Goku telah menunjukkan berbagai transformasi sejak saga pertama dalam Dragon Ball, di mana setiap seri kanon karya Akira Toriyama selalu memperkenalkan wujud baru. Kaioken merupakan kemampuan pertama yang dikuasai Goku pada awal Dragon Ball Z, meski akhirnya digantikan secara permanen oleh Super Saiyan setelah satu arc cerita berlalu. Teknik ini baru dihidupkan kembali dalam alur cerita kanon lewat anime Dragon Ball Super pada dekade 2010-an, kali ini dipadukan sebagai Super Saiyan Blue Kaioken.
Akibat beban fisik yang luar biasa besar pada tubuhnya, Goku hanya mengandalkan Super Saiyan Blue Kaioken dalam beberapa kesempatan saja di sepanjang cerita Dragon Ball Super. Di versi manga, ia bahkan tidak menggunakan transformasi tersebut hingga Tournament of Power. Meskipun sempat menghilang selama bertahun-tahun, waralaba Dragon Ball kini resmi membawa kembali wujud Super Saiyan Blue Kaioken untuk salah satu pertarungan turnamen terbaik dalam seri ini.
Dragon Ball Super: Beerus Membawa Kembali Super Saiyan Blue Kaioken
Dalam Dragon Ball Super, Goku pertama kali memakai Super Saiyan Blue Kaioken saat berhadapan dengan Hit dalam Tournament of Destroyers di Universe 6 Saga. Ketika dirinya mulai kewalahan menghadapi kekuatan mentah serta kemampuan manipulasi waktu milik Hit, Goku menggabungkan Kaioken dengan Super Saiyan Blue. Langkah ekstrem ini mendorong fisiknya hingga hampir mengalami kerusakan permanen demi mendapatkan peningkatan kekuatan masif yang memungkinkannya melampaui Hit serta mematahkan teknik Time Skip.
Duel antara Goku dan Hit sejatinya sudah menjadi salah satu pertarungan paling ikonik yang eksklusif dalam anime Dragon Ball Super, namun tetap menyisakan ruang untuk penyempurnaan. Kehadiran Dragon Ball Super: Beerus siap mengubah pertarungan hebat tersebut menjadi jauh lebih luar biasa berkat pembaruan animasi, arahan seni, serta tambahan adegan baru. Wujud Super Saiyan Blue Kaioken tampil sangat memukau melalui tata pencahayaan dan palet warna versi daur ulang ini. Aksi Goku saat meluncur menyerang Hit terlihat begitu mencolok, membuktikan bahwa teknik Kaioken akhirnya mendapatkan kualitas visual yang layak pada kembalinya kali ini.
Kaioken Selalu Menjadi Salah Satu Wujud Terbaik Goku
Goku pertama kali mempelajari teknik Kaioken ketika berlatih di Other World di bawah bimbingan King Kai guna menghadapi ancaman Saiyan pada awal kisah Dragon Ball Z. Berbeda dengan transformasi-transformasi berikutnya, penggunaan Kaioken selalu menyertakan elemen strategi dan risiko nyata. Teknik ini memberikan tekanan yang sangat besar pada tubuh Goku, menguras fisiknya secara perlahan sekaligus menghabiskan cadangan Ki dengan cepat. Satu kesalahan perhitungan dalam memakai Kaioken dapat berakibat fatal pada kematian, situasi yang hampir merenggut nyawanya saat bertarung melawan Vegeta di DBZ.
Kebutuhan untuk menggunakan Kaioken secara bijak mendorong Goku untuk mengerahkan transformasi ini secara kreatif, misalnya dengan mempertahankan wujud dasarnya dan hanya mengaktifkan Kaioken secara singkat saat melancarkan serangan. Secara visual, pancaran aura merah di sekujur tubuh Goku tampak luar biasa dan menjadi salah satu desain wujud bernuansa merah terbaik di sepanjang sejarah Dragon Ball. Meskipun Super Saiyan Blue Kaioken sempat terlihat agak berlebihan pada penayangan sebelumnya, penyesuaian visual dalam Dragon Ball Super: Beerus berhasil menyajikan perubahan estetika yang menawan dengan memadukan warna rambut biru cyan yang lebih lembut agar Ki merah dan aura biru Goku lebih menonjol.









