebut terdapat Red Brick Museum, yang menyimpan koleksi bata dari berbagai belahan dunia, termasuk artefak dari peradaban kuno Mesopotamia, Mesir, Tiongkok, dan Yunani. Pengunjung juga dapat menikmati tur pelayaran singkat selama 30 menit di Teluk Maizuru untuk melihat kapal-kapal Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) dari dekat.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Maizuru

Kawasan “Kyoto by the Sea” masih menyimpan banyak permata tersembunyi lainnya. Di Maizuru sendiri, Kuil Kongo-in menawarkan pemandangan alam yang memukau pada musim gugur dan dingin. Sementara itu, Taman Alam dan Budaya Maizuru menjadi rumah bagi ribuan bunga hortensia yang mekar pada bulan Juni dan Juli.
Jika memiliki waktu lebih, perjalanan dapat dilanjutkan ke gundukan pasir Amanohashidate dan desa nelayan tradisional Ine yang terletak tidak jauh dari Maizuru. Bagi pecinta mitologi Jepang, Gunung Oe yang berada di dekat wilayah ini juga dikenal sebagai tempat asal legenda Shuten Doji.








