Home / Travel / Dogo Onsen Matsuyama: Salah Satu Pemandian Air Panas Tertua di Jepang

Dogo Onsen Matsuyama: Salah Satu Pemandian Air Panas Tertua di Jepang

Asuka no Yus Bath

Sebagai salah satu kawasan pemandian air panas alami tertua di Jepang, Dogo Onsen memiliki sejarah panjang yang bahkan kerap dikunjungi oleh anggota keluarga kekaisaran untuk berendam. Asal-usulnya sendiri diselimuti legenda, dengan catatan tertua yang tersimpan dalam antologi puisi klasik Man’yoshu dari abad ke-8.

Daya tarik utama bagi wisatawan internasional adalah Dogo Onsen Honkan, pemandian umum resmi pertama di Jepang yang meraih tiga bintang di Michelin Guide dan berstatus sebagai Properti Budaya Penting Nasional. Bangunan bersejarah ini juga terkenal sebagai sumber inspirasi bagi rumah pemandian dalam film animasi populer Studio Ghibli karya Miyazaki Hayao, Spirited Away.

Cara Menuju ke Sana

The nostalgic Botchan Train pulling into Dogo Onsen Station, with visitors waiting on the platform — an old-school steam-style tram straight out of Natsume Soseki’s classic novel.

Terletak di sebelah timur pusat Kota Matsuyama, Prefektur Ehime, pulau Shikoku, akses termudah bagi kebanyakan pelancong adalah dengan terbang langsung ke Bandara Matsuyama menggunakan maskapai JAL atau ANA. Alternatifnya, tersedia kereta ekspres terbatas Shiokaze dari Stasiun Okayama menuju Stasiun JR Matsuyama, atau menggunakan kapal feri melalui Laut Pedalaman Seto.

Setibanya di Matsuyama, perjalanan dilanjutkan menggunakan tram Iyotetsu langsung menuju Stasiun Dogo Onsen yang berada di ujung jalur. Bangunan stasiun ini merupakan replika dari struktur aslinya tahun 1911 dengan gaya arsitektur Barat awal abad ke-20, lengkap dengan kedai kopi serta jam mekanis Botchan Karakuri di bagian depan.

Kami-no-Yu di Dogo Onsen Honkan

The main public bathhouse in Dōgo Onsen is known as Dōgo Onsen Honkan and recently underwent renovations lasting about five and a half years. On the second floor, there are many tatami rooms for customers to relax after taking a long bath in either Kami-no-Yu or Tama-no-Yu. For the wealthy, there is also a private “Soaring Room” available.

Konon, mata air panas ini ditemukan berkat seekor burung kuntul terluka yang menyembuhkan kakinya dengan berendam di air tersebut setiap hari. Dogo Onsen Honkan sendiri rampung dibangun pada tahun 1894. Interior kayunya yang berliku menghadirkan suasana labirin yang mengingatkan pengunjung pada film Spirited Away.

Fasilitas ini menyediakan dua pemandian batu terpisah berdasarkan gender: Kami-no-Yu (Pemandian Para Dewa) yang lebih luas, serta Tama-no-Yu (Pemandian Para Roh) yang lebih kecil dan eksklusif. Terdapat pula Yushinden, bagian khusus yang dibangun pada tahun 1899 untuk keluarga kekaisaran, yang dapat dikunjungi publik melalui tur pemandu dengan biaya tertentu.

Sistem tiket masuk ditawarkan secara berjenjang, mulai dari akses dasar ke pemandian umum hingga paket yang mencakup penggunaan ruang istirahat tatami di lantai dua atau kamar privat di lantai tiga.

Asuka-no-Yu dan Tsubaki-no-Yu

Dōgo Onsen has other bathing facilities besides just Dōgo Onsen Honkan. For example, there is the relatively recently opened Asuka-no-Yu, as well as Tsubaki-no-Yu, which is beloved by the residents of Matsuyama.

Selain Honkan, terdapat Asuka-no-Yu yang dibuka pada tahun 2017 dengan mengusung tema era Asuka sebagai penghormatan terhadap sejarah awal mata air panas ini. Fasilitas modern ini menyediakan area istirahat bertatami, kamar privat, pemandian khusus, serta layanan penyewaan yukata. Pilihan lainnya adalah Tsubaki-no-Yu, pemandian umum ekonomis yang menjadi favorit warga lokal sejak tahun 1953.

Budaya Lokal dan Titik Menarik Sekitar

Nearby Dōgo Onsen, there are a number of shrines and temples to check out, such as Ishite-ji. Additionally, there is also the shopping arcade that leads up to Dōgo Onsen Honkan.

Kawasan sekitar pemandian juga menyimpan berbagai destinasi budaya, seperti Kuil Isaniwa yang dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Hachiman, serta Kuil Ishite-ji yang merupakan pos ke-51 dalam jalur ziarah Ohenro Shikoku. Pengunjung juga dapat menyusuri area pusat perbelanjaan di sepanjang jalan menuju Dogo Onsen Honkan untuk mencicipi kuliner khas regional seperti jus mikan dan taimeshi (nasi dengan ikan kakap merah).

Atraksi Lain di Sekitar Matsuyama

The setting of Natsume Soseki’s work Botchan, the city of Matsuyama is home to many amazing hidden gems. Though Dōgo Onsen certainly takes the cake, it’s definitely worth your time to also check out the local castle and other points of note.

Kunjungan ke kawasan ini belum lengkap tanpa mampir ke Istana Matsuyama yang berdiri megah di atas bukit setinggi 132 meter, menawarkan panorama kota dari benteng kuno yang selamat dari era modern. Bagi pelancong yang memiliki waktu lebih, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Stasiun Shimonada untuk menikmati matahari terbenam di tepi laut, atau menyeberangi Laut Pedalaman Seto menuju Kure dan Hiroshima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *