Baru-baru ini, saya sering menerima pertanyaan di media sosial mengenai perlengkapan apa saja yang sebaiknya dibawa saat berkunjung ke Jepang. Jujur saja, topik ini sebenarnya sudah sering dibahas di berbagai tempat. Namun, melihat banyaknya orang yang masih bingung, tampaknya panduan ini tetap diperlukan. Meski demikian, saya sempat ragu untuk membahasnya. Sebagai seseorang yang tinggal dan bekerja di Jepang, perjalanan saya biasanya hanya berlangsung dua hingga tiga hari. Oleh karena itu, saya bukanlah orang yang paling ideal untuk memberikan saran bagi wisatawan asing. Anggap saja tulisan ini sebagai gambaran berdasarkan pengalaman pribadi saya yang perlu disikapi secara bijak.
Hal pertama yang perlu dicatat adalah usahakan untuk tidak membawa koper besar yang merepotkan. Menyeret koper berukuran jumbo hanya akan memicu kerepotan, terutama saat Anda harus berdesakan di moda transportasi umum bersama warga lokal. Selain itu, membawa tas yang terlalu berat akan memperlambat mobilitas Anda akibat tantangan logistik di lapangan. Ketimbang membawa seluruh koper ke mana-mana, ada baiknya Anda menetapkan satu kota utama sebagai basis—seperti Tokyo atau Osaka—lalu melakukan perjalanan singkat ke daerah lain hanya dengan membawa ransel.
Saya pribadi dikenal sebagai pelancong yang suka bepergian dengan barang bawaan minim karena hal itu membuat perjalanan jauh lebih nyaman. Sebagai seseorang yang menjalani gaya hidup nomaden digital, saya bisa bertahan selama berhari-hari hanya dengan satu ransel tanpa kendala berarti. Tentu saja, gaya minimalis ekstrem ini sering menjadi bahan candaan teman-teman saya, seperti YouTuber Chris Okano, ketika saya datang untuk perjalanan empat hari hanya dengan membawa tas kecil.
Meskipun saya tidak menyarankan Anda untuk mengikuti tingkat minimalis yang ekstrem, sebaiknya hindari juga ransel berukuran raksasa yang biasa dibawa oleh para backpacker. Tas jenis ini menimbulkan masalah logistik yang mirip dengan koper besar dan kerap dipandang sebelah mata oleh penduduk setempat. Di Jepang, gaya ala backpacker tradisional bukanlah sesuatu yang dianggap keren.
Oleh karena itu, Anda disarankan untuk berinvestasi pada tas yang handal dan tahan lama. Pilihlah tas yang memiliki kapasitas memadai namun tetap nyaman di punggung. Salah satu tas yang sering saya gunakan saat ini adalah Instinct Backpack. Produsen tas asal Inggris ini merancang produk mereka khusus untuk para pelancong dan kreator yang aktif bergerak. Keunggulan utamanya terletak pada sistem modular dengan kompartemen kecil bernama Instinct Incubes yang bisa dilepas-pasang menggunakan Velcro untuk merapikan barang bawaan.
Selain sistem modularnya yang praktis, fitur favorit saya pada tas ini adalah adanya port pengisian daya USB. Dengan menyambungkan power bank ke port tersebut, Anda bisa mengisi daya ponsel langsung dari luar tas tanpa harus repot memegang kabel, sehingga memudahkan Anda saat mengambil foto. Tas ini juga dilengkapi dengan kantong tersembunyi untuk menyimpan barang-barang penting seperti paspor—yang wajib dibawa setiap saat oleh wisatawan di Jepang.
Terlepas dari merek tas apa yang Anda pilih, pastikan Anda menggunakan perlengkapan yang berkualitas sepadan. Aktivitas berjalan kaki di Jepang jauh lebih tinggi dibandingkan apa yang biasa Anda lakukan di negara asal, dan tas yang buruk akan sangat membebani fisik Anda. Perbedaannya akan terasa sangat signifikan. Perlu diingat bahwa banyak destinasi menarik di Jepang terletak di area dataran tinggi atau pegunungan, seperti kompleks kuil Yamadera di wilayah utara yang mengharuskan pengunjung menaiki tangga batu yang panjang. Memiliki tas dengan distribusi bobot yang buruk tentu adalah hal terakhir yang Anda inginkan dalam situasi tersebut.
Berikut adalah daftar barang yang biasanya saya masukkan ke dalam tas untuk perjalanan standar dua hari satu malam:
- Peralatan Mandi: Sikat gigi, pasta gigi, deodoran, parfum, melatonin, gunting kuku, sisir, pomade rambut.
- Pakaian: Kaos kaki ekstra, pakaian dalam ganti, kaos oblong tambahan, sarung tangan, jaket windbreaker anti air.
- Elektronik: Macbook Air, iPhone, router pocket Wi-Fi, headphone, power bank berkapasitas besar.
- Pengisi Daya: Charger Macbook Air, kepala charger USB ganda, kabel USB (Lightning & Micro USB).
- Lain-lain: Pita elastis, bola softbol & bola golf (untuk relaksasi otot), pulpen yang bisa dihapus, botol air lipat, payung.
Sebagian besar barang di atas tergolong standar, kecuali beberapa perlengkapan pribadi untuk meredakan ketegangan otot. Di Jepang, sebagian besar kebutuhan mendasar ini bisa dibeli kapan saja di berbagai minimarket yang tersebar di setiap sudut jalan. Kendati demikian, satu barang yang sangat saya sarankan untuk dibawa dari rumah adalah deodoran. Meskipun musim panas di Jepang terkenal sangat panas dan lembap, budaya menggunakan deodoran di kalangan masyarakat setempat tergolong minim, dan produk yang tersedia di pasaran umumnya terbatas.
Sebagai wisatawan, Anda juga perlu menyisakan ruang di dalam tas untuk menyimpan berbagai suvenir atau oleh-oleh yang dibeli di sepanjang perjalanan. Selebihnya, sebagian besar kebutuhan darurat dapat ditemukan dengan mudah di jalan. Meskipun bukan pilihan yang paling ramah di kantong, cara ini jauh lebih baik daripada harus kerepotan membawa barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan sejak awal. Bahkan saat ini, minimarket di Jepang sudah mulai menyediakan kaos oblong dan pakaian dalam bagi para pekerja kantoran yang tertinggal kereta malam, fasilitas yang tentu bisa Anda manfaatkan dalam situasi mendesak.
Sebagai kesimpulan, berikut adalah rangkuman poin penting dari panduan ini:
- Titipkan koper utama Anda di kota besar dan lakukan perjalanan singkat ke luar kota hanya dengan membawa tas pendukung.
- Gunakan ransel yang kokoh, memiliki keseimbangan bobot yang baik, serta berkapasitas cukup untuk kebutuhan dua hingga tiga hari.
- Hindari membawa terlalu banyak barang dan manfaatkan kemudahan berbelanja di minimarket Jepang jika Anda membutuhkan barang darurat di tengah perjalanan.
Semoga panduan ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perlengkapan yang perlu dipersiapkan saat menjelajahi Jepang, sehingga perjalanan Anda menjadi lebih nyaman tanpa terbebani barang bawaan yang berlebihan. Selamat menikmati perjalanan Anda!








