Home / Travel / Kagoshima, “Naples dari Timur” di Kyushu Selatan

Kagoshima, “Naples dari Timur” di Kyushu Selatan

Downtown Kagoshima City

Bagi para pelancong yang ingin keluar dari rute populer “Golden Route” antara Tokyo, Kyoto, Osaka, dan Hiroshima, wilayah regional Jepang kini menawarkan alternatif yang menarik. Meskipun wilayah seperti Kyushu dan Shikoku terkadang terlewat karena akses kereta yang tidak semudah jalur utama, Kota Kagoshima di bagian selatan Kyushu sangat layak untuk dikunjungi.

Secara historis, Kota Kagoshima memegang peranan penting dalam era modernisasi Jepang pada abad ke-1800. Di bawah pengaruh klan Shimazu, wilayah ini bekerja sama dengan klan Choshu untuk mengakhiri kekuasaan Keshogunan Tokugawa dan memicu Restorasi Meiji. Banyak gagasan politik, pembaruan militer, andil tokoh penting, serta fondasi Jepang modern bermula dari sudut selatan Kyushu ini.

Dari segi iklim, letaknya yang jauh di selatan membuat Kota Kagoshima jauh lebih hangat dibandingkan Tokyo. Kota ini sangat ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan musim gugur atau musim dingin tanpa harus menghadapi udara yang terlalu menusuk. Menariknya, musim gugur dan mekarnya bunga sakura di sini datang lebih lambat, menjadikannya pilihan musiman yang tepat jika Anda terlewat jadwal di wilayah Jepang lainnya.

Bagi pencinta wisata kuliner, Kagoshima juga tidak kalah menarik. Selain museum, sumber air panas, dan situs sejarah samurai, kota ini terkenal dengan daging wagyu lokal berkualitas tinggi, daging babi Berkshire, serta aneka hidangan hasil laut segar karena posisinya di ujung selatan Kyushu.

Secara keseluruhan, Kagoshima menawarkan pengalaman sejarah yang kaya tanpa masalah overtourism yang parah seperti di Kyoto. Suasananya yang relatif tenang membuat ibu kota Prefektur Kagoshima ini dijuluki sebagai “Naples dari Timur” dan patut masuk dalam daftar kunjungan Anda berikutnya.

Cara Menuju ke Sana

Getting around to all of the attractions and places to go shopping in the center of Kagoshima-shi is easy due to the extensive tram system. That said, the city is also extremely walkable too.

Prefektur Kagoshima terletak di ujung paling selatan Kyushu. Cara paling praktis untuk mencapainya dari kota besar seperti Tokyo atau Osaka adalah dengan pesawat terbang, meskipun hal ini berarti Anda tidak dapat memanfaatkan Japan Rail Pass demi menghemat waktu perjalanan.

Setibanya di Bandara Kagoshima, Anda harus melanjutkan perjalanan dengan bus menuju pusat kota yang berjarak sekitar 30 kilometer, dengan durasi tempuh sekitar satu jam. Alternatif lainnya adalah menyewa mobil langsung dari bandara jika ingin mobilitas yang lebih fleksibel.

Jika Anda memilih kereta, Stasiun Kagoshima-Chuo (bukan Stasiun Kagoshima) akan menjadi pemberhentian akhir Anda. Perjalanan dari Stasiun Hakata di Fukuoka memakan waktu sekitar 90 menit. Naik kereta sangat disarankan jika Anda berencana menjelajahi lebih banyak area di Pulau Kyushu secara bertahap.

Setibanya di dalam kota, transportasi umum seperti bus dan trem lokal siap melayani mobilitas Anda. Sebagian besar fasilitas perbelanjaan, restoran, dan objek wisata utama dapat dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 20 hingga 30 menit dari Stasiun Kagoshima-Chuo.

Sengan-en & Shuseikan

This view depicts Senganen garden with Kagoshima Prefecture’s iconic volcano, Sakurajima, in the background as a borrowed landscape. The grounds have been around for hundreds of years and have survived the ravages of World War II.

Sengan-en adalah salah satu destinasi wajib di Kota Kagoshima. Taman bergaya feodal yang terletak di pesisir utara pusat kota ini memadukan lanskap tradisional dengan latar belakang pemandangan Gunung Beraktifitas Sakurajima di seberang teluk.

Taman ini dulunya merupakan vila dan taman peristirahatan klan Shimazu yang berkuasa di Domain Satsuma. Klan ini terkenal berpikiran terbuka dan mengadopsi ilmu pengetahuan serta teknologi Barat lebih awal dibandingkan wilayah feodal lainnya.

Pengunjung dapat menikmati jalur jalan kaki yang tertata rapi, kolam, aliran air, serta ragam vegetasi termasuk pohon sakura yang mekar lebih awal pada akhir Januari. Jangan lewatkan pula Museum Shoko Shuseikan di dekat taman untuk melihat sejarah industri awal Jepang, serta fasilitas pengolahan kaca Satsuma Kiriko.

Akses menuju Sengan-en kini semakin mudah berkat dibukanya stasiun kereta baru di dekat taman pada tahun 2025, yang hanya berjarak delapan menit naik kereta dari Stasiun Kagoshima-Chuo dan tercakup dalam Japan Rail Pass maupun Kyushu Rail Pass.

Taman Shiroyama & Pemandangan Panoramik

Formerly the site of Kagoshima Castle (sometimes called Tsurumaru Castle), Shiroyama Park is a central park in Kagoshima that sits where the ruins of the stone walls of Kagoshima’s fortress once stood and looks out over Kinko Bay. Visitors often come here to watch the sunset reflected on Sakurajima.

Taman Shiroyama terletak di atas bukit setinggi 107 meter yang dulunya merupakan benteng pertahanan kastil. Di area kaki bukit, terdapat Museum Reimeikan yang menyimpan informasi mendalam mengenai sejarah serta kebudayaan Prefektur Kagoshima.

Daya tarik utama taman ini adalah Dek Observasi Shiroyama yang menawarkan pemandangan luas ke arah pusat kota, Teluk Kagoshima, dan Gunung Sakurajima. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat matahari terbenam untuk menyaksikan langit senja di atas teluk.

Secara historis, Shiroyama Park juga menjadi lokasi pertempuran terakhir Saigo Takamori, sosok yang sering disebut sebagai “Samurai Terakhir”, selama Pemberontakan Satsuma pada tahun 1877. Gua Saigo di dalam kawasan taman menjadi salah satu monumen bisu dari akhir era samurai tersebut.

Sakurajima, Gunung Berapi Aktif

Not too far from Terukuni Shrine, there is the ferry port that will take you out to Sakurajima. Located in the middle of the bay, this active volcano is an iconic spot in Sakurajima and is a great spot to visit while in the city.

Kunjungan ke Kagoshima belum lengkap tanpa menyeberang ke Sakurajima, gunung berapi aktif yang terus mengepulkan abu setiap harinya. Pulau vulkanik ini dihuni oleh ribuan penduduk yang hidup berdampingan dengan aktivitas geologis yang dinamis.

Di pulau ini, wisatawan dapat menyusuri Jalur Lava Nagisa yang terbentuk dari letusan besar tahun 1914 atau merendam kaki di pemandian air hangat Nagisa Park Foot Bath sambil menikmati pemandangan kota di seberang laut. Terdapat pula gerbang torii kuil Kurokami yang terkubur sebagian akibat letusan masa lalu.

Feri penyeberangan beroperasi nyaris sepanjang waktu dengan durasi sekitar 15 menit dari Pelabuhan Kagoshima, membuat perjalanan ke pulau ini sangat mudah diakses.

Akuarium Kagoshima & Museum Lainnya

While not a must visit per se, the Kagoshima Aquarium is an easy add-on that is great for anyone who wants a break from the other kinds of things that the city offers.

Bagi yang berwisata bersama anak-anak, Akuarium Kagoshima yang terletak di dekat area tepi laut menawarkan koleksi sekitar 30.000 satwa air dengan fokus pada ekosistem Teluk Kagoshima.

Pilihan lainnya meliputi Museum Seni Kota Kagoshima yang memamerkan karya lukisan Jepang dan seni bergaya Barat dari era Meiji. Sementara itu, bagi keluarga yang berkunjung ke Sakurajima, Taman Dinosaurus Sakurajima di atas bukit dapat menjadi lokasi persinggahan yang unik.

Destinasi Menarik di Sekitar Kagoshima

Said to be well over 1,500 years-old, Kagoshima’s famed Kamo-no-Okusu is a massive tree that is found in a town that sits to the east of the prefectural capital. The trunk is nearly 20 meters in circumference and the branches of its upper heights are barely visible from the base of the tree. It is designated as a national treasure.

Jika memiliki waktu lebih, Anda dapat menjelajahi beberapa lokasi di luar pusat kota. Pohon Kamper Raksasa Kamo yang berusia sekitar 1.500 tahun menampilkan kemegahan alam dengan ukuran batang yang luar biasa besar.

Pegunungan Kirishima di sebelah utara menawarkan pemandangan alam, jalur pendakian, serta situs spiritual seperti Kirishima Jingu. Di sebelah selatan, kota pesisir Ibusuki terkenal dengan pemandian pasir panas vulkanik alaminya serta kebun bunga matahari di tepi Danau Ikeda.

Kagoshima juga dapat menjadi titik awal yang strategis untuk melanjutkan perjalanan ke Prefektur Miyazaki atau merancang rute perjalanan darat menuju Fukuoka melewati Ngarai Takachiho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *