Ketika mulai mengunggah konten perjalanan pada musim semi 2016, Tono yang terletak di Prefektur Iwate langsung masuk ke dalam daftar wajib untuk dikunjungi. Terkenal di seluruh negeri sebagai tempat lahirnya cerita rakyat modern di Jepang, reputasi ini tidak lepas dari peran Sasaki Kizen, sosok yang sering dijuluki sebagai “Grimm dari Jepang”. Berasal asli dari Tono, Sasaki merupakan pelopor dalam studi akademik cerita rakyat di Jepang. Perjuangan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Yanagita Kunio yang mempopulerkan kisah-kisah mistis ini melalui bukunya yang berjudul The Legends of Tono.
Berkunjung ke Tono saat ini terasa seperti melangkah mundur ke masa lalu yang lebih sederhana. Meskipun ada beberapa sentuhan modern di sana-sini, wilayah ini secara keseluruhan terbebas dari kebisingan dunia teknologi modern. Menjelajahi sudut-sudut perdesaan Tono dengan sepeda listrik membuat waktu serasa berhenti berputar.
Bagi pelancong yang menyukai petualangan aktif dan sisi Jepang yang jarang dijamah wisatawan umum, Tono adalah destinasi tersembunyi yang menawarkan daya tarik luar biasa.
Cara Menuju ke Sana
Perjalanan ke Tono tergolong cukup mudah. Dari Tokyo, naiklah Tohoku Shinkansen dari Stasiun Tokyo menuju Stasiun Shin-Hanamaki. Dari sana, lanjutkan perjalanan dengan kereta JR Kamaishi Line yang melintasi Prefektur Iwate hingga tiba di Stasiun Tono dalam waktu sekitar 50 menit. Layanan seperti Jorudan dapat dimanfaatkan untuk merencanakan jadwal kereta dengan lebih akurat.
Tantangan sebenarnya justru dimulai setelah tiba di Tono, karena berbagai objek wisata di lembah ini letaknya berjauhan dan akses transportasi umumnya cukup terbatas. Mengandalkan bus lokal saja tidak akan cukup untuk melihat semuanya.
Banyak wisatawan Jepang memilih menggunakan bus wisata terpadu, namun menyewa sepeda berpendorong motor di pusat informasi pariwisata tepat di depan Stasiun Tono seharga sekitar 1.000 yen menjadi pilihan terbaik untuk kebebasan menjelajah.
Medan yang berbukit tentu akan membuat berkeringat, tetapi fasilitas mandi air panas koin di pusat informasi wisata sangat membantu untuk menyegarkan diri sebelum melanjutkan perjalanan. Mengingat jadwal kereta JR Kamaishi Line yang cukup jarang, disarankan untuk datang seawal mungkin agar tidak terburu-buru.
Tono Furusato Village

Destinasi utama yang wajib dikunjungi adalah Tono Furusato Village. Terletak sekitar 8 kilometer di sebelah timur laut Stasiun Stasiun Tono, kompleks ini merekonstruksi suasana kehidupan pedesaan pada zaman Edo (1603–1868). Di sini terdapat berbagai bangunan tradisional berbetuk huruf L, gudang, hingga kincir air.
Pengunjung diizinkan masuk ke dalam seluruh bangunan bersejarah yang ada. Selain memamerkan sejarah lokal, tempat ini juga menyelenggarakan lokakarya kerajinan tangan tradisional, meskipun memerlukan reservasi terlebih dahulu dan menggunakan bahasa Jepang.
Kawasan ini sering dijadikan latar syuting film berlatar sejarah karena suasananya yang autentik. Kompleks ini buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 dengan tiket masuk seharga beberapa ratus yen. Mengingat waktu tempuh bersepeda sekitar 30 hingga 45 menit dari pusat kota, disarankan untuk mengunjungi tempat ini terlebih dahulu di pagi hari.
Kappabuchi Pond

Tono sangat terkenal dengan legenda makhluk mitologi air bernama Kappa. Berdasarkan cerita rakyat, makhluk reptil mirip humanoid ini sering menunggu di dekat sungai dan kolam. Uniknya, legenda setempat menyebutkan bahwa Kappa sangat menjunjung tinggi sopan santun sehingga mereka bisa dibuat tak berkutik hanya dengan membungkuk hormat.
Kappabuchi Pond adalah lokasi paling ikonik untuk berburu cerita tentang makhluk ini. Warga setempat bahkan percaya bahwa pengunjung bisa memancing Kappa menggunakan mentimun sebagai umpan. Di dekat kolam juga terdapat sebuah kuil kecil yang kerap dikunjungi oleh ibu hamil yang berdoa agar diberi kelancaran ASI.
Kolam ini terletak tepat di belakang kompleks Kuil Joken-ji. Letaknya agak tersembunyi, sehingga mengikuti keramaian pengunjung lain di sekitar area tersebut adalah cara paling mudah untuk menemukannya.
Objek Wisata Lainnya di Kota Tono
- Fukusen-ji: Kompleks kuil di lereng bukit timur laut Tono yang memiliki pagoda bertingkat lima serta patung dewi welas asih Kannon berukuran raksasa.
- Tono Hachimangu: Tempat suci bagi dewa perang Hachiman yang terkenal dengan festival pertunjukan memanah berkuda yabusame pada akhir September.
- Denshoen: Desa adat berukuran lebih kecil yang menampilkan belasan rumah petani tradisional serta museum untuk mengenang Sasaki Kizen.
- Takamuro Suikoen Park: Taman rekreasi di sekitar danau besar yang menawarkan aktivitas memancing, memasak, serta fasilitas pemandian onsen di dekatnya.
- Tono Folktale Museum: Museum di dalam bekas pabrik sake yang mengulas cerita rakyat dari karya Yanagita Kunio.
- Gohyaku Rakan: Ratusan pahatan batu berusia lebih dari 200 tahun di perbukitan tenggara yang menggambarkan para murid Buddha.
- The Chiba Residence: Rumah pertanian megah milik klan Nanbu yang saat ini sedang dalam proses renovasi dan dijadwalkan dibuka kembali pada tahun 2026.
- Tsuzukiishi Stone: Formasi batu raksasa alami di atas bebatuan lain yang konon diletakkan oleh biksu prajurit Benkei ribuan tahun lalu.
Pusat informasi pariwisata di stasiun juga menyediakan kafe sekaligus tempat penyewaan papan permainan, menjadikannya tempat beristirahat yang nyaman sambil menunggu jadwal kedatangan kereta berikutnya.
Destinasi di Sekitar Tono

Bagi pelancong yang ingin menjelajahi wilayah Tohoku lebih luas, Morioka dapat dicapai dalam waktu sekitar satu jam dari Stasiun Shin-Hanamaki. Kota ini menawarkan banyak pesona wisata menarik di bawah bayangan Gunung Iwate.
Pilihan lainnya adalah melanjutkan perjalanan ke arah timur menuju pesisir Pasifik untuk melihat Patung Kamaishi Daikannon serta keindahan jalur pantai Sanriku Kaigan yang terpencil dan memesona.
Memanfaatkan tiket kereta terusan regional seperti JR East Tohoku Rail Pass dapat menjadi solusi cerdas untuk menjelajahi berbagai destinasi tersembunyi di wilayah ini dengan lebih hemat.








