Home / Travel / Kastil Matsumae: Bunga Sakura & Benteng Perbatasan Ezo

Kastil Matsumae: Bunga Sakura & Benteng Perbatasan Ezo

Matsumae Castle the Cherry Blossoms

Kawasan Matsumae dan area sekitarnya menyimpan berbagai daya tarik tersembunyi yang jarang dijamah wisatawan, terutama turis asing yang berkunjung ke wilayah utara Jepang. Meskipun masuk dalam daftar 100 lokasi terbaik untuk menikmati bunga sakura di musim semi, Matsumae masih jarang terdengar di telinga pelancong internasional. Benteng bersejarah ini dulunya merupakan pos terdepan Keshogunan Tokugawa di pulau utara yang saat ini dikenal sebagai Hokkaido.

Pada masa zaman Edo, wilayah ini bersama Kepulauan Kuril dan Sakhalin dikenal sebagai Ezo. Kehadiran Matsumae Castle sejak tahun 1606 mengubah kawasan perbatasan tersebut menjadi benteng pertahanan samurai sekaligus pusat perdagangan yang penting. Daya tarik utama bagi para pengunjung saat ini adalah keberadaan sekitar 10.000 pohon sakura di kompleks benteng tersebut. Dengan lebih dari 250 varietas pohon yang berbeda, periode mekarnya sakura di sini menjadi salah satu yang paling panjang di Jepang, membentang dari akhir April hingga akhir Mei.

Cara Menuju ke Matsumae

A Hayabusa bullet train sits at Shin-Hakodate-Hokuto Station ready to depart on its long journey down to Tokyo.

Kendala terbesar saat ingin mengunjungi Matsumae adalah akses transportasinya yang cukup menantang. Sebagai langkah awal, wisatawan harus mencapai bagian selatan Hokkaido terlebih dahulu, biasanya melalui kota Hakodate menggunakan kereta cepat shinkansen atau pesawat terbang. Sebagian besar pengunjung disarankan untuk menginap di Hakodate dan meluangkan waktu menikmati destinasi populer seperti Goryokaku sebelum melanjutkan perjalanan.

Dari Hakodate, perjalanan dapat dilanjutkan dengan bus langsung atau menuju Stasiun Kikonai terlebih dahulu. Setibanya di Stasiun Kikonai, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan naik bus selama kurang lebih 90 menit menuju Matsumae. Pemberhentian bus ini terletak tepat di depan area layanan Misogi Michi-no-Eki. Mengingat jadwal transportasi umum di daerah pedesaan ini sangat terbatas, sangat disarankan untuk memeriksa jadwal keberangkatan secara teliti menggunakan aplikasi atau situs perencanaan rute agar tidak tertinggal.

Bagi yang ingin perjalanan lebih fleksibel tanpa harus bergantung pada jadwal bus yang terbatas, menyewa mobil dapat menjadi alternatif terbaik, terutama bagi pelancong yang memiliki izin mengemudi internasional.

Menjelajahi Kota Benteng Matsumae

In addition to the cherry trees, you should also swing by the replica village theme park of the Matsumae clan that recreates the Matsumae town for the present day.

Begitu tiba di pemberhentian bus Matsushiro, pengunjung akan langsung dikelilingi oleh pemandangan Selat Tsugaru di satu sisi dan jajaran toko bernuansa tradisional di sisi lainnya. Kawasan ini dulunya merupakan pusat permukiman para samurai dan pedagang.

Berjalan sedikit menanjak, pengunjung akan tiba di Taman Matsumae yang menjadi lokasi utama Matsumae Castle. Meskipun bangunan benteng utamanya telah mengalami rekonstruksi, struktur dinding batu aslinya masih kokoh berdiri sejak masa lalu. Bagian dalam benteng kini telah difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai artefak berharga terkait sejarah Klan Matsumae.

Selain area benteng dan ribuan pohon sakura, beberapa lokasi menarik lain yang bisa dikunjungi di sekitar Matsumae meliputi:

  • The Matsumae Clan Residence: Taman tematik sejarah di ujung barat taman yang merekonstruksi suasanakota Matsumae pada masa lampau, lengkap dengan bangunan replika rumah pedagang, kantor magistrate, dan pos penjagaan di mana pengunjung dapat menyewa kostum samurai.
  • Matsumae’s Temple District: Kompleks kuil kuno yang berdiri bahkan sebelum benteng Matsumae dibangun, menjadikannya salah satu struktur tertua yang tersisa di Hokkaido beserta kompleks pemakaman para penguasa setempat.
  • Matsumae Shrine: Kuil kecil yang terletak tepat di belakang benteng dan dikelilingi oleh banyak pohon sakura, menciptakan pemandangan yang sangat indah saat musim semi.
  • The Matsumae Sakura Museum: Fasilitas pameran kecil yang mendokumentasikan berbagai spesies dan informasi seputar koleksi bunga sakura di taman ini.
  • The Hachiju Hakusho Hiking Circuit: Jalur pendakian singkat sekitar 20 menit menuju Gunung Shogun yang menawarkan panorama lautan luas serta pemandangan taman sakura dari ketinggian.

Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

The hundreds of cherry trees at Hakodate’s Goryokaku during their annual festival which is always sure to have some good street food

Perjalanan ke Matsumae sangat ideal jika dikombinasikan dengan kunjungan ke kota pelabuhan Hakodate. Selain itu, bagi pelancong yang tertarik dengan destinasi unik di sekitar wilayah selatan Hokkaido, terdapat beberapa titik menarik yang dapat disambangi:

  • The Seikan Tunnel Museum: Museum di kota Fukushima yang mengulas sejarah Terowongan Seikan, terowongan bawah laut terdalam dan terpanjang di dunia yang menghubungkan Prefektur Aomori dengan Cape Shirakami di Hokkaido.
  • The Yokozuna Museum: Museum kecil di timur laut Matsumae yang didedikasikan untuk dua mantan pegulat sumo lokal yang berhasil mencapai peringkat tertinggi sebagai yokozuna.
  • Misogi Beach: Pantai dekat Stasiun Kikonai yang terkenal dengan gerbang torii ikonik serta festival musim dingin tahunan untuk mendoakan keselamatan para nelayan.

Secara keseluruhan, Matsumae mungkin bukan destinasi yang cocok untuk semua wisatawan karena tantangan akses transportasinya. Namun, bagi para pelancong yang ingin keluar dari jalur wisata umum dan menikmati keindahan musim semi terbaik di Jepang utara, tempat ini menawarkan pengalaman yang sangat berkesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *