Home / Travel / Kuil Akihasan Hongu Akiha: Hidden Gem Terbaik di Hamamatsu

Kuil Akihasan Hongu Akiha: Hidden Gem Terbaik di Hamamatsu

A Woodblock Print of Akihasan Hongu Akiha Shrine

Hamamatsu di Prefektur Shizuoka sering kali menjadi destinasi yang jarang dikunjungi oleh wisatawan asing. Namun, ada satu permata tersembunyi yang jauh lebih terpencil di puncak Gunung Akiha, yaitu Akihasan Hongu Akiha Shrine. Walau secara administratif masih masuk dalam wilayah kota Hamamatsu, tempat suci kuno ini terletak jauh dari keramaian perkotaan dan sangat cocok bagi wisatawan yang sudah sering berkunjung ke Jepang.

Kuil ini memiliki sejarah yang kaya. Dahulu, tempat ini menjadi jalur persinggahan populer bagi para pelancong yang melewati Tokaido highway antara Kyoto dan Edo. Akihasan Hongu Akiha Shrine merupakan kuil pusat bagi sekitar 800 sub-kuil Akiha di seluruh Jepang yang dulunya dikelola oleh para pertapa gunung dari sekte Akiha.

Meskipun saat ini berstatus sebagai kuil Shinto, kompleks ini memiliki masa lalu sinkretis yang memadukan tradisi Buddha dan Shinto, mirip seperti Gunung Takao di Tokyo dan Dewa Sanzan di Yamagata. Atas perintah Tokugawa Ieyasu, tempat ini bahkan sempat diklasifikasikan sebagai kuil Buddha Zen sekte Soto. Hingga kini, kuil tersebut memuja Akiha Gongen, sesembahan yang dipercaya melindungi dari bahaya kebakaran.

Sejarah kepopuleran kuil ini bermula pada tahun 701 di lereng selatan Gunung Akiha oleh seorang pendeta bernama Gyoki. Dulunya bernama Akiha-dera, tempat ini mulai dipadati peziarah pada periode Edo (1603–1868). Pemerintah sempat melarang prosesi mikoshi kuil yang meriah di sepanjang Tokaido pada tahun 1685, namun larangan tersebut justru semakin menyebarkan pengaruh kultus Akiha.

Kini, Akihasan Hongu Akiha Shrine sangat terkenal berkat gerbang torii berwarna emas serta festival api tahunan yang menarik perhatian banyak pengunjung.

Cara Menuju ke Sana

Perjalanan menuju Gunung Akiha cukup menantang. Jika berangkat dari Tokyo, Anda bisa naik kereta Shinkansen jenis Kodama atau Hikari menuju Stasiun Hamamatsu. Dari sana, opsi paling ideal adalah menyewa mobil agar perjalanan lebih efisien.

Bagi yang mengandalkan transportasi umum, Anda bisa berjalan dari Stasiun Hamamatsu ke Stasiun Shin-Hamamatsu, lalu naik Tenryu Hamanako Railway sampai pemberhentian terakhir di Stasiun Tenryu-Futamata. Perjalanan dilanjutkan dengan taksi menuju puncak Gunung Akiha yang berada di ketinggian 750 meter. Karena jadwal kereta yang tidak begitu sering, disarankan untuk mengecek jadwal melalui layanan seperti Jorudan, serta meminta bantuan petugas stasiun untuk memesan taksi kepulangan jika diperlukan.

Kuil Bagian Bawah dan Kuil Bagian Atas

The golden torii gate of Akihasan Hongū Akiha Shrine.

Kuil ini terbagi menjadi dua area utama, yaitu Kuil Atas dan Kuil Bawah. Mengunjungi keduanya sekaligus cukup melelahkan, sehingga kebanyakan pengunjung lebih memilih untuk langsung mendatangi Kuil Atas yang menyimpan berbagai daya tarik utama.

  • Gerbang Utama:
    Gerbang ini menampilkan empat hewan penjaga penjuru mata angin untuk menangkal kejahatan, sebagai bentuk penghormatan terhadap masa lalu kuil yang memadukan unsur Buddha dan Shinto. Letaknya berada di atas tangga selepas area parkir.
  • Torii Emas:
    Dikenal sebagai “Torii Emas Kebahagiaan”, struktur mencolok ini sangat populer di kalangan wisatawan dan fotografer karena dipercaya membawa keberuntungan bagi siapa saja yang melaluinya.
  • Lempar Piring Tanah Liat:
    Di dekat gerbang torii, pengunjung dapat membeli tiga piring tanah liat seharga 500 yen untuk menuliskan permohonan. Piring tersebut kemudian dilempar ke sebuah cincin sasaran, di mana kepercayaan lokal mengatakan bahwa lemparan yang berhasil akan membuat permohonan terkabul.

Sebagai informasi tambahan, nama kuil inilah yang diyakini menjadi asal-usul penamaan distrik elektronik Akihabara di Tokyo, karena dulunya kawasan tersebut memiliki sub-kuil untuk berdoa dari bahaya kebakaran.

Festival Api

The annual Fire Festival at Hamamatsu’s Akihasan Hongū Akiha Shrine

Setiap tanggal 15 Desember, kuil ini menyelenggarakan festival api tradisional yang menampilkan tiga tarian sakral untuk para dewa. Tarian pertama adalah Yumi-no-Mai (Tari Busur) menggunakan busur panah ke arah penjuru langit, diikuti oleh Tsurugi-no-Mai (Tari Pedang) untuk menyucikan diri dari dosa.

Tarian terakhir adalah Hi-no-Mai (Tari Api) yang menggunakan tempat pembakaran dupa dengan api suci yang diyakini telah menyala selama lebih dari seribu tahun untuk menjauhkan bencana alam. Tradisi ini telah dilestarikan sejak periode Nara (710–784) ketika kompleks ini masih berupa kuil Buddha Akiha-dera.

Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Hamamatsu City as seen from the iconic Act Tower skyscraper

Selain mengunjungi Gunung Akiha, sempatkan diri untuk mengeksplorasi kota Hamamatsu. Jangan lewatkan kesempatan mencicipi unagi (belut air tawar), yang merupakan kuliner khas daerah tersebut. Di luar wilayah Hamamatsu, Anda juga bisa mengunjungi Kunozan Toshogu Shrine di kota Shizuoka, sebuah situs bersejarah tempat peristirahatan awal shogun Tokugawa sebelum dipindahkan ke Nikko, yang berlokasi dekat kawasan Nihondaira dengan pemandangan Gunung Fuji berlatar kebun teh yang menakjubkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *