Ubisoft mengumumkan bahwa dukungan untuk game For Honor pada beberapa platform tertentu akan resmi dihentikan pada tanggal 10 September. Keputusan ini menandai berakhirnya suatu era bagi para pemain yang menikmati game tersebut di perangkat tersebut, hampir satu dekade setelah perilisan perdana game ini.
Pertama kali diluncurkan pada Februari 2017, For Honor awalnya mendapatkan ulasan yang biasa saja dari para kritikus. Di OpenCritic, game ini mencatatkan skor rata-rata penilai sekitar 77. Kendati demikian, Ubisoft terus memberikan pembaruan secara rutin selama bertahun-tahun, sehingga mampu mempertahankan basis pemain yang cukup setia hingga saat ini.
For Honor Mengakhiri Dukungan Linux dan Steam Deck pada 10 September
Berdasarkan informasi dari Ranked FAQ resmi, Ubisoft menyatakan bahwa mereka akan menghapus dukungan untuk sistem operasi Linux. Langkah ini diambil demi menciptakan lingkungan bermain yang lebih aman bagi komunitas, mengingat mereka belum dapat menerapkan sistem perlindungan yang memadai pada platform tersebut. Kebijakan ini mulai berlaku pada 10 September 2026. Karena tidak lagi didukung di Linux, game ini secara otomatis juga tidak akan bisa dimainkan melalui Steam Deck dan SteamOS terhitung sejak tanggal yang sama.
Meskipun demikian, ada sedikit kabar baik di balik keputusan tersebut. Ubisoft menyampaikan bahwa mereka akan terus memantau dan mencari cara untuk meningkatkan sistem anti-cheat mereka, dengan kemungkinan membuka kembali akses untuk platform tersebut di masa depan. Langkah ini tentu diharapkan dapat meredakan kebingungan para pemain yang mungkin mendapati game kesayangan mereka tidak dapat diakses secara mendadak.
Hingga saat ini, tidak diketahui secara pasti berapa banyak pemain yang terdampak oleh penghentian dukungan Linux dan Steam Deck ini. Berdasarkan data dari SteamDB, game multiplayer bertema pertarungan abad pertengahan ini masih memiliki jumlah pemain aktif yang cukup stabil, seringkali mencatatkan lebih dari 5.000 pemain bersamaan secara online. Walaupun porsi pemain yang menggunakan Linux atau Steam Deck tergolong kecil, keputusan ini tetap menjadi kabar yang disayangkan bagi para penggemar setia yang masih aktif bermain hingga tahun 2026.
Hingga kini, Ubisoft belum memberikan indikasi bahwa mereka sedang mengembangkan sekuel untuk For Honor. Game pertarungan PvP dengan mekanik pertarungan pedang yang mendalam tergolong langka di industri game, dan judul ini terbukti berhasil mengisi celah tersebut dengan baik. Walaupun dukungan untuk Linux harus disudahi, Ubisoft memastikan bahwa pengembangan dan pembaruan untuk platform lainnya akan terus berlanjut seperti biasa.








