Home / Anime / Bos Aniplex Sebut Penggunaan AI Akan Dipertimbangkan Jika Bantu Kerja Kreator

Bos Aniplex Sebut Penggunaan AI Akan Dipertimbangkan Jika Bantu Kerja Kreator

1783436071 553818213f2165d7c5b1a090b1f2cf08 1024x576 1

Shu Nishimoto selaku presiden Aniplex menyatakan bahwa perusahaan akan mengambil sikap yang sangat berhati-hati terhadap kecerdasan buatan atau AI. Ia menyebutkan bahwa pihak perusahaan terbuka terhadap pemanfaatan teknologi tersebut apabila memang memberikan manfaat nyata bagi para kreator.

Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara ekstensif pertamanya sejak menduduki posisi sebagai presiden, yang dipublikasikan oleh Variety. Dalam kesempatan yang sama, ia turut membahas strategi ekspansi global Aniplex serta proyeksi masa depan industri anime.

Pendekatan Hati-hati Terhadap AI

Ketika membahas topik AI secara lebih mendalam, Nishimoto menegaskan bahwa prioritas utama Aniplex tetap berfokus pada kerja sama berdampingan dengan para kreator, termasuk para animator di dalamnya.

“Prioritas utama Aniplex adalah menciptakan karya bersama para kreator, termasuk animator. Jika AI dapat memberikan dampak positif bagi pekerjaan para kreator atau berkontribusi pada perkembangan proses kreatif lebih lanjut, kami terbuka untuk mempertimbangkan penggunaannya secara cermat,” ujarnya kepada Variety.

Mempertahankan Identitas Kreatif Global

Selain itu, Nishimoto juga menggarisbawahi bahwa Aniplex sama sekali tidak memiliki rencana untuk mengubah identitas kreatif dari produksi mereka semata-mata demi menarik perhatian penonton luar negeri. Perusahaan justru berkomitmen menjaga keunikan anime Jepang sempena memperluas jangkauan globalnya.

Ia mendeskripsikan anime Jepang sebagai medium original yang dibentuk oleh gaya bercerita, arahan visual, serta latar belakang budaya khas Jepang. Menurutnya, menjaga esensi kreativitas Jepang dan menyampaikan daya tariknya secara mendalam kepada para penggemar di berbagai wilayah adalah hal yang sangat penting.

Berdasarkan keterangan Nishimoto, pasar internasional kini menyumbang lebih dari separuh total industri anime Jepang yang bernilai sekitar 4 triliun yen atau setara dengan 25 miliar dolar Amerika Serikat. Hal ini menjadikan pertumbuhan global sebagai salah satu fokus terbesar bagi Aniplex.

Perusahaan berencana untuk terus memperluas setiap waralaba melalui berbagai format media, mulai dari film teater, layanan siniar atau streaming, permainan video, merchandise, acara langsung, hingga pameran, sembari terus bekerja sama secara erat dengan mitra di berbagai kawasan.

Ekosistem Sony dan Jaringan Studio

Nishimoto turut menyoroti nilai penting dari ekosistem Sony, di mana Crunchyroll disebut sebagai mitra strategis yang memiliki jangkauan global serta wawasan audiens mendalam untuk membantu membentuk strategi internasional Aniplex.

Kolaborasi antarperusahaan di bawah payung Sony memungkinkan Aniplex untuk mengembangkan berbagai waralaba agar menjadi merek global jangka panjang, bukan sekadar kesuksesan sesaat. Di samping itu, ia juga memberikan apresiasi kepada studio di bawah kepemilikan Aniplex, yakni A-1 Pictures dan CloverWorks.

Kedua studio tersebut dinilai telah berkembang menjadi entitas yang mampu memproduksi anime berkualitas tinggi bagi para penonton di seluruh dunia. Belum lama ini, A-1 Pictures dan CloverWorks mencatatkan laporan keuangan yang kontras pada tahun fiskal terbaru, di mana CloverWorks membukukan kerugian sedangkan A-1 Pictures meraup keuntungan.

Sebelumnya pada tahun ini, Aniplex juga telah resmi mengakuisisi perusahaan produsen anime EGG FIRM. Langkah ini membawa rumah produksi di balik serial populer seperti Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation dan Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? tersebut ke dalam jajaran grup usaha mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *