Dalam artikel kali ini, kita akan membahas salah satu pos terpencil paling utara dari aliran Buddha Tendai yang telah lama berada dalam daftar kunjungan saya. Dikenal secara resmi sebagai Risshaku-ji, kuil ini lebih akrab disebut sebagai Yamadera (yang berarti “Kuil Gunung”) karena posisinya yang tampak menempel erat di tebing Gunung Hoju. Yamadera menawarkan pemandangan panorama yang sangat menakjubkan. Namun, ada tantangan tersendiri! Untuk menikmati pemandangan indah tersebut, pengunjung harus menaklukkan lebih dari 1.000 anak tangga yang berkelok-kelok menuju puncak kuil. Meskipun terdengar melelahkan, seperti banyak destinasi lain di Jepang, panorama di puncak akan membuat siapa pun terpukau.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa asal-usul Yamadera sudah ada sejak tahun 860 Masehi. Kuil ini konon didirikan oleh seorang biksu terkenal dari markas besar sekte Tendai di Enryaku-ji, Kyoto. Hingga hari ini, api suci ritual yang dibawa dari kuil terkemuka tersebut masih terus menyala di bangunan utama Yamadera. Kendati memiliki sejarah yang sangat panjang, sebagian besar bangunan yang ada saat ini berasal dari periode Edo (1603–1868), yang mencerminkan kerusakan akibat kebakaran dan peperangan dari masa lalu.
Yamadera juga terkenal sebagai tempat penyair haiku master Matsuo Basho menciptakan beberapa karya terbesarnya. Dalam perjalanan menuju puncak, Anda akan menemukan beberapa monumen yang didedikasikan untuk sang penyair. Selain itu, Museum Yamagata Basho terletak di sisi lembah yang berlawanan. Meskipun saya pribadi belum sempat mengunjunginya, para pecinta puisi haiku mungkin akan tertarik untuk mampir ke museum tersebut.
Sebagai catatan bagi Anda yang berencana berkunjung bersama pasangan, terdapat takhayul lokal yang percaya bahwa mendaki anak tangga kuil yang panjang ini bersama kekasih hampir selalu berujung pada perpisahan—meskipun perpisahan yang baik-baik saja. Faktanya, banyak warga sekitar menggunakan kuil ini sebagai eufemisme ketika menyarankan untuk mengakhiri hubungan. Jika Anda ingin hubungan tetap langgeng, ada baiknya mengabaikan mitos lama ini dan melewatkan kunjungan ke Yamadera.
Cara Menuju ke Sana

Lokasi Yamadera yang terpencil di pegunungan Prefektur Yamagata berarti jaraknya cukup jauh dari objek wisata khas Jepang pada umumnya. Stasiun terdekat dari kuil ini adalah Stasiun Yamadera. Perjalanan ini memerlukan naik kereta peluru ke arah utara. Dari sana, Yamadera dapat dicapai melalui Stasiun Yamagata atau Stasiun Sendai menggunakan jalur Senzan. Meskipun rute dari Sendai biasanya sedikit lebih cepat, disarankan untuk memeriksa jadwal terlebih dahulu karena kereta ini terkenal hanya berangkat sekali dalam satu jam.
Setelah tiba di Stasiun Yamadera, gerbang masuk kompleks kuil hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki. Rutenya cukup jelas dan mudah diikuti dengan mengikuti arus pengunjung, tetapi Anda tetap bisa menggunakan peta jika khawatir tersesat. Seperti kebanyakan kuil Buddha lainnya, harap diingat bahwa area ini biasanya tutup pada pukul 5 sore, jadi pastikan untuk memulai perjalanan lebih awal.
Pendakian Menuju Puncak

Sedikit saran bijak bagi Anda, mendaki ke puncak Yamadera bukanlah hal yang mudah. Pertama-tama, Anda harus menaiki jumlah anak tangga yang seolah tidak ada habisnya. Oleh karena itu, mereka yang memiliki stamina kurang prima atau berkunjung saat musim panas mungkin perlu mempertimbangkan kembali rencana ini. Meskipun aula utama dan api abadi dari Enryaku-ji berada di bagian bawah kompleks, daya tarik utama kuil ini justru berada di puncak. Biaya masuk pendakian adalah 300 yen, dan pengeluaran kecil ini sangat sebanding dengan pemandangan luar biasa di atas.
Setelah mengumpulkan tekad dan keberanian, Anda siap memulai pendakian. Jalur ini akan membawa Anda melewati pepohonan cedar yang menjulang tinggi sambil menyusuri lereng gunung. Di sepanjang perjalanan, Anda akan menemui berbagai monumen kecil, lentera batu, serta sejumlah pahatan yang diukir langsung pada dinding gunung. Nuansa Buddha yang kental berpadu dengan rindangnya hutan menciptakan suasana pendakian yang sangat magis.
Sekitar setengah perjalanan mendaki, Anda akan melewati sebuah batu raksasa yang bentuknya menyerupai Amida Buddha, yang dikenal sebagai Batu Mida Hora. Meskipun Anda bebas berhenti sejenak untuk melihatnya, disarankan untuk menyimpan waktu istirahat dalam perjalanan pulang saja. Anda tentu tidak ingin otot kaki kram setelah terlalu sering berhenti bernapas di tengah jalan!

Pada akhirnya, Anda akan tiba di Gerbang Ni-no-mon seperti yang tampak pada gambar di atas. Dari titik ini, bagian atas Yamadera hanya berjarak sekitar seratus anak tangga lagi, jadi teruslah melangkah. Area ini akan terbuka dan menampilkan sejumlah bangunan kuil serta pemandangan lembah di bawah yang menakjubkan. Panorama ini memberikan kontras yang drastis dibandingkan perjalanan naik sebelumnya di mana pemandangan tertutup oleh lebatnya dedaunan.

Tepat setelah melewati Gerbang Ni-no-mon, Anda akan menemukan dua bangunan ikonik Yamadera, yaitu Kaisan-do dan bangunan Nokyo-do di sebelah utaranya. Aula pertama didedikasikan untuk pendiri Yamadera, sementara bangunan kedua dulunya digunakan untuk menyalin sutra. Para biksu tampaknya memiliki ketahanan mental yang luar biasa, karena sulit dibayangkan bisa fokus menyalin sutra dengan pemandangan seindah itu di depan mata!

Tepat melewati Kaisan-do, terdapat lebih banyak anak tangga yang mengarah ke sebuah aula bernama Godai-do. Dek observasi ini berasal dari tahun 1700-an dan menawarkan pemandangan lembah sekitarnya yang megah. Menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk menikmati panorama pegunungan dari kejauhan adalah pengalaman yang sangat menenangkan, terutama bagi mereka yang sehari-hari hidup di tengah kesibukan kota besar dan lupa bahwa sebagian besar wilayah geografis Jepang sebenarnya didominasi oleh pegunungan.
Yamadera masih memiliki satu destinasi menarik lagi, yaitu Oku-no-in. Sesuai dugaan, struktur terakhir ini terletak di ujung anak tangga lainnya. Bangunan ini menyimpan patung besar Amida Buddha yang dapat dilihat dari luar. Selama perjalanan menuju ke sana, perhatikan tempat tinggal para biksu di sekitar dan bayangkan bagaimana rasanya menjalani kehidupan di atas gunung ini.
Setelah puas menikmati seluruh keindahan Yamadera, Anda bisa bersiap untuk turun. Terdapat banyak warung mi soba di sepanjang jalur kembali menuju stasiun yang siap memulihkan energi Anda setelah pendakian. Ingatlah untuk berhati-hati selama perjalanan turun, terutama jika hari sedang hujan karena kondisi jalan menjadi agak licin.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Meskipun kunjungan ke Yamadera secara teknis dapat diselesaikan dalam sehari, akan sangat disayangkan jika Anda pergi jauh ke Prefektur Yamagata namun langsung kembali dengan kereta. Disarankan untuk menginap semalam dan menikmati lebih banyak keindahan wilayah Tohoku utara. Bagi pelancong yang memiliki izin mengemudi internasional, menyewa mobil adalah pilihan yang sangat baik mengingat akses kereta di daerah ini tidak terlalu luas.
Rekomendasi utama di prefektur ini adalah mengunjungi Ginzan Onsen, yang terletak sekitar 37 km di sebelah utara Yamadera. Meskipun aksesnya cukup menantang, banyak orang menggambarkan penginapan tradisional atau ryokan di sana mirip dengan latar film animasi karya Hayao Miyazaki, Spirited Away. Kota pemandian air panas kecil ini terasa seperti keluar langsung dari halaman majalah tahun 1920-an dan tampak sangat memesona saat musim dingin.
Kendati demikian, seperti halnya Kusatsu Onsen, Ginzan Onsen cenderung terisolasi dari dunia luar. Untungnya, Prefektur Yamagata juga memiliki kota onsen lain yang lebih mudah diakses dari Yamadera, yaitu Tendo Onsen. Tempat ini bisa menjadi alternatif tempat menginap yang nyaman bagi pengunjung yang tidak dapat mendatangi Ginzan Onsen.
Para penggemar shogi (catur Jepang) juga perlu tahu bahwa Kota Tendo adalah pusat produsen bidak catur utama di negara ini, sehingga Anda akan melihat banyak dekorasi bertema shogi di berbagai sudut kota. Kota ini juga memiliki museum kecil yang memamerkan beberapa karya seni Hiroshige.
Sampai jumpa pada petualangan berikutnya, para pelancong…








