Proyek reboot dari Fable yang dikerjakan oleh Playground Games memang menunjukkan potensi yang sangat menarik, meskipun ini menjadi ranah yang sepenuhnya baru bagi sang developer. Sebelumnya, studio ini jauh lebih dikenal melalui mahakarya game balap open-world Forza Horizon.
Menarik untuk melihat bagaimana Playground beradaptasi dengan genre aksi-petualangan yang jauh berbeda ini, terutama mengingat warisan besar yang dimiliki oleh Fable. Seri orisinalnya dikenal luas karena tingkat interaksi dan imersi dunia yang sangat tinggi, memberikan kebebasan mutlak kepada pemain untuk mengambil berbagai keputusan ekstrem tanpa takut dunianya rusak. Untungnya, versi terbaru dari Fable ini tampaknya tetap berkomitmen untuk mempertahankan kebebasan pemain tersebut dengan cara apa pun.
Fable Tidak Akan Menghentikan Anda untuk Menghabisi NPC
Game mendatang ini akan memberikan kebebasan bagi pemain untuk menghabisi karakter NPC mana pun yang ditemui, terlepas dari konsekuensi naratif maupun mekanik yang akan dihadapi. Apabila seorang penjaga toko dibunuh, maka toko tersebut tidak akan bisa diakses lagi untuk seterusnya. Pemain juga bahkan bisa mengamuk dan membasmi seluruh penduduk di sebuah kota, yang membuat wilayah tersebut menjadi kosong untuk sementara waktu. Tentu saja, tindakan kriminal ini akan memicu perlawanan dari aparat penegak hukum setempat, tetapi secara teori, hampir semua orang di dalam game dapat dilenyapkan.
Meskipun demikian, ada satu batasan penting dalam prinsip desain ini: karakter anak-anak tidak tersentuh. Pemain tidak diperbolehkan untuk membunuh NPC anak-anak di dalam Fable.
Tingkat reaktivitas seperti ini sangat mirip dengan game-game Fable terdahulu yang juga memfasilitasi gaya bermain bebas tanpa batas. Di dalam Fable 2 dan Fable 3, membunuh NPC (kecuali mereka yang krusial untuk alur cerita utama) akan melenyapkan karakter tersebut dari permainan secara permanen. Bahkan, Fable 3 memberikan konsekuensi langsung ketika pemain menghabisi pemilik toko, di mana toko tersebut akan tertutup selamanya jika pemilik lapak tewas.








