Banyak dari kita mungkin pernah berharap bahwa dunia Pokémon itu nyata. Menikmati ragam monster saku yang penuh warna dan kekuatan terkadang membuat kita lupa akan keindahan keanekaragaman hayati di dunia nyata. Sama seperti makhluk-makhluk mitologis yang mendiami lautan, sungai, dataran tinggi, dan hutan di Jepang, satwa liar di sana tidak kalah menakjubkan dari monster yang sering kita saksikan di layar kaca. Mari kita jelajahi sepuluh hewan unik asal Jepang yang tampak seperti wujud nyata dari monster-monster populer dalam franchise Pokémon.
10: Giant Isopod

Pocket Equivalent: Kabuto

Giant isopod adalah salah satu artropoda terbesar di dunia. Hewan ini dapat ditemukan di seluruh Samudra Pasifik mulai dari Jepang hingga Amerika, namun popularitasnya sangat tinggi di Jepang. Masyarakat setempat menganggap mereka sebagai makhluk yang “imut menyeramkan” dan gemar merancang berbagai aksesoris seperti pelindung ponsel serta boneka berbulu dengan bentuk yang menyerupai hewan ini. Di Amerika Serikat, krustasea ini justru sering diadaptasi menjadi film horor. Hal ini masuk akal mengingat sifat mereka yang karnivora tulen dan mampu bertahan hidup hingga empat tahun tanpa makan, sambil menunggu mangsa yang tepat untuk disantap.
9. Japanese Serow

Pocket Equivalent: Gogoat

Dulu sempat dikira sebagai rusa, padahal sebenarnya lebih dekat kekerabatannya dengan sapi atau kambing, Japanese serow adalah satwa ikonik Jepang yang dianggap sebagai “Harta Karun Nasional Hutan”. Spesies ini sempat diburu hingga hampir punah, namun populasinya berhasil pulih di kawasan hutan Honshu bagian utara berkat upaya konservasi yang tepat waktu. Makhluk megah ini kerap menghiasi perangko pos, jimat keberuntungan, kartu pos, dan berbagai suvenir lainnya. Masyarakat Jepang telah mengenal hewan ini sejak zaman prasejarah hingga dianggap sebagai bagian dari identitas nasional. Bahkan, ketika pemerintah Tiongkok menghadiahkan seekor Giant Panda kepada pemerintah Jepang pada tahun 1972, Jepang membalasnya dengan memberikan dua ekor serow.
8: Pika

Pocket Equivalent: Pikachu

Berasal dari lereng pegunungan berbatu di Eropa utara, Asia, dan Amerika, pika merupakan bagian dari ordo lagomorpha—kelompok yang juga mencakup kelinci—dan dianggap sebagai salah satu leluhur evolusi awal dari kerabat berbulu telinga panjang yang kita kenal sekarang. Sebagian orang menduga bahwa pika menjadi inspirasi di balik karakter ikonik Pikachu. Meskipun ada benarnya, kenyataan yang lebih mendekati adalah nama tersebut merupakan gabungan dari dua onomatopeia bahasa Jepang, yaitu pikapika untuk percikan listrik dan chuu untuk suara decitan tikus. Kendati demikian, teori tentang pika ini tetap memiliki banyak pendukung setia.
7: Japanese Flying Squirrels

Pocket Equivalent: Emolga

Saya sangat mengagumi kegigihan hewan seperti kelelawar dan bajing terbang yang tidak membiarkan takdir sebagai mamalia menghalangi mereka untuk menjelajahi udara. Terdapat dua spesies utama bajing terbang di Jepang, dan karakteristik dari keduanya kemungkinan besar menjadi inspirasi di balik kerabat Pikachu ini. Japanese giant flying squirrel atau yang dikenal sebagai musasabi mampu meluncur hingga sejauh 160 meter dengan panjang tubuh melebihi 30 sentimeter, belum termasuk ekor panjang berbulu lebat yang berfungsi sebagai penstabil saat terbang dan biasanya berukuran dua kali lipat dari panjang tubuhnya. Spesies kedua adalah Japanese dwarf flying squirrel atau nihon momonga (yang kemungkinan menjadi asal nama Emolga) yang hanya tumbuh hingga panjang maksimal 20 sentimeter. Walaupun momonga tidak bisa menghasilkan listrik, tingkat keimutan mereka sungguh luar biasa.
6: Tanuki

Pocket Equivalent: Zigzagoon

Dalam cerita rakyat Jepang, tanuki memiliki kekuatan super yang jauh lebih banyak daripada monster saku biasa. Mereka dikisahkan mampu merasuki orang, mengubah wujud, memiliki bagian tubuh magis, membawa keberuntungan, serta memiliki toleransi tinggi terhadap alkohol. Bahkan, hewan ini sempat dianggap sebagai penguasa alam raya. Terdapat sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa “jika rubah memiliki tujuh penyamaran, maka tanuki memiliki delapan”, yang menegaskan bahwa meskipun mereka tidak seseram kitsune, tanuki memiliki trik yang jauh lebih banyak. Kendati demikian, hewan di dunia nyata memiliki kemiripan dengan Zigzagoon karena penampilan dan perilakunya tampak seperti perpaduan antara anjing, rakun, dan badger.
5: Japanese Macaque

Pocket Equivalent: Mankey

Japanese macaque, yang kerap dijuluki monyet salju karena habitat pilihannya, adalah satwa ikonik lain asal Jepang. Mereka merupakan salah satu primata asli Jepang dan satu-satunya primata non-manusia yang mampu bertahan hidup di wilayah utara. Oleh karena itu, primata ini dapat ditemukan di sebagian besar kepulauan Jepang dengan sebaran habitat yang luas di Honshu, Shikoku, dan Kyushu. Mereka juga menempati posisi unik dalam kebudayaan tradisional Jepang, mulai dari zodiak, dongeng, hingga dijadikan julukan terkenal bagi para samurai pimpinan Nobunaga.
4: Asian Black Bear

Pocket Equivalent: Ursaring

Ini adalah spesies beruang yang berukuran lebih kecil di antara dua jenis beruang yang mendiami pegunungan Honshu, Kyushu, dan Shikoku. Terlepas dari penampilan mereka yang tampak menggemaskan serta pola makan yang sebagian besar berupa tumbuh-tumbuhan, beruang ini dikenal cukup agresif terhadap manusia demi mempertahankan teritori atau karena sifat pemarah mereka. Satwa ini memegang peranan penting dalam cerita rakyat dataran tinggi Jepang, di mana tanda putih di dada mereka dipercaya berasal dari jimat terbungkus sutra yang dianugerahkan oleh para dewa gunung (kami).
3: Whale Shark

Pocket Equivalent: Kyogre

Hiu paus, meskipun bukan seekor paus dan tidak menyerupai hiu pada umumnya, merupakan raksasa sejati di lautan. Hewan berukuran masif ini adalah pemakan dengan cara menyaring makanan. Hiu ini memegang status sebagai spesies ikan terbesar yang masih hidup serta hewan non-paus terbesar di planet bumi. Mereka dikenal bersahabat dengan para penyelam scuba. Reputasi tersebut, ditambah dengan karakteristik unik mereka yang menggemaskan, menjadikan hiu paus sebagai salah satu ikon kelucuan di Jepang. Osaka Aquarium Kaiyukan dan Okinawa Churaumi Aquarium adalah beberapa tempat yang menjadikan hiu ini sebagai daya tarik utama.
2: Japanese Pheasant

Pocket Equivalent: Unfezant

Sekilas, memasukkan hewan yang tampak biasa ini ke dalam daftar makhluk fantastis mungkin terasa kurang istimewa, namun pandangan tersebut justru bertentangan dengan esensi dasar Pokémon itu sendiri. Beberapa Pokémon memang berwujud sangat lumrah, bahkan ada yang berupa benda mati. Burung buruan berbulu berkilau ini telah lama hidup berdampingan dengan masyarakat Jepang sejak zaman kuno. Mereka kerap dijadikan sebagai mas kawin atau hadiah perayaan pernikahan, sehingga dalam puisi klasik Jepang, burung pegar sering disimbolkan sebagai lambang cinta serta pengabdian kepada keluarga.
1: Shiba Inu


Shiba Inu adalah jenis terkecil dari enam ras anjing Spitz asli Jepang, sementara ras berukuran lebih besar meliputi Akita, Kishu, Hokkaido, Shikoku, dan Kai Ken. Sejumlah ras tersebut diakui sebagai sedikit dari sedikit ras anjing purba yang masih bertahan hingga kini. Silsilah yang membentang sejak abad ke-3 SM di Jepang ini menghasilkan hewan peliharaan dengan ketangkasan, keramahan, serta kesetiaan tinggi yang menginspirasi pembuatan berbagai film dan manga.
Seluruh ras anjing tersebut merangkum hakikat sejati dari makna Pokémon: kemampuan merajut hubungan dengan sahabat satwa yang tumbuh bersama, berjuang bersama, dan menjadi teman sehidup semati. Dibandingkan satwa menakjubkan lainnya di Jepang, anjing-anjing ini tidak hanya ikonik tetapi juga siap dipelihara dan dilatih. Jika Anda meluangkan waktu serta tenaga untuk mengadopsi salah satu ras ini, Anda akan menemukan cara nyata untuk merasakan pengalaman berharga sebagai seorang pelatih Pokémon.
Linnaean Taxonomy! I Choose You!

Singkatnya, alam liar Jepang menyimpan begitu banyak satwa indah dan menarik yang tidak kalah dari semesta anime atau video game terkaya sekalipun. Jepang mungkin belum memiliki hewan pengerat berdaya listrik, tetapi kekayaan margasatwa spektakuler yang dimilikinya sudah lebih dari cukup.








