Home / Game / Game Hack-and-Slash Zombie Terbaru Ini Hidupkan Kembali Sesuatu yang Hilang dari Game Horor

Game Hack-and-Slash Zombie Terbaru Ini Hidupkan Kembali Sesuatu yang Hilang dari Game Horor

juliet from lollipop chainsaw sawing through a wall with blood splatters

Kabar mengenai pengembangan sekuel Lollipop Chainsaw pertama kali diumumkan pada bulan Juli lalu. Berdasarkan informasi dari Dragami Games dan Nada Holdings, proyek baru ini dijadwalkan untuk melakukan debut dunianya di Tokyo Game Show 2026, lengkap dengan demo yang bisa dimainkan oleh pengunjung dari tanggal 17 hingga 21 September. Terakhir kali waralaba kultus ini menjadi sorotan adalah ketika mendapatkan versi remaster melalui Lollipop Chainsaw RePOP pada tahun 2024.

Menurut Nada Group, penjualan kumulatif untuk seri Lollipop Chainsaw RePOP telah berhasil menembus angka 1,5 juta unit. Prestasi ini tergolong luar biasa untuk sebuah judul game yang usianya hampir mencapai dua dekade. Kesuksesan tersebut bahkan menginspirasi pembuatan sebuah adaptasi anime yang akan datang. Mengingat tingginya antusiasme terhadap sekuel yang sedang dalam tahap pengembangan ini, menarik untuk mengenang kembali keunikan game originalnya yang rilis pada tahun 2012, serta melihat bagaimana elemen-elemen khas tersebut dapat diadaptasi ke dalam game terbarunya nanti.

Semakin Unik dan Berlebihan, Semakin Baik

Sekuel ini dikabarkan akan melanjutkan dan memperluas fondasi dari game pendahulunya. Kabar ini tentu disambut baik oleh para penggemar setia yang telanjur jatuh cinta dengan estetika khas game aslinya. Materi orisinalnya dikenal sangat kental dengan nuansa komedi gelap, adegan berdarah yang vulgar, serta gaya penceritaan yang absurd namun memikat, hasil kolaborasi antara pembuat film asal Amerika, James Gunn, dan desainer game Jepang, Goichi Suda. Selain itu, keterlibatan kembali sejumlah staf inti dari game pertama dalam tim pengembang sekuel ini memberikan ketenangan tersendiri bagi para penggemar yang mengharapkan kualitas yang konsisten.

Dirilis pertama kali pada tahun 2012, Lollipop Chainsaw tampil sebagai sebuah pengecualian yang unik di dalam genre game horor. Praktis tidak ada game lain yang menyerupainya pada masa itu, selain mungkin game Deadpool tahun 2013 yang mengusung tingkat kebrutalan dan humor serupa. Dalam game ini, pemain mengendalikan Juliet Starling, seorang siswi SMA berusia 18 tahun yang menjalani kehidupan ganda sebagai pemandu sorak di siang hari dan pemburu zombi di malam hari.

Kisah bermula pada hari ulang tahun Juliet yang berencana merayakannya bersama sang kekasih tercinta, Nick Carlyle, sebelum kota fiktif di California tempat tinggal mereka tiba-tiba diserbu oleh wabah zombi. Dalam sebuah insiden, Carlyle digigit dan kepalanya terpaksa dipenggal demi menghentikan penyebaran infeksi. Agar tetap bisa bersama Juliet, kepala Carlyle dipertahankan melalui sihir dan digantungkan pada sabuknya. Dari sinilah petualangan penuh aksi dimulai, di mana pemain harus membasmi zombi yang dikendalikan oleh seorang teman sekelas bernama Swan, serta menghadapi bos-bos kuat bernama Dark Purveyors yang terinspirasi dari berbagai genre musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *