Home / Travel / Kisah Istana Kita-in: Kenapa Benteng Era Edo Bisa Berada di Kawagoe

Kisah Istana Kita-in: Kenapa Benteng Era Edo Bisa Berada di Kawagoe

Kita in Parts of Edo Castle

Bagaimana bisa sebagian struktur dari benteng besar di pusat Tokyo berakhir di Prefektur Saitama yang bertetangga? Mari kita ungkap misteri ini dengan menelusuri sejarah singkatnya. Kali ini, kita akan bertualang ke Prefektur Saitama untuk mengunjungi salah satu permata tersembunyi favorit di Kawagoe, yaitu kompleks Kuil Kita-in.

Sebagai sebuah kuil dari Sekte Tendai yang mengesankan, tempat ini juga menyimpan bagian-bagian utuh yang tersisa dari kastil asli milik Tokugawa shogunate yang terkenal. Meskipun beberapa reruntuhan yang tahan api masih dapat disaksikan hingga kini, struktur kayunya telah musnah ditelan zaman. Pembaca yang jeli tentu menyadari bahwa Kita-in berlokasi hampir satu jam perjalanan kereta dari bekas situs kastil tersebut, yang kini menjadi area Istana Kekaisaran.

Kita-in sendiri merupakan kuil kuno yang akarnya telah ada sejak tahun 850 M. Terlepas dari sejarah panjangnya, kuil ini mulai bersinar setelah mendapatkan dukungan dari shogun pertama yang legendaris, Tokugawa Ieyasu, pada awal tahun 1600-an. Setelah Ieyasu wafat, jenazahnya dibawa ke Nikko, dan dalam perjalanan tersebut, sebuah upacara kenangan digelar di Kita-in. Itulah sebabnya salah satu dari tiga kuil Toshogu paling penting di Jepang terletak tidak jauh dari kuil ini.

The exterior of Kawagoe’s Kita-in, a temple in Saitama that was made with portions of Edo Castle

Ketika Kita-in dilalap api pada tahun 1638, shogun ketiga, Iemitsu, memerintahkan agar beberapa bagian dari Kastil Edo dikirimkan guna membantu proses pembangunan kembali. Pencapaian luar biasa ini tidak terlalu sulit berkat metode konstruksi tradisional Jepang yang tidak menggunakan paku. Namun, proses perpindahan ke Saitama—meskipun menggunakan perahu—merupakan cerita lain, di mana para pekerja harus berjuang selama berhari-hari untuk mengangkut bangunan yang telah dibongkar tersebut ke Kawagoe. Pada masa itu, relokasi tersebut dianggap sebagai konsesi kecil dari pihak kastil keshogunan.

Secara historis, struktur-struktur ini berdiri sebagai satu-satunya sisa peninggalan asli dari Kastil Edo. Berkat jarak Kawagoe dari Tokyo, kota ini sebagian besar terhindar dari dampak dahsyat Gempa Besar Kanto serta kehancuran Perang Dunia II. Saat menaiki kereta menuju Kita-in, pastikan untuk merenungkan pencapaian luar biasa ini karena hal tersebut tentu memperkaya warisan mengesankan dari kuil ini!

Seakan belum cukup untuk menunjukkan pentingnya Kita-in, kota Kawagoe sendiri dulunya merupakan pemasok barang penting bagi metropolis Edo (Tokyo modern) yang sibuk selama masa pemerintahan keshogunan Tokugawa (1603–1686). Terletak di dekat jalur perdagangan Nakasendo, Kawagoe berada di posisi yang sangat strategis karena dekat dengan jalur utama yang menghubungkan Edo dengan wilayah Jepang lainnya. Secara kolektif, faktor-faktor ini menjadikan Kawagoe sebagai sekutu penting bagi pihak keshogunan.

Cara Menuju ke Sana

Saitama Prefecture’s Hon-Kawagoe Station, the closest train station to the Kita-in temple complex in Kawagoe

Kawagoe berada cukup jauh dari pusat Tokyo, tetapi masih sangat terjangkau. Bergantung dari titik keberangkatan Anda, Anda bisa menggunakan Jalur Seibu Shinjuku atau Jalur Tobu Tojo. Terdapat pula beberapa kereta ekspres jika Anda tidak keberatan membayar sedikit lebih mahal untuk perjalanan yang lebih cepat. Apapun pilihan Anda, pastikan untuk memeriksa jadwal melalui layanan seperti Jorudan demi mendapatkan rute sambungan terbaik.

Setibanya di Kawagoe, Anda perlu berjalan melewati Stasiun Hon-Kawagoe menuju Kita-in. Kompleks kuil ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit berjalan kaki dari stasiun. Meskipun ada beberapa bus yang beroperasi di sekitar Kawagoe, transportasi umum tersebut mungkin agak membingungkan bagi pengunjung pemula. Risiko salah naik bus tentu adalah hal terakhir yang Anda inginkan!

A street along the way to Kawagoe’s Kita-in temple complex in Saitama Prefecture

Anda perlu menuju ke titik yang tampak sederhana seperti pada gambar di atas. Setibanya di sana, beloklah ke kiri lalu berjalanlah terus sampai Anda menemukan sebuah area bermain anak. Kita-in terletak persis di sebelah kanan setelah Anda menyeberangi sebuah jembatan kecil. Perjalanan ini terkadang terasa seperti Anda mengambil arah yang salah, jadi pastikan mengikuti peta agar tidak tersesat.

Kompleks Kita-in

The Toshogu Shrine nearby Kawagoe’s Kita-in temple complex in Saitama Prefecture

Area Kita-in tergolong sangat luas dan menawarkan banyak hal menarik. Walaupun bangunan kuil utamanya terletak persis di sebelah kiri setelah Anda melewati jembatan tadi, saya menyarankan agar Anda mengunjungi Kuil Toshogu di Kawagoe terlebih dahulu (seperti yang terlihat pada gambar di atas). Monumen spiritual untuk menghormati pendiri dinasti Tokugawa ini terletak di bagian paling belakang kompleks. Jika Anda kesulitan menemukannya, manfaatkan peta digital yang tersedia.

Meskipun tertutup untuk umum, terdapat beberapa gerbang yang memungkinkan Anda mengintip keindahan kuil berornamen tersebut. Tersedia pula jalur tanah yang mengitari dinding luar bagi pengunjung yang ingin mendapatkan sudut pandang lebih baik. Walaupun Kuil Toshogu di Kawagoe tidak sebesar kuil utamanya di Nikko, saya pribadi menyukai suasananya yang lebih tenang dan belum terlalu padat oleh turis.

The vermillion, two-storied pagoda at Kawagoe’s Kita-in temple complex in Saitama Prefecture

Setelah puas menikmati area kuil, arahkan kembali langkah Anda menuju struktur utama Kita-in. Tepat di bagian depan kompleks, Anda akan menjumpai sebuah temizuya (pemandian air suci) berbentuk naga berkepala dua. Saat ini, paviliun pembersihan diri tersebut umumnya hanya diasosiasikan dengan kuil Shinto; namun, pada masa lalu agama Buddha dan Shinto sempat beririsan erat sehingga menciptakan banyak pengaruh timbal balik. Tepat di sebelah temizuya, berdiri sebuah pagoda bertingkat dua yang patut Anda kunjungi.

Kuil Kita-in memiliki dua pintu masuk. Rute pertama dan yang paling mencolok adalah melalui tangga, namun Anda tidak akan bisa mengakses sisa-sisa sejarah Kastil Edo dari jalur ini. Oleh karena itu, kita harus mencari pintu masuk kedua yang terletak di antara tangga dan pagoda. Petunjuk ini mungkin terdengar agak membingungkan di atas kertas, tetapi akan sangat mudah ditemukan ketika Anda berada di lokasi.

The entrance to Kawagoe’s Kita-in temple complex in Saitama Prefecture

Setibanya di pintu masuk kuil, pastikan untuk melepas alas kaki dan menyimpannya di dalam rak yang telah disediakan di sebelah kanan. Memasuki area interior bersejarah ini akan dikenakan sedikit biaya masuk. Sebagai gantinya, Anda akan menerima tiket serta brosur berbahasa Inggris yang sangat informatif. Simpanlah tiket Anda baik-baik karena itu akan diperlukan untuk mengakses area berikutnya.

Begitu melangkah masuk, Anda akan langsung disambut oleh sejumlah panel informasi yang menguraikan kontribusi historis Kawagoe pada zaman Edo (1603–1868). Sebagian alasan mengapa Kawagoe memiliki hubungan sangat erat dengan keshogunan Tokugawa adalah karena kota ini berfungsi sebagai pemasok logistik utama bagi ibu kota. Jika Anda tertarik mendalami konteks sejarahnya, membaca panel-panel ini adalah pilihan yang sangat tepat!

Usai membaca panel informasi, Anda akan menemukan rangkaian ruangan hasil rekonstruksi yang berasal dari bangunan asli Kastil Edo yang dipindahkan ke Kita-in. Peninggalan yang paling menonjol di antaranya adalah sebuah ruangan yang ditandai dengan pajangan baju zirah serta langit-langit bermotif bunga. Ruangan tersebut konon merupakan tempat kelahiran shogun ketiga, Iemitsu, yang mengeluarkan perintah pemindahan bagian kastil ke Kita-in. Ruangan lainnya mencakup area yang diyakini sebagai ruang kerja, dapur, serta fasilitas kamar mandi milik Iemitsu.

One of the many gardens surrounding Kawagoe’s Kita-in temple complex in Saitama Prefecture

Perlu diingat bahwa kegiatan memotret dilarang keras di dalam ruangan-ruangan bersejarah tersebut, khususnya di area pribadi Iemitsu. Jadi, hargai peraturan yang ada demi kenyamanan bersama! Jika Anda benar-benar membutuhkan dokumentasi perjalanan, terdapat taman-taman indah di bagian belakang Kita-in yang sangat ideal untuk latar foto Anda.

Setelah selesai menjelajahi reruntuhan Kastil Edo, berjalanlah melintasi jembatan yang menghubungkan area tersebut dengan bangunan kuil utama. Di sana, Anda akan menemukan beberapa tempat duduk yang sangat nyaman untuk menikmati pemandangan taman pada hari-hari musim semi atau musim panas yang hangat. Sementara itu, interior kuil utama sendiri menampilkan dekorasi yang cukup megah, meski mungkin tidak terlalu asing bagi para pelancong yang sudah sering mengunjungi kuil.

Begitu Anda selesai mengeksplorasi setiap sudut Kita-in beserta bangunan bekas Kastil Edo, arahkan perjalanan ke halaman terbuka di bagian belakang. Sebelum meninggalkan kompleks ini, ada satu destinasi lagi yang wajib dikunjungi! Carilah sebuah kios makanan sederhana yang terletak di sebelah kanan pagoda, lalu temukan jalur kecil dan loket tiket di dekatnya.

The 500 rakan statues at Kawagoe’s Kita-in temple complex in Saitama Prefecture

Di tempat ini, terdapat 500 patung rakan yang menggambarkan para murid awal Buddha yang telah mencapai pencerahan sempurna. Meskipun ada beberapa wilayah lain di Jepang yang memiliki pemandangan serupa, keunikan kumpulan rakan di Kita-in terletak pada ekspresi wajah patung-patung tersebut yang tampak riang gembira alih-alih kaku atau tegas. Setiap patung memiliki kepribadiannya masing-masing; ada yang tersenyum, tertawa, berpikir, bahkan ada pula yang digambarkan sedang minum!

Selain itu, terdapat dua legenda menarik seputar 500 rakan di Kawagoe yang patut Anda ketahui. Legenda pertama berkaitan dengan shio Tiongkok. Konon, Anda akan diberkahi keberuntungan besar jika berhasil menemukan patung yang memegang hewan lambang tahun kelahiran Anda. Jika Anda tidak tahu shio Anda, petugas di gerbang sangat ramah dan dengan senang hati akan membantu menjelaskannya dalam bahasa Inggris!

The 500 rakan statues at Kawagoe’s Kita-in temple complex in Saitama Prefecture

Jika mitos pertama tergolong ramah dan menyenangkan, legenda yang kedua justru bernuansa sedikit misterius. Cerita rakyat setempat meyakini bahwa ada satu patung rakan di antara ratusan patung tersebut yang memiliki kemiripan fisik dengan setiap pengunjung yang datang. Untuk menemukannya, seseorang harus datang di malam hari yang gelap dan meraba satu per satu patungnya. Konon, patung yang terasa hangat saat disentuh adalah yang paling mirip dengan diri Anda. Sayangnya, aturan jam tutup pukul 16.00 sore dibuat untuk melindungi situs bersejarah ini, sehingga mitos tersebut tidak dapat Anda buktikan sendiri.

Atraksi Menarik Lainnya di Sekitar

The Kurazukuri Warehouse District of Kawagoe near the Kita-in temple complex

Kunjungan ke Kita-in paling baik dilakukan sebagai bagian dari rencana perjalanan sehari penuh, mengingat Kawagoe memiliki banyak hal lain yang patut dieksplorasi. Dua area yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi adalah Kuil Kawagoe Hikawa serta Distrik Gudang Kurazukuri, di mana Anda juga bisa mampir ke Kashiya Yokocho atau yang dikenal sebagai Lorong Jajanan Jadul.

Sampai jumpa pada petualangan berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *