Home / Travel / Kanazawa Bersejarah | Panduan Wisata Maksimal di “Mini Kyoto

Kanazawa Bersejarah | Panduan Wisata Maksimal di “Mini Kyoto

Kanazawa Station in Ishikawa Prefecture

Kyoto telah lama dikenal sebagai pusat pariwisata utama di Jepang. Namun, popularitas yang luar biasa ini harus dibayar mahal. Setiap hari, gelombang wisatawan memadati berbagai objek wisata ikonik, membuat tempat-tempat seperti Kiyomizu-dera terasa sangat sesak. Situasi ini bahkan memaksa pemerintah setempat menaikkan tarif transportasi demi memastikan kenyamanan warga lokal.

Bagi pelancong yang mendambakan keaslian budaya tanpa harus berdesak-desakan seperti di taman hiburan, ada pilihan lain yang sangat menarik. Terletak di dekat garis pantai Laut Jepang, kota Kanazawa menawarkan sejarah yang sama kaya dan memikatnya dengan Kyoto, tetapi masih jarang dijamah oleh turis asing. Di sini, Anda dapat menikmati suasana yang lebih tenang tanpa gangguan keramaian.

Jika Anda mencari destinasi yang tidak terlalu padat namun tetap menawarkan pengalaman budaya yang mendalam, Kanazawa adalah pilihan yang sangat tepat untuk dimasukkan ke dalam daftar perjalanan Anda.

Cara Menuju ke Sana

The JR Kanazawa Station sign in Ishikawa Prefecture

Dulu, perjalanan ke Kanazawa tergolong cukup rumit dan membutuhkan kombinasi beberapa kereta ekspres atau pesawat. Berkat pembukaan jalur kereta peluru baru dari Tokyo, perjalanan menuju kota bersejarah ini kini dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar tiga jam dari ibu kota.

Sementara itu, bagi wisatawan yang datang dari arah Kyoto atau Osaka, pilihan terbaik adalah menggunakan kereta ekspres terbatas Thunderbird. Sebaiknya periksa jadwal dan rute terbaik melalui layanan seperti Jorudan sebelum hari keberangkatan Anda.

Tips Transportasi di Kanazawa

An aerial shot of Kanazawa Station in Ishikawa Prefecture

Berbeda dengan kebanyakan kota lain di Jepang, Stasiun JR Kanazawa terletak agak di luar pusat kota, sementara kawasan pusatnya terkonsentrasi di sekitar taman kastil. Oleh karena itu, menggunakan sistem bus kota yang luas dan mudah diakses adalah pilihan paling praktis ketimbang berjalan kaki.

Sebagian besar objek wisata utama dapat dijangkau menggunakan Kanazawa Loop Bus yang beroperasi melingkar, baik searah jarum jam (Right Loop/RL) maupun berlawanan arah (Left Loop/LL). Anda bisa menyesuaikan nomor halte bus dengan destinasi yang dituju.

Karena banyak tempat wisata utama berada dalam radius satu hingga dua kilometer dari taman kastil, bus sebenarnya hanya diperlukan saat datang atau pergi dari stasiun. Jika berencana sering naik bus, Anda bisa membeli tiket terusan一日乗车券 (one-day pass) di konter informasi dekat halte bus Stasiun Kanazawa untuk menghemat biaya.

Distrik Higashi Chaya

Kanazawa’s Higashi or Eastern Chaya District in Ishikawa Prefecture

Destinasi paling ikonik di Kanazawa adalah Distrik Higashi Chaya. Pada periode Edo (1603–1868), kawasan pinggiran kota ini berfungsi sebagai pusat hiburan tempat para bangsawan menikmati pertunjukan geisha. Kini, banyak bangunan lamanya telah dialih fungsi menjadi toko ritel dan rumah teh tradisional.

Salah satu keunggulan Kanazawa adalah kondisinya yang selamat dari kehancuran Perang Dunia II, sehingga sebagian besar bangunan bersejarah di sini masih aslinya. Hal ini sangat terasa ketika Anda menyusuri jalanan di Distrik Higashi Chaya.

Berikut adalah dua tempat menarik yang wajib dikunjungi di kawasan ini:

  • Rumah Teh Shima:
    Rumah teh berusia hampir 200 tahun ini telah diubah menjadi museum. Dengan tiket seharga 500 yen, pengunjung dapat menyusuri koridor kuno dan merasakan langsung suasana autentik kehidupan sehari-hari pada masa Edo.
  • Toko Daun Emas Hakuza:
    Kanazawa dikenal sebagai penghasil 90% lebih daun emas di Jepang, dan hal ini dapat disaksikan langsung di Hakuza, di mana terdapat gudang tradisional yang seluruh dindingnya dilapisi dengan emas murni.

Distrik ini dapat dicapai dengan naik Kanazawa Loop Bus turun di halte RL4. Karena banyak tempat tutup lebih awal sekitar pukul 17.30 atau 18.00 sore, pastikan untuk memulai perjalanan Anda sejak pagi hari.

Taman Kenroku-en

The amazing Kenroku-en Japanese garden in Ishikawa Prefecture’s city of Kanazawa

Taman Kenroku-en diakui sebagai salah satu taman terindah di dunia. Bersama Kairaku-en di Mito dan Koraku-en di Okayama, tempat ini melengkapi tiga besar taman tradisional legendaris di Jepang.

Dahulu, area luas ini merupakan bagian dari kompleks Kastil Kanazawa sebelum akhirnya dibuka untuk umum setelah era Edo berakhir. Dengan tiket masuk seharga 600 yen, Anda disarankan untuk menikmati keindahan taman ini secara perlahan tanpa terburu-buru.

Di bagian belakang taman, terdapat vila Seisonkaku yang dibangun pada akhir periode Edo sebagai kediaman ibu seorang pemimpin domain. Vila ini terkenal dengan lantai beranda belakang yang dirancang mengeluarkan bunyi menyerupai burung bulbul saat diinjak, yang dulunya berfungsi sebagai sistem alarm darurat tradisional.

Kastil Kanazawa yang Direkonstruksi

Ishikawa Prefecture’s Kanazawa Castle set against the setting sun

Perlu dicatat bahwa struktur Kastil Kanazawa saat ini merupakan hasil rekonstruksi modern, bukan bangunan asli. Hingga beberapa dekade lalu, area ini bahkan digunakan sebagai kampus Universitas Kanazawa.

Meskipun baru direkonstruksi secara bertahap sejak tahun 2001, proses pembangunan kembali dilakukan menggunakan metode tradisional tanpa paku sama sekali, sehingga pengunjung tetap dapat mengagumi keahlian arsitektur kuno Jepang. Tersedia tiket kombinasi hemat seharga 1.000 yen jika Anda ingin mengunjungi Kastil Kanazawa sekaligus Taman Kenroku-en.

Pasar Ikan Omicho

People shopping at Kanazawa’s Omicho Fish Market in Ishikawa Prefecture

Dikenal sebagai surga makanan laut, Pasar Omicho telah menjadi pusat perdagangan terbesar di Kanazawa sejak periode Edo. Pasar yang dipadati lebih dari 200 kios ini menawarkan berbagai hasil laut segar serta kebutuhan rumah tangga.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hari sebelum kawasan ini dipadati oleh wisatawan domestik maupun internasional menjelang jam makan siang.

Distrik Samurai Nagamachi

Kanazawa’s Nagamachi Samurai District in Ishikawa Prefecture

Terletak di kaki kompleks kastil, Distrik Nagamachi dulunya merupakan tempat tinggal para samurai. Pemerintah kota telah melestarikan jalanan berliku dan dinding tanah liat khas era feodal di kawasan ini.

Daya tarik utamanya adalah Kediaman Nomura-ke, rumah samurai tingkat tinggi yang dilengkapi taman tradisional indah. Pengunjung dapat masuk dengan membayar tiket seharga 550 yen, serta menikmati upacara minum teh dengan pemandangan taman.

Distrik Nishi Chaya dan Sekitarnya

Kanazawa’s Nishi or Western Chaya District in Ishikawa Prefecture

Distrik Nishi (Barat) Chaya adalah kawasan hiburan historis lainnya di Kanazawa. Meskipun tidak sepopuler distrik bagian timur, area ini tetap menarik untuk dikunjungi, terutama karena letaknya yang tidak jauh dari Myoryuji—yang lebih dikenal sebagai Ninja-dera.

Meskipun tidak memiliki hubungan langsung dengan ninja, kuil ini dipenuhi dengan pintu rahasia, lorong tersembunyi, dan jebakan cerdik yang dirancang untuk melindungi para penguasa setempat pada masa lalu.

Atraksi Menarik Lainnya

The 21st Century Museum in Ishikawa Prefecture’s city of Kanazawa

Bagi pelancong yang memiliki waktu lebih longgar, Kanazawa juga menawarkan berbagai museum seni modern, salah satunya adalah Museum Seni Kontemporer Abad ke-21 yang terkenal dengan instalasi ilusi optik kolam renangnya.

Selain itu, terdapat Kuil Oyama yang memiliki gerbang unik hasil rancangan arsitek Belanda, memadukan gaya arsitektur Asia tradisional dengan bentuk mercusuar Eropa pada bagian atasnya.

Tur Berjalan Kaki di Kanazawa

A promotional poster for Kanazawa Walking Tours

Meskipun kota ini relatif mudah dijelajahi secara mandiri, wisatawan yang menginginkan penjelasan mendalam mengenai sejarah setempat dapat memanfaatkan layanan tur jalan kaki berpemandu untuk memperkaya pengalaman liburan mereka di Kanazawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *